Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
217. Quality Time


__ADS_3

Setelah Ardi menidurkan Aditya di box bayi di kamar bayi yang terhubung langsung dengan kamar mereka, Tya mengajak Ardi untuk makan siang


" Ayo makan siang mas" ucap Tya saat Ardi yang baru kembali dari kamar Aditya.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Ardi mendorong kursi roda Tya keluar dan menuju meja makan.


" Ibu belum pulang Mbok?" tanya Tya pada Mbok Inem yang berada di dapur.


" Belum nona muda " jawab Mbok Inem.


" Mbok sudah makan siang? Kalo belum ayo kita makan siang bareng" ucap Tya.


" Saya sudah makan siang nona muda " jawab Mbok Inem.


" Saya permisi mau ambil sayue di kebun " lanjut Mbok Inem.


" Iya mbok" jawab Tya.


Setelah itu Mbok Inem pun pergi meninggalkan Ardi dan Tya.


" Kamu pake apa mas biar aku ambilin " ucap Tya pada Ardi.


" Gak usah sayang. Biar aku aja yang ambilin buat kamu " jawab Ardi tersenyum.


Ardi pun langsung mengambil nasi dan lauk, lalu menyuapi. Tya


" Aaa " ucap Ardi.


" Aku makan sendiri mas. Kamu ambil lagi makanannya buat kamu " ucap Tya.


" Hari ini kita makan sepiring berdua dan aku bakal suapin kamu. Sudah jarang kan kita gini. Mumpung Aditya tidur jadi ayah sama bundanya bisa quality time dulu " jawab Ardi.

__ADS_1


" Ayo buka mulutnya " lanjut Ardi menyuapkan makanan ke mulut Tya.


Tya tersenyum lalu menerima suapan dari Ardi.


Mereka makan bergantian sampai makanan di piring mereka habis.


Setelah selesai makan siang, Ardi dan Tya kembali ke kamar mereka. Ardi mengecek keadaan Aditya yang masih tertidur pulas.


" Adit gak bangun mas?" tanya Tya saat Ardi keluar dari kamar Aditya.


" Iya sayang. Pules banget dia tidurnya " jawab Ardi.


Ardi pun berjalan mendekati Tya. Saat ia hendak naik ke atas tempat tidur Tya memintanya untuk mengambil alat pumping miliknya.


" Mas tolong ambilin alat pumping aku dong. Asinya mulai keluar ini " ucap Tya.


Ardi pun mengambil alat pumping itu dan memberikannya pada Tya.


" Makasih mas " ucap Tya.


Tya pun langsung membuka kancing baju dan bra yang dipakainya karena asinya sudah mulai merembes ke baju. Kemudian Tya pun langsung memompa asinya.


Ardi duduk terdiam memperhatikan Tya dan mungkin saja sedikit tergoda melihat pemandangan itu.


" Kamu kenapa liatin aku kek gitu mas? " tanya Tya yang baru sadar bahwa Ardi memperhatikannya.


" Hmn enggak sayang " jawab Ardi.


" Sayang kok itu kamu tambah besar dan menggoda ya " ucap Ardi melihat ke dada Tya.


Tya yang menyadari tatapan Ardi pun langsung menutupi dadanya dengan bantal.


" Apaan sih kamu mas " ucap Tya.

__ADS_1


" Kok ditutupin sih sayang " ucap Ardi.


" Lagian kamu liatinnya kek gitu " jawab Tya.


" Abisnya gemesin " ucap Ardi tersenyum mesum.


" Apa sih mas " ucap melempar bantal pada Ardi.


" Nah gitu jangan ditutupin" ucap Ardi.


Saat Tya hendak menutupin dadanya kembali, Ardi menahan tangannya.


" Lepas mas. Lebih baik kamu berangkat kerja sekarang" ucap Tya.


" Nanti aja " jawab Ardi.


Ardi semakin mendekat ke arah Tya. Ia berusaha menahan keinginannya mengingat Tya habis melahirkan. Tya yang melihat Ardi semakin mendekat pun menjadi panik. Apalagi Tya bisa melihat bahwa Ardi menginginkannya.


" Mas jauh-jauh. Jangan macam-macam ya nanti kamu juga yang sudah " ucap Tya.


" Masa mau cium gak boleh " ucap Ardi.


Cup.


Ardi mengecup bibir Tya singkat.


Tya terkejut menerima itu. " Mas ih " ucap Tya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku "😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2