Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
168. Terlambat Bangun


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan sinarnya tetapi Ardi dan Tya belum juga bangun dari tidurnya. Di ruang makan seluruh anggota keluarga sudah menunggu mereka berdua untuk sarapan bersama.


" Mengapa Ardi dan Tya lama sekali?" ucap Mas Andi.


" Coba kamu panggil mereka " ucap Bu Dewi pada Mas Andi.


" Iya bu " jawab Mas Andi.


Kemudian Mas Andi berdiri dari duduknya dan pergi menuju kamar Ardi dan Tya. Mas Andi pun langsung mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok tok tok.


Ardi mulai mengerjapkan matanya saat mendengar pintu kamarnya di ketuk. Dilihatnya Tya yang masih tidur dengan memeluknya.


" Ardi Tya ayo cepat keluar. Semuanya sudah menunggu kalian untuk sarapan " ucap Mas Andi di luar.


Ardi pun bangun dari tidurnya lalu mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya. Lalu dia pergi untuk membukakan pintu.


Ceklek.


Pintu pun terbuka. Mas Andi melihat Ardi yang masih dengan muka bantalnya dan hanya menggunakan sehelai handuk untuk menutupi tubuhnya. Dia bisa mengerti apa yang habis dilakukan oleh adiknya


" Pantes aja gak keluar-keluar ternyata baru menjenguk anakmu " ucap Mas Andi tersenyum.


" Apa sih mas " ucap Ardi kesal.

__ADS_1


" Mas tahu apa yang habis kamu lakukan Ingat istrimu sedang hamil jangan minta jatah terus " ucap Mas Andi.


" Mas akan bilang kalian sarapannya nanti. Cepat sana mandi " lanjut Mas Andi lalu pergi meninggalkan kamar Ardi.


Ardi pun menutup pintu kamarnya kembali. Kemudian Ardi mendekati Tya yang masih tertidur. Ardi tersenyum mengingat kegiatan panas yang mereka lakukan tadi malam.


Ardi mengecuo bibir merah mudah milik Tya. Terlihat Tya mulai mengeliat karena tidurnya terganggu. Tya membuka matanya dan terlihat Ardi yang sedang tersenyum padanya.


" Mas " ucap Tya.


" Maaf aku membangunkamu sayang " ucap Ardi.


Tya pun mendudukkan tubuhnya. Dia lupa memegang selimutnya sehingga bagian dadanya terbuka dan Ardi melihatnya.


" Tidak " jawab Tya.


" Tapi aku melihat itu jadi tergoda " ucap Ardi menunjuk bagian dada Tya.


Tya pun langsung menarik selimut untuk menutupi dadanya dan menundukkan kepalanya karena malu.


" Aku mau lagi sayang " ucap Ardi pada Tya.


" Gak mau. Aku capek mas " jawab Tya.


Kemudian Tya melihat ke arah jam dinding ternyata sudah menunjukkan jam tujuh pagi.

__ADS_1


" Astagfirullah sudah jam tujuh. Aku terlambat bangun bagaimana ini. Aku juga belum menyiapkan sarapan. Semuanya pasti mencari kita mas "ucap Tya panik.


" Gak papa sayang. Tadi aku sudah bilang kita sarapannya nanti jadi kamu tenang aja " jawab Ardi.


" Ya sudah. Aku mau mandi dulu " ucap Tya.


" Kita mandi bersama " ucap Ardi langsung menarik selimut yang dipakai Tya dan menggendongnya.


" Mas " pekik Tya terkejut.


Ardi pun membawa Tya ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama dan melanjutkan kegiatan yang mereka lakukan tadi malam.


Sedangkan di ruang makan Mas Andi kembali seorang diri. Mereka tidak melihat Tya maupun Ardi.


" Dimana adikmu ?" tanya Pak Gunawan pada Mas Andi.


" Mereka masih di kamar yah. Mungkin kelelahan karena acara semalam. Mereka akan sarapan nanti. Kita sarapan saja terlebih dahulu " jawan Mas Andi.


" Apa mereka baik-baik saja?" tanya Bu Sari.


" Iya bi. Mereka baik-baik saja " jawab Mas Andi tersenyum.


Mereka pun memulai sarapan bersama. Mereka sarapan dengan tenang.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2