Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
29. Ayah


__ADS_3

Sesampainya di parkiran Ardi mendudukkan Tya di motornya. Tapi saat Ardi hendak menyalakan motornya Cintia menghampiri mereka.


" Ardi" panggil Cintia, tapi Ardi tak menghiraukannya.


" Ar, itu Cintia memanggilmu" ucap Tya.


" Biarkan saja" jawab Ardi.


Tya kesal karena Ardi tak menghiraukannya dan malah berbicara pada Tya.


" Ardi. kamu kenapa gitu sih" ucap Cintia sambil memegang lengan Ardi tapi langsung ditepisnya.


" Jangan pegang aku" ucap Ardi ketus.


" Kamu jahat, kenapa juga kamu sama Tya ini. merepotkan saja" ucap Cintia sinis sambil melihat ke arah Tya.


Tya hanya menundukkan kepalanya. Ardi yang mengetahui itu malah mengambil tangan Tya dan menaruhnya di pinggangnya.


" Aku mau mengantar Tya pulang" jawab Ardi.


" Merepotkan saja, emang orang tuanya kemana, kamu jangan mau dimanfaatkan kamu aja" ucap Cintia.


" Tutup mulut mu dan jangan ganggu aku lagi" ucap Ardi lalu melajukan motornya menuju rumah Tya.


Cintia sekali lagi sangat kesal karena sikap Ardi kepadanya.


Di perjalanan Tya hanyar terdiam dan Ardi mengetahui Tya terdiam karena ucapan Cintia tadi. Ardi memegang tangan Tya yang berada di pinggangnya.


" Kamu jangan dengar kan kata-katanya tadi" ucap Ardi sambil mengelus tangan Tya.


" Iya " ucap Tya.


Merekapun sampai di rumah Tya. Ardi langsung menggendong Tya. Sampai di depan pintu Tya langsung mengetuk pintu.

__ADS_1


" Assalamualaikum" salam Tya.


" Walaikumsalam" jawab orang rumah.


Tak lama pintu di buka. Saat pintu sudah terbuka terlihat Ayah Nadi. Tya yang melihat Ayah Nadi menjadi sedikit takut.


" Ini siapa kak?" tanya Ayah Nadi melihat Tya digendong Ardi.


" Ayah nanti kakak jelasin di dalam, kasian Ardi udah kelamaan gendong aku" ucap Tya gugup.


Ayah Nadi pun masuk diikuti Ardi yang membawa Tya.


" Ar, dudukkan aku di sana" ucap Tya sambil menunjuk sofa di ruang tamu.


Ardi pun mendudukkan Tya, tapi di masih berdiri. Dia sedikit takut karena dari tadi diperhatikan Ayah Nadi.


" Kenapa kamu berdiri, silahkan duduk" ucap Ayah Nadi.


Ardi pun duduk di sebelah Tya.


" Saya Ardi om, teman Tya" ucap Ardi gugup lalu menyalami Ayah Nadi.


Ayah Nadi pun mengangguk.


Ardi duduk kembali, tangannya saling meremas karena sangat gugup berhadapan dengan Ayah Tya.


" Aduh kenapa aku jadi gugup gini sih" batin Ardi


" Sekarang jelasin kenapa kamu bisa di antar nak Nadi ini?" tanya Ayah Nadi. " Lalu kemana Yeni?" lanjut Ayah Nadi.


" Gini yah, Yeni tadi ada janji sama Lisa, jadi Ardi yang nganter" jelas Tya.


" Kalo gitu terima kasih ya nak Ardi" ucap Ayah Nadi.

__ADS_1


" Iya sama sama om" ucap Ardi.


Dia lega karena Ayah Nadi tidak marah kepadanya.


Tak lama Bu Sari keluar dari dapur, dia melihat Ardi.


" Eh ada nak Ardi" ucap Bu Sari.


" Iya bi" ucap Ardi kemudian berdiri menyalami Bu Sari.


Hari semakin menjelang sore Ardi pun langsung pamit untuk pulang.


" Saya pamit pulang dulu" ucap Ardi.


" Biar saya antar ke depan" ucap Ayah Nadi.


Lalu Ardi melihat ke arah Tya.


" Tya aku pulang dulu" ucap Ardi tersenyum.


Tya mengganggukkam kepala dan tersenyum.


Ardi menuju pintu di antar oleh Ayah Nadi. Sesampainya di depan pintu Ardi langsung pamit.


" Saya pulang om" ucap Ardi.


" Panggil saja paman" ucap Ayah Nadi sambil menepuk bahu Ardi.


" Iya paman" ucap Ardi lalu menyalami Ayah Nadi.


" Assalamulaikum" ucap Ardi menuju motornya.


" Walaikumsalam" jawab Ayah Nadi.

__ADS_1


Setelah Ardi tak terlihat lagi Ayah Nadi masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya.


__ADS_2