
Hari-demi hari dilalui, hari ini adalah hari terakhir ulangan. Hari ini Ayah Nadi yang akan mengantarkan Tya ke sekolah.
Setelah sampai di kelas, Yeni menghampiri Tya.
" Mba, aku pinjam buku mba dong, catetanku gak gak ada" ucap Yeni.
" Dasar kamu tuh" ucap Tya menggengkan kepalanya tersenyum.
Tya pun mengambil buku di tasnya.
"Nih" ucap Tya sambil memberikan bukunya ke Yeni.
" Makasih mbaku sayang" ucap Yeni sambil memeluk Tya.
" Sama-sama" ucap Tya membalas pelukan Yeni.
Tak lama teman-teman mereka datang menghampiri mereka termasuk Ardi.
" Mau dipeluk juga dong" ucap Aska.
Yeni dan Tya melepas pun pelukan mereka.
" Ih ogah banget deh meluk-meluk kamu nanti aku alergi" ucap Yeni pada Aska.
" Ya ampun ayang Yeni kamu kira aku ini apa" ucap Aska menampilkan wajah sok sedihnya.
" Kamu tu kuman yang sukanya godain aku" ucap Yeni.
__ADS_1
" Haaaa di bilang kuman" ucap Reno sambil tertawa.
" Ih jahat banget sii" ucap Aska melas.
" Lo juga si Ka main minta peluk peluk aja" ucap Ardi yang juga ikut tetawa.
" Ya kan siapa tau mau meluk aku" ucap Aska.
" Jangan mimpi deh" ucap Yeni.
Aska hanya mencebikkan bibirnya karena jawaban Yeni. Semua yang melihat Aska pun tertawa.
" Kamu harus usaha lebih keras lagi deh Ka" ucap Tya sambil tertawa.
" Kurang gimana lagi aku sih, Yeni tetep aja gitu" ucap Aska sok sedih.
Tak lama lonceng pun berbunyi dan mereka memulai ulangan di hari terakhir. Setelah selesai mengerjakan soal ulangan mereka pun satu per satu pulang.
Saat pulang Ardi menemani Tya, karena Yeni sengaja membuat alasan supaya Tya bisa berdua dengan Ardi.
"Mba aku pulang duluan ya ditunggu ibu soalnya, mba sama Ardi aja" ucap Yeni yang melihat Ardi sudah dekat mereka.
Belum sempat Tya menjawab Yeni sudah berlari meninggalkan mereka. Kini tinggal lah mereka berdua.
" Kamu pulang aja duluan" ucap Tya tak enak jika Ardi harus menemaninya.
" Aku mau nemenin kamu di sini" ucap Ardi tersenyum lalu berjongkok di sebelah Tya.
__ADS_1
" Ya sudah" ucap Tya.
Mereka pun mengobrol sambil menunggu jemputan Tya. Tya dan Ardi memang semakin dekat semenjak hari itu.
Setelah lumayan lama menunggu akhirnya Ayah Nadi datang menjemput Tya.
" Assalamualaikum" ucap Ayah Nadi.
" Walaikumsalam" jawab Tya dan Ardi bersamaan.
" Maaf ya ayah telat" ucap Ayah Nadi. " Kok ada nak Ardi?" lanjut Ayah Nadi.
" Iya yah, Ardi yang nemenin aku" ucap Tya sedikit takut karena dia hanya berdua dengan Ardi.
" Oh, makasih ya nak Ardi sudah menemani Tya" ucap Ayah Nadi menepuk pundak Ardi.
" Iya paman, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Ardi tersenyum dan Ayah Nadi menganggukkan kepalanya.
" Iya hati-hati di jalan" ucap Ayah Nadi pada Ardi.
" Iya paman" jawab Ardi sambil langsung menyalami Ayah Nadi.
" Assalamualaikum" ucap Ardi.
" Walaikumsalam" jawab Ayah Nadi dan Tya bersamaan.
Ardi pun segera melangkahkan kakinya pergi ke parkiran mengambil motornya. Tapi sebelum pergi Ardi melihat ke arah Tya dan tersenyum padanya. Tya pun membalas Ardi dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Setelah Ardi pergi, Ayah Nadi dan Tya juga segera menaiki motor dan melaju menuju rumah mereka