Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
241. Tinggalkan Dia


__ADS_3

Anita akan pergi menemui Tya setelah Ardi menolaknya kemarin dan berbicara kepadanya agar ia mau meninggalkan Ardi. Ia akan menjatuhkan harga dirinya karena ia ingin memiliki Ardi.


" Aku akan membuat mereka berpisah dan Ardi bisa jadi milik aku " ucap Anita.


Anita pun menaiki mobilnya dan melajukannya menuju kediaman keluarga Wicaksono. Anita dapat masuk ke rumah itu dengan mengatasnamakan ia ingin bertemu dengan Tya dan Tya sepertinya menerimanya dengan memberikan izin masuk.


Tya yang akan menidurkan Aditya pun dikagetkan dengan tamu yang ingin bertemu dengannya.


" Siapa mbok tamunya? " tanya Tya pada Mbok Inem.


" Dia bilang namanya Anita nona muda " jawab Mbok Inem.


" Anita? Kenapa dia mau menemui aku? " tanya Tya dalam hati.


" Ya udah mbok tolong bawa dia ke gazebo belakang ya dan suruh tunggu sebentar. Saya mau menidurkan Aditya dulu " ucap Tya karena Aditya sudah mengantuk.


" Baik nona muda " jawab Mbok Inem.


Setelah itu Mbok Inem pun menghampiri Anita yang masih di luar.


" Silahkan nona anda tunggu disini. Nona muda masih menidurkan tuan kecil " ucap Mpok Inem pada Anita setelah mereka sampai di gazebo belakang.


" Iya terima kasih " jawab Anita.


Mbok Inem pun pergi meninggalkan Anita dan membuatnya minuman.

__ADS_1


Setelah Aditya benar-benar tertidur, Tya pun keluar dari kamarnya. Ia melihat Mbok Inem yang seperti baru kembali setelah membuatkan minuman untuk Anita. Ia pun meminta Mbok Inem menjaga Aditya karena di rumah tidak ada orang. Bu Dewi pergi untuk acara amal


" Mbok tolong jaga Adit dulu. Saya mau menemui tamu " ucap Tya pada Mbok Inem.


" Baik nona muda " jawab Mbok Inem.


Tya pun langsung pergi ke gazebo belakang. Terlihat disana Anita sedang duduk.


" Maaf membuat lama menunggu " ucap Tya di kursi rodanya.


" Tidak masalah " jawab Anita.


" Silahkan diminum " ucap Tya mempersilahkan Anita.


Bagaimana pun Anita adalah tamu dan ia harus menghormatinya.


" Saya ingin meminta satu hal yang berharga dari kamu " jawab Anita.


" Hal berharga? " ucap Tya.


" Iya, saya minta kamu melepaskan Ardi untuk saya " jawab Anita.


Tya sudah tahu Anita menyukai Ardi tapi ia tidak menyangka Anita akan meminta langsung padanya untuk melepaskan Ardi.


Tya tersenyum. " Kenapa saya harus melepaskan suami saya untuk Mba Anita? " tanya Tya dengan tenang.

__ADS_1


Anita tidak mengira dan cukup terkejut karena Tya menghadapinya dengan tenang.


" Ardi tidak bahagia bersama kamu. Biarkan dia menikah dengan saya dan bahagia " jawab Anita.


" Darimana Mba Anita bisa berkata Mas Ardi tidak bahagia bersama saya. Apa Mas Ardi sendiri yang mengatakannya? " ucap Tya.


" Tidak perlu Ardi mengatakannya. Kamu itu seharusnya sadar kalau kamu yang seperti ini tidak akan bisa membahagiakan Ardi jadi lebih baik kamu lepaskan. Biarkan dia bahagia bersama saya " jawab Anita.


" Apa tidak ada laki-laki lain yang tertarik pada Mba Anita sehingga Mba Anita sampai merendahkan harga diri dengan meminta suami orang " ucap Tya tersenyum.


Tya sebenarnya sudah sangat marah tapi ia berusaha untuk tetap tenang.


" Jangan asal bicara ya " ucap Anita emosi.


" Mba Anita itu cantik pasti banyak laki-laki yang menyukai Mba Anita. Kenapa sampai Mba Anita menginginkan suami saya " ucap Tya.


" Saya sudah tau Mba Anita itu menyukai suami saya, saya tidak bisa melarang itu. Tapi tolong lihat kalau laki-laki yang Mba Anita sukai itu sudah memiliki istri dan anak. Coba Mba Anita posisikan diri Mba Anita sebagai saya dengan keadaan seperti ini. Mba Anita itu juga perempuan pasti Mba Anita tau perasaan saya bagaimana. Istri mana yang bisa melepaskan suaminya untuk perempuan lain. Bagaimana juga nasib anak saya jika orang tuanya berpisah. Tolong Mba Anita pikiran " lanjut Tya panjang lebar.


Anita terdiam mendengar ucapan Tya. Ia tidak bisa membayangkan betapa sakit hatinya ia jika berada di posisi itu. Ia tidak berpikir sampai ke sana. Ia hanya ingin bersama Ardi, itu yang ada dalam pikirannya. Untuk nasib anak, ia juga korban dari perceraian kedua orang tuanya dan ia tumbuh tanpa kasih sayang dari ibunya. Ia tahu rasanya tumbuh dengan orang tua yang berpisah.


Setelah mencoba memikirkan ucapan Tya, Anita pun langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2