
Keesokan paginya, Ardi sudah bersiap-siap untuk pergi rumah sakit. Ia juga akan menemani Leon untuk menemui pelaku penabrakan Yeni yang masih belum mau bicara siapa yang menyuruhanya.
" Sayang aku berangkat ya " ucap Ardi pada Tya setelah selesai sarapan.
" Iya mas " jawab Tya.
Sebenarnya Tya ingin ikut ke rumah sakit untuk melihat keadaan Yeni tapi Ardi melarangnya dengan alasan Aditya tidak ada yang menjaga, ayah dan ibunya juga akan pergi ke acara di panti asuhan. Padahal Ardi tidak ingin Tya melihat keadaan Yeni yang terbaring lemah dan penuh luka. Ia pasti tidak akan tega dan terus mengkhawatirkan Yeni.
" Ayah dan ibu nanti juga akan ke rumah sakit setelah selesai acara di panti asuhan " ucap Pak Gunawan.
" Iya yah " jawab Ardi.
Ardi tak lupa mengecup puncak kepala Tya terlebih dahulu sebelum berangkat.
" Aku langsung ke kampus. Aku gak pulang buat makan siang " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas hati-hati di jalan " jawab Tya.
" Ayah dan ibu juga berangkat ya sayang " ucap Bu Dewi pada Tya.
" Iya bu " jawab Tya.
Setelah suami dan kedua mertuanya berangkat, Tya mendatangi Aditya ya baru selesai dimandikan oleh Mbok Inem.
" Anak bunda udah wangi nih " ucap Tya yang langsung menggendong Aditya.
" Saya ke dapur dulu nona muda " ucap Mbok Inem.
" Iya mbok " jawab Tya.
Tya membawa Aditya ke kamarnya. Aditya terlelap dalam pelukan Tya. Memang ini sudah waktunya Aditya untuk tidur. Diusianya yang baru menginjak dua bulan tapi berat badan Aditya naik dengan pesat. Pipinya juga sangat cuby.
Tya menaruh Aditya di atas tempat tidur lalu ia ikut naik di sampingnya.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel Tya berbunyi. Ternyata dari ayahnya. Tya pun langsung mengangkatnya.
" Halo Assalamualaikum " ucap Tya.
__ADS_1
" Walaikumsalam " jawab Ayah Nadi di seberang sana.
" Bagaimana kabar kamu dan cucu ayah sayang? " tanya Ayah Nadi.
" Alhamdulillah sehat yah. Aditya juga sehat dan tambah gemuk " jawab Tya.
Tya pun mengobrol cukup lama dengan Ayah Nadi. karena memang akhir-akhir ini mereka jarang bertukar kabar.
Sementara itu, setelah ke rumah sakit dan mememani Leon, Ardi pun langsung pergi ke kampus karena hari itu ia ada mata kuliah.
Setelah menyelesaikan satu mata kuliahnya, Ardi pergi ke kantor karena memang ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ia bahkan sampai melupakan makam siangnya.
" Ya ampun udah jam dua. Mending aku ke kantin dulu makan siang " ucap Ardi.
Ardi pun pergi ke kantin dan makan siang. Tapi saat ia akan kembali ke ruangannya, ia bertemu dengan Anita yang sedang mengantarkan berkas dari kantornya.
" Ardi " panggil Anita.
" Bu Anita " ucap Ardi tersenyum.
" Panggil Anita aja jangan ibu " ucap Anita.
" Kamu akhir-akhir ini jarang kelihatan di kantor " ucap Anita.
" Saya sedang sibuk kuliah " jawab Ardi.
" Padahal aku pengen ngajak kamu ngopi " ucap Anita.
" Maaf tapi saya sedang sibuk. Saya permisi dulu " ucap Ardi meninggalkan Anita.
Ardi memang sedang sibuk sekarang. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar bisa pulang cepat juga karena ia merasa sangat lelah.
Pekerjaan Ardi selesai bertepatan dengan jam pulang kantor.
" Akhirnya pulang juga. Capek banget hari ini " ucap Ardi sambil merapikan mejanya.
Ardi mengendarai motornya membelah jalanan sore itu untuk sampai di rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah ia melihat Tya yang sedang memompa asinya.
" Udah pulang kamu mas " ucap Tya mencium tangan Ardi.
" Iya sayang " jawab Ardi mencium kepala Tya.
Ardi ingin mendekati Aditya yang sedang bermain dengan jarinya tapi Tya melarangnya.
" Mandi dulu mas kalo mau pegang Adit " ucap Tya.
Ardi pun menurut. Ia pergi untuk mandi.
Tak butuh waktu lama Ardi keluar dari kamar mandi. Ia memakai baju yang sudah disiapkan Tya.
" Mas jagain Adit dulu. Aku mau naruh asi di kulkas " ucap Tya.
" Iya sayang "jawab Ardi.
Tya menjalankan kursi rodanya keluar kamar.
" Halo anak ayah " ucap Ardi menciumi Aditya.
Aditya pun tertawa.
Ardi mengajak Aditya bermain hingga tidak sadar ia pun terlelap.
Tya kembali ke kamar dan melihat Aditya yang sedang bermain sendiri sedangkan Ardi tertidur.
" Ya ampun ini mah anak yang jagain ayahnya " ucap Tya tersenyum.
" Kamu pasti kecapekan ya mas " ucap Tya mengusap kepala Ardi.
Tya membiarkan Ardi tidur dan akan membangunkannya menjelang magrib.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π