
" Tya " teriak Ardi saat ia melihat Tya tertabrak mobil dan terpental cukup jauh.
Ardi menghentikan langkahnya. Dunianya serasa berhenti. Angga yang melihat itu langsung menyadarkan Ardi.
" Tuan muda cepat. Kita harus menghampiri nona " ucap Angga.
Ardi yang tersadar pun langsung bergegas berlari menghampiri Tya.
" Kalian cepat tangkap wanita itu " ucap Angga pada anak buah saat melihat Bela hendak kabur.
Kemudian Angga segera menyusul Ardi yang menghampiri Tya.
Ardi langsung membalik tubuh Tya yang sudah bersimbah darah.
" Sayang " ucap Ardi.
" Mas sakit. Anak kita mas " ucap Tya dengan suara pelan.
Ia merasa sakit yang amat dasyat pada perutnya. Darah juga sudah mengalir di bawah pahanya.
" Sabar ya sayang. Kita ke rumah sakit sekarang. Kamu dan anak kita harus kuat " ucap Ardi menenangkan Tya.
" Tuan muda kita harus segera ke rumah sakit. Mobilnya sudah siap " ucap Angga.
Dengan cepat Ardi membopong tubuh Tya dan membawanya ke dalam mobil.
" Sakit mas " ucap Tya yang hampir kehilangan kesadarannya.
" Sabar ya sayang " ucap Ardi terus menciumi wajah Tya.
__ADS_1
" Kak Angga tolong lebih cepat lagi " ucap Ardi.
Ia sudah sangat panik dan takut terjadi apa-apa pada Tya dan anak mereka.
" Baik tuan muda" ucap Angga di balik kemudi.
Angga pun melajukan mobil itu lebih cepat. Beruntung jalan pada hari itu tidak terlalu ramai.
" Mas aku sudah gak tahan lagi " ucap Tya.
Setelah itu Tya kehilangan kesadarannya. Ia tidak tahan lagi menahan sakit di perut dan juga luka benturan di kepalanya.
" Sayang bangun " ucap Ardi semakin panik dan mencoba menyadarkan Tya.
" Sayang bertahan sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. Kamu dan anak kita harus kuat " lanjut Ardi memeluk erat tubuh Tya.
Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di rumah sakit. Pihak rumah sakit sudah menyambut mereka dan menyiapkan semuanya. Angga menghubungi mereka saat berada di perjalanan.
" Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri dan bayi yang di kandungnya " ucap salah satu dokter.
Setelah itu beberapa dokter dan perawat membawa Tya ke ruang IGD untuk mendapatkan penanganan. Ardi terus menggenggam tangan Tya.
" Tolong anda tunggu di luar. Kami akan menangani pasian " ucap salah satu perawat saat mereka sudah di depan pintu IGD.
Ardi sangat ingin masuk tapi ia harus mematuhi prosedur rumah sakit.
" Kak Angga tolong hubungi ayah dan beritahu tentang kejadian ini " ucap Ardi pada Angga.
" Baik tuan muda " jawab Angga.
__ADS_1
Angga pun sedikit menjauh untuk menghubungi Pak Gunawan.
" Ya Allah tolong selamatkan Tya dan anak kami " ucap Ardi.
Ia tidak bisa menahan air matanya saat orang yang dicintainya dalam keadaan yang berbahaya.
Setelah cukup lama terlihat Pak Gunawan dan Bu Dewi berjalan mendekati Ardi.
" Ardi " panggil Bu Dewi.
" Ibu " ucap Ardi berdiri dari duduknya.
Ardi langsung memeluk ibunya dan menangis.
" Tya bu " ucap Ardi.
" Sabar ya sayang. Ibu yakin Tya dan anak kamu akam baik-baik saja " ucap Bu Dewi yang juga menitihkan air matanya.
" Ini salah Ardi bu. Ardi bukan suami yang baik. Ardi gak bisa jaga istri dan anak Ardi " ucap Ardi.
Sedangkan Pak Gunawan memilih untuk berbicara dengan Angga dan bertanya apa yang terjadi hingga Tya bisa kecelakaan.
" Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Pak Gunawan pada Angga.
Angga pun menceritakan semuanya pada Pak Gunawan.
" Kamu urus semuanya. Jangan sampai gadis itu lolos. Dia harus mendapatkan hukuman sudah membuat menantu dan cucu saya dalam bahaya " ucap Pak Gunawan.
" Baik tuan besar " jawab Angga.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasihππ Tetap dukung saya ya π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π