
Tya kembali ke kamarnya setelah Anita pergi dari kediaman Keluarga Wicaksono. Ia masih marah karena Anita berusaha untuk meminta suaminya. Tapi ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan itu karena itu akan berpengaruh pada Aditya karena ASI-nya tidak akan lancar atau pun tidak enak jika ibunya terlalu banyak pikiran.
" Makasih ya Mbok. Mbok bisa kembali bekerja " ucap Tya pada Mbok Inem.
" Baik nona muda " jawab Mbok Inem.
Setelah itu Mbok Inem pun keluar dari kamar Ardi dan Tya.
Tya melihat Aditya yang sedang tertidur pulas. Tiba-tiba saja air matanya jatuh Tamba bisa ia tahan. Ia tidak bisa membayangkan jika benar ia harus melepaskan Ardi bagaimana nasibnya dan Aditya nanti. Aditya akan tumbuh tanpa keluarga yang itu dan Tya tidak ingin itu terjadi.
" Sayang percaya sama Bunda, keluarga kita akan baik-baik aja. Ayah gak akan pernah ninggalin kita. Doakan Bunda dan Ayah agar bisa melewati semua masalah yang akan datang ke keluarga kita " ucap Tya pada Aditya yang masih terlelap.
Tya menghapus air matanya. Ia pun ikut bergabung naik ke atas tempat tidur bersama Aditya. Tya pun mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar.
Tak terasa hari sudah beranjak sore. Ardi pun sedang merapikan meja kerjanya dan bersiap-siap untuk pulang.
Ardi juga sudah membicarakan masalah Anita pada Pak Gunawan dan ayahnya itu pun mengerti. Pak Gunawan akan mengirimkan seseorang untuk menggantikan Ardi melanjutkan proyek bersama Anita. Pak Gunawan juga tidak ingin kerja sama ini akan memberikan celah untuk bisa merusak rumah tangga anaknya.
Ardi melajukan motornya meninggalkan kantor. Ia ingin cepat-cepat pulang dan bertemu anak istrinya.
Ardi langsung memasuki rumah setelah menaruh motornya di garasi. Tapi ia tidak melihat istri dan anaknya. Beberapa hari ini Tya dan Aditya menyambutnya di ruang tengah, tapi tidak dengan hari ini.
Kemudian Ardi pun langsung pergi ke kamarnya. Saat ia membuka pintu terlihat Tya yang masih tertidur bersama Aditya di sampingnya.
__ADS_1
" Pantes aja suaminya pulang kerja gak disambut " ucap Ardi tersenyum melihat itu.
Ardi mendekati Tya dan Aditya setelah meletakkan tasnya di meja rias. Ia pun menciumi wajah istrinya itu. Tya yang merasa tidurnya terganggu pun membuka matanya.
" Mas " ucap Tya saat Ardi terus menciumi wajahnya.
Ardi pun terkekeh dan menyudahi aksinya itu.
" Kok udah pulang mas? " tanya Tya mendudukkan tubuhnya.
" Kan sudah sore sayang ya aku pulang dong " jawab Ardi.
Tya pun melihat ke arah jam dinding yang ternyata sudah hampir pukul empat sore.
" Mana aku belum sholat ashar " lanjut Tya.
" Ya sudah kamu sholat ashar dulu sana " ucap Ardi.
Tya pun turun dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah itu Tya pun melakukan sholat ashar.
Saat Tya selesai sholat ashar, Aditya pun bangun dari tidurnya.
" Eh anak ayah sudah bangun " ucap Ardi yang saat itu berada di atas tempat tidur.
__ADS_1
" Ayo sekarang Adit mandi dulu ya sudah sore " ucap Tya mendekati mereka.
" Biar Adit mandi sama ayahnya aja " ucap Ardi.
" Beneran mau mandiin Adit? " tanya Tya pada Ardi.
" Iya sayang " jawab Ardi.
Ardi melepaskan kemeja dan celananya yang dipakai sehingga hanya menyisakan boxer saja.
" Ayo kita mandi " ucap Ardi mengangkat tubuh kecil Aditya yang pakaiannya sudah dilepas oleh Tya.
Ardi sudah menyiapkan air hangat tadi saat Tya sedang sholat karena ia memang ingin memandikan Aditya.
Ardi membawa Aditya ke kamar mandi dan memandikannya. Sedangkan Tya menyiapkan baju untuk Ardi dan Aditya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1