Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
177. Pulang Ke Jakarta


__ADS_3

Malam telah berganti pagi. Ardi terbangun terlebih dahulu setelah mendengar suara adzan subuh dari masjid di dekat rumah. Ardi melihat Tya yang masih terlelap di dalam pelukannya.


Ardi tersenyum dan mencium kening Tya. Dia mencoba membangunkan Tya dan mengajaknya sholat subuh berjamaah.


" Sayang bangun yuk. Kita sholat subuh " ucap Ardi lalu menciumi wajah Tya.


Tya yang merasa tidurnya terganggu pun mulai membuka matanya. Ia melihat Ardi yang sedang tersenyum kepadanya.


" Mas kamu udah bangun?" ucap Tya dengan suara serak.


" Iya sayang. Ayo bangun terus kita sholat subuh berjamaah " ucap Ardi.


" Iya mas " jawab Tya.


Ardi membantu Tya bangun dan membawanya ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah. Seperti biasa Tya selalu mencium tangan Ardi setelah selesai. Ardi juga tak lupa mencium kening Tya.


Tya merapikan peralatan sholat yang mereka gunakan. Sedangkan Ardi mengganti pakaiannya. Setelah itu Tya pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk Ardi dan juga dirinya.


...Tya memasak nasi goreng dan telur dadar untuk sarapan. Saat Tya sedang asik memasak Ardi keluar dari kamar dan menghampiri Tya....


" Sayang " panggil Ardi.


" Iya mas" ucap Tya menoleh ke arah Ardi.


" Masak apa?" tanya Ardi pada Tya.

__ADS_1


" Nasi goreng mas " jawab Tya.


Setelah matang Tya pun menyajikan dua piring nasi goreng tak lupa juga telur dadarnya. Tya membawanya ke meja makan dan memberikannya pada Ardi. Mereka pun memulai sarapan dengan tenang.


Setelah selesai sarapan Tya mencuci piring bekas sarapan mereka. Sedangkan Ardi pergi ke kamar untuk membereskan barang-barang mereka karena siang ini mereka akan pulang ke Jakarta.


Hari pun beranjak siang. Ayah Nadi dan Bu Sari serta Khaya sudah kembali ke rumah. Ardi dan Tya pun berpamitan pada mereka untuk pulang ke Jakarta.


" Ayah ibu kami pamit dulu " ucap Ardi pada Ayah Nadi dan Bu Sari.


" Iya nak. Jaga, putri dan calon cucu ayah ya " ucap Ayah Nadi.


" Pasti yah " jawab Ardi.


Sedangkan Tya langsung memeluk ibunya. Dia masih ingin berada di rumah itu.


" Iya bu " jawab Tya melepaskan pelukannya.


" Jangan sampai kamu kelelahan. Ingat di perut kamu ini ada cucu ibu " ucap Bu Sari.


" Iya bu " jawab Tya.


" Kami berangkat ayah ibu " ucap Ardi.


" Iya. Kalian berhati-hati lah " ucap Ayah Nadi.

__ADS_1


Ardi dan Tya mencium tangan Ayah Nadi dan Bu Sari. Tya juga memeluk Khaya.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Ardi dan Tya memasuki mobil dan pergi menuju hotel untuk menjemput Pak Gunawan dan Bu Dewi baru setelah itu baru mereka akan menuju bandara.


Terlihat Pak Gunawan dan Bu Dewi serta yang lainnya sudah menunggu di lobi. Ardi dan Tya pun turun dari mobil dan menghampiri mereka.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


" Ayah dan ibu sudah siap?" tanya Ardi pada ayah dan ibunya.


" Sudah " jawab Pak Gunawan.


Ardi kemudian melihat ke arah Leon dan Yeni. Terlihat rambut Yeni yang masih basah. Ardi tersenyum dan mendekati Leon.


" Seperti kau berhasil " bisik Ardi.


" Tentu saja " ucap Leon bangga.


Karena hari terus beranjak siang mereka pun langsung pergi ke bandara agar tidak tertinggal pesawat. Setelah sampai mereka langsung menaiki pesawat dan pergi meninggalkan Surabaya.

__ADS_1


Mohon maaf para pembaca setiaku karena sudah dua minggu lebih ini saya tidak bisa up karena saya benar-benar sibuk karena saya baru saja menghadapi ulangan semester πŸ˜ŠπŸ™ Sekali lagi saya mohon maaf πŸ™


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2