Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
30. Senang


__ADS_3

Ardi sudah sampai di rumah. Dia langsung pergi ke kamarnya untuk mandi lalu melaksanakan sholat Ashar.


Kemudian dia merebahkan tubuhnya di ranjang.


" Akhirnya aku bisa deket lagi sama Tya" gumam Ardi sambil tersenyum.


" Dan ternyata Ayahnya juga gak galak, jadi lebih mudah aku mendekati dia dan keluarganya. semoga memang dia perempuab yang tepat buat aku" gumam Ardi.


Tak lama kemudian Ardi tertidur. Badannya sangat lelah seharian beraktivitas.


Tak terasa sudah masuk waktu magrib tetapi Ardi belum juga bangun. Lalu kakak iparnya pun mendatangi kamarnya dan mengetuknya.


Tok tok tok.


" Ardi, turun ayo sholat magrib dulu" ucap Mba Rina.


Tak ada sahutan dari dalam. Mba Rina pun membuka pintu kamar Ardi. Saat melihat Ardi yang masih tidur dia pun menggelengkan kepalanya.


" Dasar ni anak, pules banget tidurnya sampai dipanggil gak denger" ucap Mba Rina.


Mba Rina pun menghampiri ranjang Ardi.


" Ardi. bangun dah magrib ini" ucap Mba Rina sambil menggoyangkan tubuh Ardi.


Ardi yang merasa tidurnya terganggu pun mengerjapkan matanya dan mendudukkan tubuhnya. Dia pun melihat Mba Rina yang sudah berada di samping ranjangnya.


" Ada apa mba?" tanya Ardi.

__ADS_1


" Bangun, ini udah magrib, ayo sholat dulu" ucap Mba Rina.


Ardi kaget mendengar Mba Rina bilang kalau sudah magrib.


" Astagfirullah, aku lama juga ya tidurnya" ucap Ardi.


" Udah sana ambil wudhu terus kita sholat berjamaah, mas mu udah nunggu" ucap Mba Rina sambil melangkah keluar dari kamar Ardi.


" Iya mba" jawab Ardi.


Kemudian dia ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk mengambil wudhu. Setelah itu dia menuju ruang sholat di rumahnya dan melaksanakan sholat bersama kakak dan kakak iparnya.


Setelah selesai sholat mereka mengganti pakaian dengan baju rumahan dan makan malam bersama.


Ardi makan dengan sangat lahap. Dan dia selalu mengukir senyum di bibirnya. Mba Rina dan Mas Andi pun saling berpandangan karena melihat tingkah Ardi yang aneh.


" Ar, tumben kamu makannya lahap banget, sambil senyum-senyum lagi" ucap Mas Andi sambil melihat ke arah adiknya.


" Seneng kenapa?" tanya Mas Andi.


" Nanti aja gobrolnya, sekarang makan aja dulu" ucap Mba Rina.


Mereka pun melanjutkan makan malam. Setelah selesai makan mereka duduk di ruang keluarga sambil mengobrol.


" Ceritain sama mas. kamu seneng kenapa?" tanya Mas Andi.


Ardi tersenyum menjawab pertanyaan kakaknya. " Aku udah berhasil meyakinkan Tya, dia udah gak ngehindarin aku lagi" ucap Ardi.

__ADS_1


" Bagus dong kalo gitu" ucap Mba Rina antusias.


" Mba jadi pengen tau gimana Tya" lanjut Mba Rina.


" Iya mas juga, kamu jangan buat dia kecewa lagi" ucap Mas Andi


" Iya mas, aku bakal buktiin sama dia kalo aku tu tulus sama dia" jawab Ardi.


" Bagus kalo gitu" ucap Mas Andi sambil menepuk pundak Ardi.


Ardi menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Oh iya Ar, tadi kenapa kamu pulang telat?" tanya Mba Rina.


" Tadi aku nganterin Tya pulang mba, terus diajak ngobrol sama Ayahnya jadi lama disana" ucap Ardi.


" Wih, cepet banget kamu udah ngobrol sama Ayahnya" ucap Mas Andi sambil tertawa.


" Terus Ayahnya gimana ke kamu?" tanya Mba Rina.


" Ayahnya baik mba" jawab Ardi.


" Aduh mas, kayanya Ardi udah dapat restu dari orang tuanya Tya" ucap Mba Rina pada suaminya.


Mas Andi hanya tertawa, sedangkan Ardi langsung salah tingkah malu, dia jadi menyesal menceritakan pada kakak dan kakak iparnya jika digoda begini.


" Ardi ke atas dulu" ucap Ardi langsung menuju kamarnya.

__ADS_1


Mba Rina dan Mas Andi pun hanya tertawa melihat tingkah Ardi.


Setelah itu, Mba Rina dan Mas Andi menuju kamarnya untuk istirahat. Mba Rina yang tengah hamil sangat mudah lelah.


__ADS_2