
Ardi memasuki kelasnya lalu duduk di bangkunya. Tak berapa lama kemudian Tya dan Yeni datang dan tanpa menghiraukan Ardi mereka pergi ke bantu mereka masing-masing. Tya sengaja tidak menghiraukan Ardi demi kejutannya nanti malam.
Ardi yang merasa Tya tidak menganggap keberadaannya pun menghampirinya.
" Sayang " panggil Ardi pada Tya.
" Hmm " jawab Tya tanpa menoleh pada Ardi karena dia sedang asik mengobrol dengan Yeni.
" Sayang " panggil Ardi lagi.
" Apa ?" ucap Tya akhirnya.
" Kamu kenapa sih ?" ucap Ardi kesal.
" Kenapa apanya?" tanya Tya.
" Kamu tu dari tadi cuekin aku. Tadi juga gak mau aku jemput kenapa?" tanya Ardi kesal.
Tya sebenarnya ingin tertawa melihat Ardi yang kesal kepadanya. Tapi dia tahan agar rencananya tidak gagal.
"Tadi kan aku udah bilang aku berangkat sama Yeni jadi kamu gak perlu jemput " jawab Tya.
" Terus kenapa kamu cuekin aku ? Ha?" ucap Ardi masih kesal.
" Siapa juga yang cuekin kamu. Udah ah Ar, kamu balik aja ke bangkumu " ucap Tya.
" Kamu ngusir aku ?" ucap Ardi.
__ADS_1
" Iya aku ngusir kamu. Udah sana " ucap Tya ketus.
Awalnya Ardi enggan untuk kembali ke bangkunya tetapi karena lonceng masuk berbunyi. Dengan terpaksa Ardi kembali ke bangkunya.
Tak lama Pak Anton pun masuk kelas karena hari ini ada jam bahasa Indonesia. Seperti biasa murid perempuan selalu heboh jika ada Pak Anton.
" Aduh bapak hari ini tambah ganteng aja " ucap Lisa tersenyum seraya terus menatap Pak Anton.
" Setuju, apa lagi gaya rambut bapak yang baru itu duh nambah kegantengan bapak " sambung Sasa.
" Iya pak, lebih fresh jadi kelihatan lebih muda gitu pak " ucap Tya tak mau kalah sengaja ingin membuat Ardi bertambah kesal dan benar saja setelah mendengar ucapan Tya Ardi menjadi sangat kesal.
" Apaaa? Cowok lain dipuji. Pacar sendiri dicuekin. Awas aja ya nanti " gerutu Ardi kesal.
Jika bisa dilihat tanduk merah di kepala Ardi sudah muncul karena Tya memuji laki-laki lain dan membuatnya kesal.
" Sudahlah kalian terlalu memuji bapak " ucap Pak Anton hanya tersenyum.
" Setuju " sahut semua murid perempuan.
Pak Anton hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para murid perempuannya. Sedangkan para murid laki-laki sudah sangat panas mendengar para murid perempuan terus memuji Pak Anton.
" Gue juga gak kalah ganteng " ucap Dareen.
" Huuuu " ucap semua murid perempuan meneriaki Dareen.
" Biasalah orang ganteng banyak yang iri " ucap Dareen.
__ADS_1
" Huuuu " teriak mereka lagi.
" Sudah anak-anak kita mulai pelajaran" ucap Pak Anton melerai perang mulut para muridnya.
Pelajaran pun dimulai dengan kadang-kadang masih terdengar rayuan untuk Pak Anton. Sampai akhirnya jam istirahat pun tiba.
Tya hendak pergi ke kantin bersama Yeni dan yang lainnya tetapi dihadang oleh Ardi.
" Mau kemana?" tanya Ardi di depan Tya.
" Kantin. Udah sana minggir kita mau lewat " ucap Tya.
" Tumben banget kamu ke kantin " ucap Ardi.
" Kenapa? Gak boleh? Orang laper kok mau ke kantin cari makan " jawab Tya ketus.
" Udah minggir. Ayo dek " lanjut Tya pada Yeni.
Kemudian Tya dan teman-teman yang lainnya pergi ke kantin meninggalkan Ardi yang masih terdiam karena perubahan sikap Tya.
" Lo kenapa Ar ?" tanya Aska.
" Kaget gue Tya jadi gitu " jawab Ardi.
" Lagi dateng bulan kali jadi gitu " ucap Aska.
" Ayo ke kantin " lanjut Aska.
__ADS_1
Mereka pun beranjak menuju ke kantin diikuti oleh yang lain di belakang.
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ