
Ardi mengajak Aditya untuk berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan itu. Kompleks perumahan itu bukan kompleks perumahan orang-orang kaya sehingga terkadang masih terlihat beberapa ibu-ibu yang berkumpul sambil membeli sayuran di tukang sayur keliling.
" Eh Nak Ardi mau kemana? " tanya seorang ibu-ibu yang sedang membeli sayuran bersama ibu-ibu yang lain.
" Ke sekitaran kompleks aja Bu. Ngajak Adit jalan-jalan pagi " jawab Ardi ramah.
Aditya yang berada di gendongan Ardi mengajak Ardi untuk mendekati tukang sayur dan ibu-ibu itu.
" Na na " ucap Aditya sambil menunjuk-nunjuk mereka.
" Adit mau ke sana? " tanya Ardi.
" Ya ya " jawab Aditya bertepuk tangan.
Ardi menuruti keinginan Aditya untuk menghampiri tukang sayur dan ibu-ibu itu daripada nanti Aditya menangis dan ia akan kesulitan untuk mendiamkannya.
" Tu tu " ucap Aditya menunjuk kerupuk putih yang ada di tukang sayur itu.
" Aduh Nak Ardi, anaknya mau kerupuk tuh " ucap salah satu ibu-ibu.
" Adit mau kerupuk? " tanya Ardi.
" Ya ya " jawab Aditya.
" Kerupuknya satu Bang " ucap Ardi pada tukang sayur itu.
" Ini Den " ucap tukang sayur itu memberikan satu bungkus kerupuk pada Ardi.
Ardi membuka plastik pembungkus kerupuk itu dan memberikan satu buah kerupuk pada Aditya yang sudah tidak sabar.
__ADS_1
" Berapa Bang? " tanya Ardi.
" Lima ribu Den " jawab si tukang sayur.
Ardi merogoh kantong celananya dan mengambil uang lima puluh ribuan yang sempat ia bawa tadi.
" Aduh gak ada kembaliannya Den " ucap tukang sayur.
" Ya sudah sisanya sayuran aja Bang. Terserah Abang sayur apa " jawab Ardi.
Tukang sayur itu pun memasukkan beberapa jenis sayur ke dalam kantong plastik.
" Istrinya pasti seneng banget tuh dibeliin sayuran Nak Ardi " ucap seorang ibu-ibu.
" Iya, ternyata Nak Ardi ini suami idaman " tambah ibu-ibu yang lain.
" Ini Den " ucap tukang sayur memberikan kantong plastik yang berisi sayuran pada Ardi.
" Terima kasih Bang " ucap Ardi menerima kantong plastik itu.
" Iya Den. Terima kasih kembali " jawab tukang sayur.
Setelah itu Ardi pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin siang dan ia harus bersiap-siap pergi kuliah.
" Mari ibu-ibu saya duluan " pamit Ardi.
" Iya Nak Ardi silahkan " jawab mereka.
Ardi pun berjalan kembali menuju rumah sambil menggendong Aditya yang sedang fokus memakan kerupuknya.
__ADS_1
" Assalamualaikum " ucap Ardi saat melihat Tya.
Tya menunggu Ardi dan Aditya karena mereka pergi tanpa mengatakan apapun padanya.
" Walaikumsalam " jawab Tya.
" Kalian dari mana aja? Pergi gak bilang-bilang " tanya Tya
" Kita jalan-jalan pagi sayang, tapi di tengah jalan Adit minta beli kerupuk. Untung aku bawa uang tadi " jawab Ardi.
Tya melihat Aditya yang tidak menghiraukan keberadaan kedua orang tuanya. Ia begitu fokus menikmati kerupuk di tangannya.
" Terus itu apa? " tanya Tya melihat kantong plastik di tangan Ardi.
" Ini sayur, tadi kembalian kerupuknya gak ada jadi beli sayur aja " jawab Ardi.
Tya tertawa kecil mendengar suaminya melakukan hal random dengan membeli sayur.
" Ya sudah sana kami mandi. Airnya sudah aku siapin " ucap Tya pada Ardi.
Tya mengambil alih Aditya dan kantong plastik itu dari Ardi lalu mereka masuk ke dalam rumah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1