
Keesokan harinya, Ardi sudah bersiap berangkat ke sekolah. Karena luka yang dialaminya tidak parag jadi dia langsung sekolah. Sedangkan Tya butuh istirahat beberapa hari karena lukanya belum kering.
Ardi turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya. Disana sudah ada Ayah dan Ibunya serta pelatih yang biasa melatihnya yaitu Teno. Ardi biasa menyebutnya Kakak, karena Teno masih cukup muda dan sekaligus dia adalah kakak dari Angga. Sedangkan Mas Andi dan Mba Rina masih di kamar mengurus bayi mereka
" Pagi Ayah Ibu " sapa Ardi. " Pagi paman " lanjut Ardi.
" Pagi sayang " jawab Bu Dewi.
" Pagi " ucap Paman Teno.
Kemudian Ardi duduk di kursi sebelah ibunya. Kemudian mereka sarapan dengan tenang.
" Ardi, mulai hari ini Teno akan melatihmu setiap hari. Karena kamu sekolah, kamu bisa mulai latihan malam hari. Angga juga ayah tempatkan disini untuk membantumu. Ayah tidak ingin ada kejadian seperti kemarin lagi " ucap Pak Gunawan pada Ardi setelah selesai makan.
" Baik yah " jawab Ardi sopan.
" Ayah dan ibu juga akan kembali ke Jakarta hari ini " ucap Pak Gunawan.
" Iya yah, ayah dan ibu hati-hati kembali ke Jakarta " ucap Ardi.
" Ardi berangkat sekolah dulu " ucap Ardi kemudian mencium tangan kedua orang tuanya.
" Hati-hati sayang " ucap Bu Dewi dan Ardi pun menganggukkan kepalanya.
" Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab mereka bersamaan.
Ardi menuju garasi untuk mengambil motornya kemudian melajukannya ke jalanan. Ardi akan ke rumah Tya terlebih dahulu.
Sesampainya di rumah Tya, Ardi langsung mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
__ADS_1
Tok tok tok.
" Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab Bu Sari dari dalam.
Ceklek.
Bu Sari membuka pintu dan Ardi langsung menyalaminya.
" Nak Ardi. Ayo masuk " ucap Bu Sari kemudian memasuki rumah diikuti oleh Ardi di belakang.
" Mau ketemu Tya kan?" ucap Bu Sari saat sudah sampai di dalam.
" Iya bi " jawav Ardi tersenyum.
" Tya ada di kamarnya, bibi panggil dulu " ucap Bu Sari.
" Ya udah ayo nak " ucap Bu Sari kemudian menuju kamar Tya.
Bu Sari mengetuk pintu kamar Tya.
Tok tok tok.
" Kak, ibu boleh masuk " ucap Bu Sari.
" Masuk aja bu " jawab Tya.
Bu Sari pun membuka pintu Tya lalu memasukinya diikuti oleh Ardi di belakang. Terlihat Tya yang sedang memakan sarapannya.
" Ini ada nak Ardi " ucap Bu Sari. Ardi pun tersenyum di belakang Bu Sari.
__ADS_1
" Bibi tinggal dulu ya " ucap Bu Sari.
" Iya bi " jawab Ardi.
Kemudian Ardi duduk di tepi tempat tidur Tya lalu mengambil alih piring yang pegang Tya.
" Biar aku suapin " ucap Ardi tersenyum.
" Gak usah aku bisa makan sendiri " tolak Tya.
" Pokoknya aku suapin " ucap Ardi tidak mau dibantah.
" Ayo aaa " ucap Ardi menyuapi Tya.
Tya pun membuka mulutnya menerima suapan Ardi dan mulai mengunyah makanannya.
" Aku sudah mulai latihan hari ini. Pelatihku sudah datang dari Jakarta. Jadi kemungkinan kita bakal ketemu saat sekolah aja " ucap Ardi sambil terus menyuapkan makanan ke mulut Tya.
" Gak papa yang penting masih bisa ketemu kan. lagian kan emang biasanya kita ketemu kalo sekolah doang " jawab Tya.
" Ya aku kan gak bisa main lagi kesini atau ajak kamu jalan " ucap Ardi.
" Gak papa. Kamu yang rajin latihannya. Semangat juga " ucap Tya tersenyum.
" Makasih sayang " ucap Ardi juga tersenyum.
Wajah Tya memerah mendengar kata sayang keluar dari mulut Ardi walaupun bukan yang pertama kalinya.
" Ini suapan terakhir " ucap Ardi menyuapkan makanan pada Tya dan Tya menerima dengan senang hati.
Karena hari sudah semakin siang, Ardi pun pamit untuk berangkat ke sekolah setelah menyuapi Tya.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ