Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
277. Membeli Sayur


__ADS_3

Ardi mengajak Aditya untuk berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan itu. Kompleks perumahan itu bukan kompleks perumahan orang-orang kaya sehingga terkadang masih terlihat beberapa ibu-ibu yang berkumpul sambil membeli sayuran di tukang sayur keliling.


" Eh Nak Ardi mau kemana? " tanya seorang ibu-ibu yang sedang membeli sayuran bersama ibu-ibu yang lain.


" Ke sekitaran kompleks aja Bu. Ngajak Adit jalan-jalan pagi " jawab Ardi ramah.


Aditya yang berada di gendongan Ardi mengajak Ardi untuk mendekati tukang sayur dan ibu-ibu itu.


" Na na " ucap Aditya sambil menunjuk-nunjuk mereka.


" Adit mau ke sana? " tanya Ardi.


" Ya ya " jawab Aditya bertepuk tangan.


Ardi menuruti keinginan Aditya untuk menghampiri tukang sayur dan ibu-ibu itu daripada nanti Aditya menangis dan ia akan kesulitan untuk mendiamkannya.


" Tu tu " ucap Aditya menunjuk kerupuk putih yang ada di tukang sayur itu.


" Aduh Nak Ardi, anaknya mau kerupuk tuh " ucap salah satu ibu-ibu.


" Adit mau kerupuk? " tanya Ardi.


" Ya ya " jawab Aditya.


" Kerupuknya satu Bang " ucap Ardi pada tukang sayur itu.


" Ini Den " ucap tukang sayur itu memberikan satu bungkus kerupuk pada Ardi.


Ardi membuka plastik pembungkus kerupuk itu dan memberikan satu buah kerupuk pada Aditya yang sudah tidak sabar.

__ADS_1


" Berapa Bang? " tanya Ardi.


" Lima ribu Den " jawab si tukang sayur.


Ardi merogoh kantong celananya dan mengambil uang lima puluh ribuan yang sempat ia bawa tadi.


" Aduh gak ada kembaliannya Den " ucap tukang sayur.


" Ya sudah sisanya sayuran aja Bang. Terserah Abang sayur apa " jawab Ardi.


Tukang sayur itu pun memasukkan beberapa jenis sayur ke dalam kantong plastik.


" Istrinya pasti seneng banget tuh dibeliin sayuran Nak Ardi " ucap seorang ibu-ibu.


" Iya, ternyata Nak Ardi ini suami idaman " tambah ibu-ibu yang lain.


" Ini Den " ucap tukang sayur memberikan kantong plastik yang berisi sayuran pada Ardi.


" Terima kasih Bang " ucap Ardi menerima kantong plastik itu.


" Iya Den. Terima kasih kembali " jawab tukang sayur.


Setelah itu Ardi pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin siang dan ia harus bersiap-siap pergi kuliah.


" Mari ibu-ibu saya duluan " pamit Ardi.


" Iya Nak Ardi silahkan " jawab mereka.


Ardi pun berjalan kembali menuju rumah sambil menggendong Aditya yang sedang fokus memakan kerupuknya.

__ADS_1


" Assalamualaikum " ucap Ardi saat melihat Tya.


Tya menunggu Ardi dan Aditya karena mereka pergi tanpa mengatakan apapun padanya.


" Walaikumsalam " jawab Tya.


" Kalian dari mana aja? Pergi gak bilang-bilang " tanya Tya


" Kita jalan-jalan pagi sayang, tapi di tengah jalan Adit minta beli kerupuk. Untung aku bawa uang tadi " jawab Ardi.


Tya melihat Aditya yang tidak menghiraukan keberadaan kedua orang tuanya. Ia begitu fokus menikmati kerupuk di tangannya.


" Terus itu apa? " tanya Tya melihat kantong plastik di tangan Ardi.


" Ini sayur, tadi kembalian kerupuknya gak ada jadi beli sayur aja " jawab Ardi.


Tya tertawa kecil mendengar suaminya melakukan hal random dengan membeli sayur.


" Ya sudah sana kami mandi. Airnya sudah aku siapin " ucap Tya pada Ardi.


Tya mengambil alih Aditya dan kantong plastik itu dari Ardi lalu mereka masuk ke dalam rumah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2