Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
235. Konsultasi


__ADS_3

Ardi dan Tya akan menemui Dokter Sinta setelah dari ruang perawatan Yeni. Mereka akan berkonsultasi mengenai alat kontrasepsi yang akan dipakai Tya karena Tya belum ingin memiliki anak lagi, apalagi Aditya yang masih kecil dan umur mereka juga yang masih muda.


Ardi sudah membuat janji dengan Dokter Sinta tapi mereka tetap mengantri untuk masuk ke ruang praktek Dokter Santi. Setelah nama mereka dipanggil mereka pun langsung masuk.


" Selamat pagi dok " sapa Ardi.


" Selamat pagi tuan dan nona muda " balas Dokter Sinta.


Dokter Sinta pun mempersilahkan untuk duduk.


" Begini dok, seperti yang sudah saya sampaikan. Istri saya ingin berkonsultasi sekaligus ingin memasang alat kontrasepsi " ucap Ardi pada Dokter Sinta.


" Keputusan kalian untuk menunda memiliki anak lagi itu bagus, apalagi nona muda baru saja menjalani operasi " ucap Dokter Sinta.


Dokter Sinta pun menjelaskan tentang apa saja alat kontrasepsi yang bisa digunakan serta kelebihan dan kekurangannya. Dari semua itu, Tya memilih untuk memasang alat kontrasepsi implan karena jangka waktu yang cukup lama. Tya memilih jangka waktu sekitar tiga tahun. Setidaknya setelah Aditya masuk play group dan ia sudah diperbolehkan hamil lagi oleh dokter.


Ardi menemani Tya saat memasangan alat kontrasepsi itu walau ia sedikit tidak tega melihat tangan Tya disayat meski hanya sedikit.


" Gak sakit sayang? " tanya Ardi saat melihat Dokter Sinta melakukan pemasangan implan.


" Enggak mas, kan dibius " jawab Tya.

__ADS_1


" Tenang saja tuan muda, ini hanya sedikit sakit setelah obat biusnya habis. Yang penting nona muda mengangkat sesuatu yang berat agar alat implan tidak lepas " ucap Dokter Sinta.


" Baik dok. Saya tidak akan membiarkan istri saya mengangkat yang berat-berat " jawab Ardi.


Setelah selesai memasang alat kontrasepsi itu, Dokter Sinta membalut tangan Kinara dengan kapas dan plaster.


" Ini obat yang harus diminum agar luka di tangan nona muda cepat kering dan sembuh " ucap Dokter Sinta memberikan beberapa obat pada Ardi dan Tya.


" Terima kasih dok " ucap Kinara.


Setelah selesai Ardi dan Tya langsung pulang karena mereka cukup lama meninggal Aditya.


" Enggak mas, lagian ini cuma luka kecil. Dua atau tiga hari lagi juga sembuh " jawab Tya.


" Tapi kamu kenapa kamu pilih itu sih sayang, kan bikin kamu sakit atau bisa aja kan aku yang pake pengamanan " ucap Ardi.


" Yang ini jangka waktunya cukup lama mas, jadi gak harus bolak balik harus suntik atau pun minum pil setiap hari. Kalo pake pengaman takut kamu lupa. Kamu kan kalo udah pengen kek gitu " ucap Tya.


" Lagian kalo pake pengaman gak enak " bisik Tya di telinga Ardi.


Ardi yang mendengar itu pun tersenyum. " Oh gitu. Kalo gitu kita pulang langsung gas ya. Gak usah pake pengaman biar enak " ucap Ardi menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


" Enggak mau ya. Kan tadi malam udah, aku mau main sama Adit nanti. Kamu kan harus kuliah juga " tolak Tya.


" Main sama ayahnya Adit aja ya. Kuliah juga jam satu, ini baru jam sepuluh. Masih ada tiga jam lagi, cukuplah buat dua ronde " ucap Ardi mulai mengusap paha Tya yang hanya menggunakan dress di bawah lutut.


" Mas tangannya jangan nakal ih " ucap Tya menyingkirkan tangan Ardi di pahanya.


" Tapi kamu suka kan sayang " ucap Ardi semakin menjadi-jadi.


" Mas " ucap Tya memukul tangan Ardi.


" Fokus aja nyetir " lanjut Tya.


Jujur saja Tya bisa ikut hanyut jika membiarkan Ardi terus mengusap pahanya dan itu berbahaya, apalagi ia sedang menyetir.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2