
Setelah dirawat selama seminggu di rumah sakit, akhirnya Tya dan putra sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Mereka akan dijemput oleh Mas Andi dan Mba Rina. Sedangkan orang tua mereka menyiapkan semua kebutuhan Tya dan baby boy.
Ceklek.
Terlihat pintu terbuka dan ada Ardi yang baru saja kembali mengurus administrasi. Ardi menghampiri Tya yang sedang menyusui baby boy.
" Sudah beres semua mas?" tanya Tya.
" Sudah sayang. Kita tinggal menunggu Mas Andi dan Mba Rina aja " jawab Ardi.
Tya pun menganggukkan kepalanya lalu melihat ke baby boy yang sudah mulai terlelap.
" Uh putra ayah kok ***** terus. Gantian dong sama ayah. Itu kan punya ayah juga" ucap Ardi sambil menoel-noel pipi baby boy.
Tya yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya.
"Apa sih kamu mas. Masa minta gantian sama anak " ucap Tya.
" Sebelum di monopoli anak kita kan itu punya aku sayang. Jadi sekarang harus berbagi " jawab Ardi.
" Mana bisa seperti itu mas. Ini hanya punya baby boy " ucap Tya.
" Tapi sayang.... " ucapan Ardi terhenti saat terdengar suara salam dari luar.
" Assalamualaikum " ucap Mas Andi dan Mba Rina yang sudah datang.
" Walaikumsalam " jawab Ardi dan Tya.
Tya pun melepas pangutan putranya yang sudah terlelap dan merapikan bajunya.
__ADS_1
Mas Andi membuka pintu lalu masuk dan diikuti oleh Mba Rina.
" Sudah siap semua?" tanya Mas Andi.
" Sudah mas " jawab Ardi.
" Kalau begitu kita pulang sekarang sebelum tambah siang : ucap Mas Andi.
Mba Rina menghampiri Tya yang masih berada di atas brankar.
" Sini biar mba yang gendong " ucap Mba Rina.
Tya pun memberikan putranya agar digendong oleh Mba Rina.
Kemudian Ardi membantu Tya ke kursi rodanya. Sedangkan Mas Andi membawa barang-barang mereka. Setelah memastikan tidak ada lagi yang tertinggal mereka pun langsung pergi dari ruangan tersebut untuk kembali ke kediaman Keluarga Wicaksono.
Setelah tiga puluh menit perjalanan, akhirnya mereka pun telah tiba di kediaman Keluarga Wicaksono. Terlihat semua orang menyambut kedatangan Tya dan baby boy.
" Selamat datang kembali sayang " ucap Bu Dewi pada Tya.
" Terima kasih bu " ucap Tya tersenyum.
Sedangkan Bu Sari langsung mengambil cucunya dari gendongan Mba Rina.
" Aduh cucu nenek makin ganteng aja " ucap Bu Sari mencium baby boy.
" Ayo kita masuk sekarang. Tya harus banyak istirahat " ucap Bu Dewi.
Kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah. Bu Dewi menyuruh Ardi membawa Tya ke kamar mereka untuk langsung beristirahat. Kamar mereka sudah sedikit dirubah dengan ada sebuah pintu yang menghubungkannya ke kamar baby boy yang disiapkan oleh Pak Gunawan.
__ADS_1
" Kamu istirahat lah mumpung anak kalian juga tidur. Jika ada apa-apa atau butuh bantuan panggil ibu" ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Tya tersenyum.
" Ibu juga keluar ya sayang " ucap Bu Sari mengusap sebelah pipi Tya.
Tya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah kedua orang ibu itu keluar dari kamar, Tya merebahkan tubuhnya di samping baby boy.
" Jadi anak yang sholeh ya nak. Bisa buat bangga ayah dan bunda " ucap Tya lala mencium kening baby boy.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka dan itu adalah Ardi.
" Dia masih tidur sayang?" tanya Ardi lalu naik ke atas tempat tidur.
" Iya mas " jawab Tya.
" Aku gak nyangka kita sudah jadi orang tua " ucap Ardi mengusap kepala baby boy.
" Iya mas aku juga "ucap Tya.
" Harus kerja keras lagi ni ayah untuk masa depan putra ayah. Biar putra ayah ini bisa sekolah yang tinggi dan beli banyak mainan " ucap Ardi.
Ardi menciumi putranya yang tidak terusik sedikit pun karena perbuatannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku "ππ
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π