
Usia kandungan Tya sudah memasuki empat bulan. Hari ini akan diadakan acara syukuran empat bulanan kehamilan Tya. Ayah Nadi dan Bu Sari serta Khaya sudah sampai di Jakarta kemarin sore. Paman Yendi dan Bibi Yosi orang tua Yeni juga pergi ke Jakarta untuk menghadiri acara itu. Sedangkan Mas Andi dan Mba Rina serta Alika sudah datang sejak dua hari yang lalu.
Semua orang sangat sibuk termasuk Ardi. Ardi ingin memastikan bahwa acara itu berjalan dengan lancar.
" Sayang apa kamu sudah siap?" tanya Ardi pada Tya yang berada di depan meja riasnya.
" Sudah mas " jawab Tya.
Tya terlihat sangat cantik dengan menggunakan gamis berwarna grey dengan hijab dengan warna yang sama.
" Kamu cantik banget sayang hari ini" ucap Ardi menghampiri Tya.
" Jadi aku cantiknya cuma hari ini aja mas?" ucap Tya.
" Ya enggak sayang. Kamu tiap hari cantik tapi hari ini kamu bener-bener cantik " jawab Ardi.
" Makasih mas " ucap Tya tersenyum.
" Sama-sama sayang " jawab Ardi.
Tok tok tok.
Terdengar suara pintu kamar mereka diketuk.
" Mba ini aku Yeni " ucap Yeni dari luar.
" Masuk aja Yen. Gak dikunci pintunya " ucap Ardi.
Pintu pun terbuka. Terlihat Yeni yang tersenyum dan menghampiri mereka.
" Wah mba cantik banget " ucap Yeni pada Tya.
__ADS_1
" Makasih dek " ucap Tya tersenyum.
Yeni pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Sayang aku keluar dulu. Kamu sama Yeni dulu ya " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi pun keluar dari kamar. Tinggallah Tya dan Yeni. Tya menyuruh Yeni duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.
" Perut mba udah kelihatan ya " ucap Yeni pada Tya.
" Iya dek " ucap Tya mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit.
" Aku boleh pegang gak ?" tanya Yeni.
" Boleh dong " jawab Tya.
Tya tersenyum melihat Yeni yang mencoba bicara pada bayi dalam kandungannya.
Setelah mengobrol cukup lama dan membahas berbagai hal Tya dan Yeni pun keluar dari kamar karena acara akan segera dimulai.
Setelah melewati beberapa rangkaian acara mereka pun makan siang bersama dengan tamu undangan dan anak anak yatim dari sebuah panti asuhan.
Sebagian teman-teman Ardi dan Tya juga hadir dalam acara tersebut.
" Selamat ya Tya. Semoga kamu dan anak kalian sehat sampai melahirkan nanti " ucap Siska pada Tya.
" Makasih banyak ya " ucap Tya tersenyum.
" Tya, Ardi minta jatah terus ya tiap malem langsung jadi gitu ?" tanya Frans pada Tya.
__ADS_1
Tya yang mendapatkan pertanyaan itu pun menjadi malu. Mana mungkin dia mengatakan hal seperti itu saat banyak orang seperti ini.
" Jelas saja. Mana mungkin aku menolak jika ada hal yang enak seperti itu " ucap Ardi.
" Iya kan sayang ?" lanjutnya pada Tya.
Tya yang sudah malu menjadi tambah malu karena ucapan Ardi. Tya mencubit perut Ardi.
" Aw kok dicubit sih " ucap Ardi memegang bekas cubitan Tya.
" Biarin " jawab Tya menyebikkan bibirnya.
Ardi pun tersenyum melihat Tya yang menurutnya sangat lucu. Ardi pun menarik kepala Tya dan mencium pucuk kepalanya.
" Hey kalian kalau mesra-mesraan jangan di depan kita dong " ucap Yeni.
" Biarin aja. Udah sah juga. Kalau kalian iri ya nikah juga dong biar bisa kaya kita " jawab Ardi merangkul Tya.
" Kalo lo mau gue sih siap nikahin lo Yen " ucap Aska pada Yeni.
" Apaan sih lo Ka " ucap Yeni kesal.
Semuanya pun tertawa melihat wajah kesal Yeni. Tapi tidak dengan Leon. Dia terlihat marah saat Aska mengatakan itu.
Karena sudah beranjak siang dan acara telah selesai mereka semua pun pamit untuk pulang. Setelah teman-teman mereka pulang Ardi dan Tya pun pergi ke kamar mereka untuk beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ
Saya minta maaf pada para pembaca semua karena beberapa hari ini saya tidak bisa up karena saya sendiri sedang sibuk π Tapi Alhamdulillah hari ini saya bisa up kembali π
Tak lupa saya juga mengucapkan selamat hari raya idul fitri π Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin ππ
__ADS_1