
Tya terbangun di tengah malam karena tenggorokannya merasakan haus. Tya mulai mengerjapkan matanya dan perlahan matanya terbuka. Terlihat Ardi yang tertidur dengan masih memeluknya.
Tya menyingkirkan tangan Ardi dari perutnya agar memudahkan untuk duduk. Tya mengambil air yang ada di nakas dan meminumnya.
Tiba-tiba Tya merasa perutnya lapar. Tya melihat jam dinding masih menunjukkan pukul satu dini hari.
" Masih jam satu " gumam Tya.
Kemudian Tya mengambil ponselnya. Dia melihat semangkok bakso di salah satu postingan temannya. Perutnya yang lapar menginginkan bakso dengan kuah yang panas dan pedas. Liurnya langsung keluar hanya dengan membayangkannya saja.
Tya tidak bisa menahan keinginannya lagi untuk makan bakso. Dia pun membangunkan Ardi yang sedang terlelap tidur di sampingnya.
" Mas bangun " ucap Tya sambil menggoyangkan tubuh Ardi.
Ardi yang merasa tidurnya terganggu pun mulai membuka matanya.
" Mas ayo bangun " ucap Tya lagi.
" Ada apa sayang ?" tanya Ardi mendudukkan tubuhnya di sebelah Tya.
" Mas aku pengen makan bakso " jawab Tya pada Ardi.
" Tapi ini udah tengah malam sayang. Besok aja ya" ucap Ardi.
" Aku pengennya sekarang mas bukan besok " ucap Tya.
" Tapi sayang penjual baksonya juga udah tutup jam segini " ucap Ardi.
" Kalo kamu gak mau nurutin mau aku. Aku minta antar Kak Angga aja buat beli baksonya" ucap Tya pada Ardi.
" Ayah kamu gak sayang bunda sama kamu nak " ucap Tya mulai meneteskan air matanya dan hendak turun dari tempat tidur.
Ardi yang melihat itu langsung mencegah Tya. " Eh sayang mau kemana?" ucap Ardi.
" Pergi " jawab Tya dengan suara tangisnya.
" Eh sayang kok nangis. Udah ya jangan nangis. Sekarang aku beliin kamu baksonya ya " ucap Ardi membujuk Tya.
" Beneran ya mas " ucap Tya.
__ADS_1
" Iya sayang. Tapi kamu jangan nangis lagi " ucap Ardi menghapus air mata Tya dengan ibu jarinya.
Tya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Kamu tunggu disini. Aku keluar dulu beli bakso buat kamu " ucap Ardi.
" Aku ikut mas " ucap Tya.
" Tapi ini sudah malam sayang. Gak baik buat kamu dan calon anak kita " ucap Ardi.
" Pokoknya aku mau ikut " ucap Tya hendak menangis lagi.
" Baiklah " jawab Ardi tak mau Tya menangis lagi.
Ardi pun berjalan menuju lemari untuk mengambil jaket miliknya dan Tya.
" Huft kenapa semenjak hamil Tya jadi gampang nangis gini " gumam Ardi.
Ardi pun menghampiri Tya yang masih berada di tempat tidur.
" Ini sayang pake dulu " ucap Ardi memberikan jaket pada Tya.
" Mas itu penjual baksonya " ucap Tya antusias menunjukkan penjual bakso dengan gerobak.
Ardi pun memberhentikan mobilnya di samping gerobak bakso tersebut. Ardi pun membantu Tya untuk turun lalu mereka menghampiri penjual bakso tersebut.
" Mang baksonya dua ya " ucap Ardi pada penjual bakso tersebut.
" Baik mas " jawab penjual bakso tersebut.
Mereka pun menunggu penjual bakso tersebut. Tak lama penjual bakso tersebut mengantarkan pesanan mereka.
" Ini mas mba. Silahkan dinikmati " ucap si penjual bakso.
" Terima kasih mang " ucap Ardi.
" Ayo sayang dimakan " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas " jawab Tya.
__ADS_1
Tya pun mulai menuangkan saos dan juga sambal pada baksonya. Ardi yang melihat Tya menuang cukup banyak sambal pun menghentikannya.
" Sudah sayang jangan banyak-banyak. Nanti kamu sakit perut " ucap Ardi dan Tya pun menganggukkan kepalanya.
Tya mulai menyuapkan bakso ke mulutnya. Ardi tersenyum saat melihat Tya memakan bakso tersebut dengan lahap.
" Pelan-pelan aja sayang makannya " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Tya pun menghabiskan bakso itu sampai tak tersisa.
" Udah kenyang sayang ? Atau mau lagi?" tanya Ardi pada Tya.
" Udah kenyang mas " jawab Tya.
" Ya udah kita sekarang pulang ya " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi pun membayar bakso yang mereka makan. Setelah itu mereka pun menaiki mobil dan melajukannya untuk pulang.
" Mas makasih ya " ucap Tya tersenyum.
" Iya sayang. Apapun akan aku lakukan untuk kamu dan anak kita " ucap Ardi mengusap lembut perut Tya.
Karena jarak dari rumah cukup jauh Tya pun tertidur. Setelah sampai di rumah Ardi tidak tega membangunkan Tya. Akhirnya dia pun menggendong Tya memasuki rumah.
Saat mereka memasuki rumah tak sengaja melihat Bu Dewi yang baru saja hendak ke dapur untuk mengambil minum.
" Loh kalian dari mana malam-malam begini? Dan kenapa istrimu ?" tanya Bu Dewi pada Ardi.
" Tya tidur bu. Tadi Tya ingin makan bakso jadi kami membelinya keluar " jawab Ardi.
" Ya sudah. Bawa istrimu ke kamar sekarang " ucap Bu Dewi pada Ardi.
" Iya bu " jawab Ardi.
Ardi pun melangkahkan kakinya menuju kamar mereka. Sesampainya di kamar Ardi langsung merebahkan Tya di tempat tidur. Kemudian dia ikut merebahkan tubuhnya lalu memeluk Tya dan tidur.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ