Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
143. Hamil


__ADS_3

Setelah selesai berpakaian Ardi langsung keluar dari kamarnya untuk menemui orang tuanya dan menelpon dokter yang sering menangani keluarga mereka.


" Ayah ibu " panggil Ardi.


" Ada apa sayang?" tanya Bu Dewi saat melihat Ardi panik.


" Tya pingsan bu. Tolong hubungi dokter Diki " jawab Ardi.


" Apa? Tya pingsan ?" ucap Bu Dewi terkejut.


" Iya bu " jawab Ardi.


" Ibu tenang. Biar ayah hubungi dokter Diki " ucap Pak Gunawan beranjak pergi dari sana untuk menghubungi dokter Diki.


" Dimana istrimu sekarang?" tanya Bu Dewi.


" Di kamar bu " jawab Ardi.


Kemudian mereka berdua pun pergi ke kamar Ardi dan Tya untuk melihat keadaan Tya.


Ceklek.


Pintu pun terbuka dan terlihat Tya yang masih terbaring dengan memejamkan matanya. Bu Dewi pun menghampirinya dan duduk di bibir tempat tidur.


Tak lama datang Pak Gunawan bersama dokter Diki yang memang rumahnya masih berada dalam satu kompleks.


" Tolong periksa menantu saya dok " ucap Pak Gunawan.


Dokter Diki pun mendekati dan mulai memeriksa Tya. Kemudian dokter Diki terlihat tersenyum.


" Hmm bisa kalian jelaskan apa yang terjadi sebelum nona muda pingsan?" tanya dokter Diki.


" Sebelum pingsan Tya merasakan kepalanya pusing. Dia juga mengalami muntah-muntah dan badannya menjadi lemas. Istri saya kenapa dok ?" ucap Ardi.


Tak berapa lama Tya mulai mengerjapkan matanya dan tersadar.


" Sayang, kamu gak papa?" tanya Ardi masih khawatir.


" Anda tenang saja tuan muda. Nona muda baik-baik saja " ucap dokter Diki.


" Nona muda boleh saya bertanya sesuatu?" ucap dokter Diki pada Tya.


" Boleh dok " jawab Tya.


" Kapan terakhir anda menstruasi ?" tanya dokter Diki.

__ADS_1


" Sekitar sebulan yang lalu dok. Ada apa ya dok?" ucap Tya.


" Selamat nona muda. Anda sedang mengandung " ucap dokter Diki.


" Apa dok? Istri saya hamil?" tanya Ardi tak percaya begitu juga Tya.


" Iya tuan muda. Untuk mengetahui keadaan dan usia kandungan nona muda anda bisa menemui dokter obgyn. Saya akan membuat janji untuk anda bisa menemui dokter Santi " jawab dokter Diki.


Tya merasakan bahagia yang luar biasa. Dia pun langsung mengusap perutnya yang masih rata.


" Akhirnya kamu hadir di perut bunda sayang " ucap Tya dalam hati.


" Baik. Terima kasih banyak dok " ucap Ardi senang.


" Sama-sama tuan muda. Kalau begitu saya pamit dulu " ucap dokter Diki.


" Mari saya antar dok " ucap Pak Gunawan.


Setelah Pak Gunawan dan dokter Diki keluar, Bu Dewi langsung memeluk Tya. Dia sangat bahagia karena Tya dan Ardi akan memberinya cucu.


" Selamat ya sayang. Kamu harus jaga baik-baik kandungan kamu " ucap Bu Dewi senang.


" Iya bu " jawab Tya tersenyum.


" Pasti bu. Ardi akan menjaga Tya dengan baik" jawab Ardi.


" Baiklah. Ibu akan membuatkan Tya bubur dulu. Kamu jaga istrimu disini " ucap Bu Dewi.


" Iya bu " jawab Ardi.


Bu Dewi pun pergi meninggalkan Ardi dan Tya. Ardi pun langsung mendekati Tya dan memeluknya. Ardi menghujani wajah Tya dengan ciuman.


" Terima kasih sayang. Kamu sudah memberiku seorang anak " ucap Ardi pada Tya.


" Iya mas " jawab Tya tersenyum.


Kemudian Ardi pun meletakkan tangannya di perut Tya dan mengusapnya.


" Anak ayah baik-baik ya di perut bunda. Kami menantikan kehadiranmu" ucap Ardi.


Tya pun tersenyun melihat Ardi yang mengajak bicara bayi yang belum terbentuk sempurna di dalam perutnya.


" Oh iya mas. Kita belum memberitahu ayah dan ibu berita bahagia ini" ucap Tya.


" Iya sayang. Sekarang kita hubungi mereka " ucap Ardi.

__ADS_1


Ardi pun mengambil ponselnya dan menghubungi nomor mertuanya. Ayah Nadi dan Bu Sari sangat senang saat mendengar bahwa mereka akan segera memiliki cucu. Mereka akan pergi ke Jakarta secepatnya.


Kemudian terdengar suara ponsel Tya berbunyi. Ardi pun mengambilnya di nakas.


" Siapa mas ?" tanya Tya pada Ardi.


" Yeni sayang " jawab Ardi.


" Angkat mas " ucap Ardi.


Ardi pun mengangkatnya dan di loudspeaker nya agar dia juga bisa mendengarnya.


" Halo Assalamualaikum " ucap Yeni di sebrang sana.


" Walaikumsalam " jawab Ardi dan Tya bersamaan.


" Kalian kemana aja sih? Jam segini belum dateng. Aku dari tadi disini nungguin kalian" ucap Yeni kesal.


" Hari ini kita gak ke kampus Yen " jawab Ardi.


" Kenapa? Kalian sakit ?" tanya Yeni.


" Enggak. Tadi Tya pingsan jadi aku mau nemenin dia hari ini " jawab Ardi.


" Hah? Pingsan? Itu namanya sakit. Tapi kok mau tenang aja sih Ar " ucap Yeni.


" Hmm gini dek. Aku pingsan karena aku lagi hamil " ucap Tya.


" Apa? Hamil?" teriak Yeni.


" Gak usah teriak-teriak juga kali " ucap Ardi menjauh ponsel Tya dari mereka.


" Iya maaf. Beneran mba Tya hamil?" tanya Yeni belum percaya.


" Iya lah beneran " jawab Ardi.


" Asik gue bakal punya ponakan lagi " ucap Yeni senang.


" Aku tutup dulu. Nanti pulang kuliah aku langsung ke sana. Assalamualaikum " ucap Yeni.


" Walaikumsalam " jawab Ardi dan Tya.


Kemudian panggilan telepon itu pun terputus. Ardi dan Tya hanya tersenyum tahu Yeni begitu senang mendengar Tua sedang hamil.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2