
Ardi hanya terdiam. Dia tidak mau mengakui jika dirinya cemburu pada Leon. Tya tersenyum melihat suaminya cemburu tapi gengsi untuk mengakuinya.
Kini giliran Siska yang memberikan selamat kepada Ardi dan Tya. Siska memeluk Tya.
" Selamat ya " ucap Siska melepaskan pelukan itu.
" Terima kasih "ucap Tya tersenyum.
Siska beralih pada Ardi. " Selamat ya Ar" ucap Siska tersenyum.
" Terima kasih Sis " ucap Ardi.
Siska pun tersenyum. Jauh di lubuk hatinya masih merasakan sakit melihat Ardi bersanding dengan Tya.
" Selamat bro " ucap Rendy.
Kemudian Rendy dan Frans memeluk Ardi bergantian. Ardi membalas pelukkan mereka.
" Terima kasih banyak " ucap Ardi bahagia.
" Gak nyangka lo yang nikah duluan diantara kita"ucap Rendy.
" Jodoh gue dateng duluan " jawab Ardi.
" Jangan lupa cepet kasih ponakan yang lucu buat gue " ucap Frans pada Ardi.
" Eh dodol emang lo pikir bikin anak kaya buat kue apa minta cepet " ucap Rendy pada Frans.
__ADS_1
" Ya emang lo gak mau Ardi cepet punya anak?" ucap Frans.
" Ya mau. Jadi kan bakal ada sesuatu baru buat kita " jawab Rendy.
" Doain aja biar cepet dikasih sama Allah " ucap Ardi tersenyum.
" Oh iya Ar kalo butuh jamu kuat bilang aja sama gue. Nanti gue beliin yang pasti bakal manjur " ucap Frans tertawa.
Tya yang mendengar pembicaraan mereka jadi malu sendiri. Pipinya memerah karena malu dan pikirannya berselancar memikirkan apa yang Ardi dan teman-temannya bicarakan.
" Frans Rendy kalian lama banget sih. Itu liat yang lain antri " ucap Siska yang baru turun dari pelaminan.
" Ya sudah Ar kita pergi dulu " ucap Rendy.
" Sekali lagi selamat buat kalian " ucap Frans.
Setelah acara resepsi selesai, Ardi dan Tya berkumpul bersama teman-teman mereka yang masih berada disana. Mereka menyempatkan untuk mengobrol karena sebagian dari mereka akan kembali ke Surabaya. Disana juga ada Rendy, Frans dan juga Siska.
" Mba ini hadiah pernikahan dari aku. Tapi bukanya nanti di kamar aja ya " ucap Yeni menyerahkan hadiah pernikahan pada Tya.
" Terima kasih dek " ucap Tya menerima hadiah itu lalu memeluk Yeni.
Kemudian Leon dan Siska beranjak dari tempat duduk mereka lalu berpamitan pulang.
" Teman-teman aku pulang duluan ya " ucap Siska.
" Biar aku antar " ucap Frans berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
" Gak usah. Aku pulang sama Leon " ucap Siska.
" Baiklah " jawab Frans tahu jika Leon adalah sepupu Siska.
Setelah kepergian Leon dan Siska, Tya melihat wajah Yeni yang kesal. Tya tahu Yeni sedang cemburu pada Siska. Walapun Leon bukan kekasihnya tetapi Tya tahu Yeni menyukai Leon.
" Gak usah cemburu dek. Lagian kan Siska sepupu Leon " ucap Tya pada Yeni.
" Siapa yang cemburu. Aku gak cemburu tuh " jawab Yeni mengelak.
Tya hanya tersenyum melihat Yeni yang tidak mengakui bahwa dia cemburu.
" Jam berapa penerbangan kalian besok ?" tanya Ardi.
" Jam sepuluh " jawab Lisa.
" Oke besok gue anter kalian ke bandara " ucap Ardi.
" Gak usah Ar. Lo kan pengantin baru nikmatin aja waktu berdua. Lagian kita bisa naik taksi ke bandara " ucap Ilham.
" Bener kata Ilham. Kita bisa kok sendiri. Lagian kita juga rame-rame" sambung Sasa.
" Ya sudah kalo itu kemauan kalian " ucap Ardi.
Mereka pun melanjutkan mengobrol sampai hari semakin larut.
Mohon bantuan vote, like dan komennya ya π Terima kasih ππ
__ADS_1