
Dua bulan telah berlalu. Tya sudah bisa berjalan dengan normal tanpa bantuan kursi roda ataupun tongkat lagi. Tya sangat rajin berlatih berjalan dan menjalani terapi hingga ia bisa berjalan lagi, apalagi Ardi yang selalu ada di sampingnya dan selalu mendukungnya.
Orang tua Tya dan yang lainnya belum tahu jika Tya sudah bisa berjalan dengan normal kecuali orang rumah dan dokter yang menangani Tya karena Tya ingin memberikan kejutan pada mereka. Ardi dan Tya juga akan pergi ke Surabaya untuk memberikan kejutan kepada kedua orang tua Tya. Mereka juga akan membawa Aditya bersama mereka.
Tya membangunkan Ardi yang tidur lagi bersama Aditya setelah melaksanakan sholat subuh. Tya tersenyum melihat Aditya yang tidur di atas perut Ardi.
" Mas ayo bangun. Kamu harus ke kampus kan buat ujian terakhir hari ini " ucap Tya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya Ardi.
Ardi pun mulai membuka matanya. " Iya sayang, aku bangun " jawab Ardi dengan suara yang serak.
Setelah suaminya itu bangun, kini Tya membangunkan putranya itu yang masih terlelap di atas perut sang ayah.
" Sayangnya Bunda, ayo bangun " ucap Tya mengangkat Aditya dari atas perut Ardi.
Aditya membuka matanya dan langsung memeluk Tya. Ia masih merasa lemas karena baru saja bangun tidur.
" Sekarang kamu mandi Mas, aku sudah siapin air hangat buat kamu mandi. Aku mau bawa Adit ke taman buat berjemur " ucap Tya pada Ardi.
" Iya sayang" jawab Ardi.
Tya keluar dari kamar dan membawa Aditya ke taman untuk berjemur. Itu yang ia lakukan setiap pagi. Apalagi Aditya sekarang sudah bisa berdiri dan mulai belajar berjalan.
__ADS_1
Setelah Tya keluar, Ardi bangun dan beranjak pergi ke kamar mandi karena ia harus pergi ke kampus karena masih ada ujian. Setelah itu akan libur dan ia akan pergi ke Surabaya bersama Tya dan Aditya.
Setelah cukup lama berjemur, Tya pun membawa Aditya kembali ke dalam rumah. Ia akan memandikan Aditya.
Tya melihat Ardi sudah rapi dengan pakaian yang sudah ia siapkan tadi. Ia sedang menyisir rambutnya di depan meja rias.
" Kamu ke meja makan duluan aja Mas. Aku mandiin Adit dulu " ucap Tya.
" Aku tunggu aja. Biar kita keluar bareng-bareng " jawab Ardi.
Kemudian Tya membawa Aditya ke kamar mandi. Ia memandikan Aditya dengan cepat karena balita itu sangat suka dengan air. Aditya tidak akan mau keluar dari air nanti.
" Yah Yah " panggil Aditya saat Tya sedang menyisir rambutnya.
Aditya tertawa dan mengulurkan tangannya pada Ardi. Ardi pun langsung membawa Aditya ke dalam gendongannya.
Setelah itu mereka pun keluar dari kamar. Mereka bergabung dengan Pak Gunawan dan Bu Dewi yang sudah berada di meja makan. Ardi meletakkan Aditya di kursi makan khusus bayi.
" Mam mam " celoteh Aditya yang sepertinya sudah lapar.
" Cucu Opa sudah lapar ya " ucap Pak Gunawan pada Aditya.
__ADS_1
Aditya hanya tertawa saja. Bayi berusia sepuluh bulan itu memang suka sekali tertawa.
" Bentar ya sayang, Bunda ambil makanan kamu " ucap Tya pada Aditya.
Tya pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah ia siapkan untuk Aditya.
Tak lama Tya kembali dengan semangkuk makanan Aditya di tangannya.
" Ayah, Ibu, aku mau buat acara syukuran Tya yang sudah bisa berjalan kembali setelah pulang dari Surabaya " ucap Ardi pada kedua orang tuanya.
" Bagus itu. Ayah setuju " jawab Pak Gunawan.
" Iya sayang. Kalian tenang aja, biar Ibu yang siapin semua " tambah Bu Dewi.
Setelah itu mereka pun sarapan bersama. Tya dengan telaten menyuapi Aditya dan juga memakan makanannya sendiri.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " ππ
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π