
Setelah keadaan Tya sudah membaik, Ardi memutuskan untuk mengantar Tya pulang untuk beristirahat.
" Aku ke kelas dulu buat izinin kamu sekalian ambil tas sama kursi roda kamu. Kamu tunggu dulu disini " ucap Ardi pada Tya. Tya menganggukkan kepalanya dan tetap berusaha tersenyum walau tubuhnya masih lemah.
Ardi pun pergi ke kelas meninggalkan Tya di ruang UKS sendirian. Sesampainya di depan kelas Ardi langsung mengetuk pintu.
Tok tok tok.
" Permisi pak " ucap Ardi.
" Iya ada apa Ardi?" ucap Pak Anton yang memang sedang ada jadwal mengajar di kelas Ardi. Kemudian Ardi pun memasuki ruang kelas.
" Saya ingin minta izin pak untuk Tya " ucap Ardi.
" Baiklah, bagaimana keadaan Tya?" tanya Pak Anton.
" Tya mengalami demam pak, tapi demamnya sudah turun. Saya juga minta izin untuk mengantar Tya pulang " ucap Ardi.
" Bapak kasih izin kamu tapi kamu harus cepat kembali " ucap Pak Anton memberikan izin.
" Baik pak terima kasih " ucap Ardi kemudian mengambil tas dan kursi roda Tya lalu kembali menuju ke ruang UKS.
Ardi membuka pintu UKS perlahan kemudian menghampiri Tya. Terlihat Tya yang sudah duduk di brankar dan kakinya digantung di sisi brankar menyentuh lantai.
" Kok bangun?Udah gak pusing?" tanya Ardi.
__ADS_1
" Masih sedikit " jawab Tya.
" Tapi kuat kan buat pulang kan? " ucap Ardi.
" Kuat dong " jawab Tya dengan cengirnya. Ardi pun tersenyum.
" Ya udah, ayok aku anter pulang " ucap Ardi dan mendapatkan anggukan kepala dari Tya.
Mereka pun menuju parkiran untuk mengambil motor Ardi.
" Gak papa naik motor? Apa kita naik taksi aja " ucap Ardi pada Tya.
" Gak papa kok, naik motor aja " jawab Tya.
Ardi membawa Tya ke motornya. Ardi membawa kedua tangan Tya untuk memeluk pinggangnya. Kemudian Tya menyandarkan kepalanya di punggung Ardi.
" Kok gak turunin aku " ucap Tya.
" Gak papa biar aku bisa dipeluk kamu gini " ucap Ardi tersenyum. Wajah Tya pun langsung memerah dan terasa panas di kedua pipinya.
Setelah mengucapkan salam, pintu pun dibuka oleh Bu Sari. Bu Sari terkejut melihat anaknya yang begitu lemah.
" Ya ampun kak, kamu kenapa? " ucap Bu Sari panik.
" Gak papa kok bu " jawab Tya tersenyum.
__ADS_1
" Tya demam bi, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan " ucap Ardi.
" Ya udah ayo masuk bawa Tya ke kamarnya aja. Ayo nak Ardi " ucap Bu Sari.
Bu Sari berjalan lebih dulu ke kamar Tya dan diikuti Ardi yang menggendong Tya di belakang. Bu Sari membuka pintu kamar Tya membiarkan Ardi membawa Tya masuk. Sedangkan Bu Sari kembali keluar untuk mengambil tas dan kursi roda milik Tya
Ardi merebahkan Tya di tempat tidur. Saat Ardi hendak melepaskan sepatu Tya tapi Tya melarangnya.
" Gak usah biar aku sendiri " ucap Tya tidak enak hati jika Ardi melakukannya.
" Gak papa biar aku " ucap Ardi tersenyum kemudian melepaskan sepatu Tya.
" Maaf merepotkanmu " ucap Tya.
" Hey kamu gak merepotkan aku dan ini juga aku yang mau " ucap Ardi membelai sebelah pipi Tya.
" Tapi aku nyusahin kamu terus " ucap Tya sedih.
" Gak ada yang disusahin, aku malah seneng " ucap Ardi tersenyum.
" Makasih ya " Ucap Tya.
" Kamu kan pacar aku jadi gak perlu terima kasih gitu " ucap Ardi.
Karena sudah cukup lama Ardi pun pamit untuk kembali ke sekolah. Untung saja rumah Tya dan sekolah tidak terlalu jauh sehingga Ardi lebih cepat sampai.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ