
Pada sore hari, Ardi dan Tya akan pergi menjenguk Yeni dan bayi kembar Leon dan Yeni. Mereka akan langsung pergi ke rumah Leon dan Yeni karena Leon sudah memberikan kabar bahwa Yeni dan Baby Twins sudah pulang dari rumah sakit hari ini.
" Ayo Mas, nanti keburu malam. Kita juga belum beli kado buat mereka " ucap Tya pada Ardi yang masih menyisir rambutnya.
" Iya sayang " jawab Ardi.
Ardi menggendong Aditya yang sudah rapi dengan topi kecil di kepalanya. Mereka langsung berangkat menuju rumah Leon dan Yeni tapi sebelum itu mereka membelikan hadiah untuk Baby Twins. Ardi dan Tya membeli sebuah kereta bayi untuk Baby Twins yang bisa untuk anak kembar. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Leon dan Yeni.
Sesampainya disana, Ardi langsung mengeluarkan hadiah kereta bayi itu dari dalam bagasi. Sedangkan Tya menggendong Aditya.
Ting tong ting tong.
Tya memencet bel rumah itu beberapa kali. Tak lama terlihat seorang perempuan paruh baya membukakan pintu. Sepertinya itu ada pelayan di rumah Leon dan Yeni.
" Maaf, siapa ya? " tanya wanita itu.
" Saya Tya. Saya sepupu dari Yeni " jawab Tya.
" Oh mari silahkan masuk " ucap wanita itu.
Ardi dan Tya pun masuk ke rumah Leon dan Yeni mengikuti wanita itu.
" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya saat melihat para orang tua sedang berkumpul di ruang keluarga.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Mereka sangat terkejut saat melihat Tya berjalan mendekati mereka dan sedang menggendong Aditya. Tya pun menjelaskan bahwa ia memang sudah bisa berjalan sekarang.
" Tante, ini hadiah dari kami untuk Baby Twins " ucap Ardi pada Mama Rita.
" Wah terima kasih ya Ardi Tya " jawab Tante Rita.
" Ayo Bibi antar kalian ke kamar Yeni " ucap Bibi Yosi.
Ardi dan Tya pun mengikuti langkah kaki Bibi Yosi untuk pergi ke kamar Leon dan Yeni.
" Kalian ketuk aja pintunya. Mereka ada di dalam " ucap Bibi Yosi saat mereka sudah berada di depan kamar Leon dan Yeni.
" Iya Bi " jawab Tya.
Setelah itu Bibi Yosi pun pergi meninggalkan Ardi dan Tya.
__ADS_1
Tok tok tok.
Ardi mengetuk pintu kamar itu dan tak lama Leon membukakan pintu kamar itu. Leon terkejut melihat Tya yang berdiri di depan pintu.
" Tya bisa jalan? " tanya Leon tidak percaya.
" Iya Alhamdulillah " jawab Tya.
" Eh ayo masuk " ucap Leon membuka pintu itu lebih lebar.
Ardi dan Tya pun masuk ke kamar itu.
Sama halnya dengan Leon, Yeni yang sedang memangku bayinya terkejut saat melihat Tya berdiri di hadapannya.
" Mbak Tya? " ucap Yeni tidak percaya.
Tya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Nanti aku ceritain " ucap Tya.
Kemudian Tya duduk di tepi tempat tidur Yeni dan melihat bayi mungil yang ada di pangkuan Yeni.
" Iya Mbak " jawab Tya tersenyum.
" Wah cantiknya " ucap Tya menoel-noel pipi Baby Girl.
" Adit liat itu adik kamu cantik banget kan " lanjut Tya pada Aditya.
Aditya pun tertawa sambil melihat Baby Girl.
Tak lama terdengar suara Baby Boya menangis. Leon pun langsung menggendong Baby Boy yang berada di dalam box bayi.
" Sayang kayaknya dia laper deh " ucap Leon pada Yeni.
" Adit sama Ayah yuk kita main " ucap Ardi mengambil Aditya dari pangkuan Tya.
Ardi dan Aditya akan pergi keluar karena Yeni harus menyusui Baby Boy yang sedang menangis kelaparan.
" Aku keluar dulu sayang " ucap Ardi.
" Iya Mas " jawab Tya.
__ADS_1
Setelah itu Ardi pun keluar dari kamar dengan membawa Aditya.
" Sini Baby Girl biar sama aku dulu " ucap Tya mengambil Baby Girl.
Kemudian Leon memberikan Baby Boy pada Yeni untuk segera diberi ASI.
" Kamu keluar aja Mas, temenin Ardi sama Aditya " ucap Yeni pada Leon.
" Iya sayang " jawab Ardi keluar dari kamar.
Yeni membuka kancing bajunya dan mulai menyusui Baby Boy yang masih menangis.
" Mbak harus ceritain semua sama aku " ucap Yeni sambil menyusui Baby Boy.
Tya pun menceritakan semuanya pada Yeni mengapa ia bisa berjalan kembali mulai dari kejadian penculikan Aditya di mall hingga dengan terapi-terapi yang dijalani oleh Tya.
" Aku seneng banget lihat Mbak Tya bisa jalan sekarang " ucap Yeni setelah mendengarkan cerita Tya.
Tya pun tersenyum.
" Jadi gimana pengalaman kamu lahiran secara normal? " tanya Tya pada Yeni.
" Rasanya sakit banget Mbak. Aku hampir aja nyerah karena gak kuat dan kehabisan tenaga. Aku bahkan sempat pingsan setelah melahirkan Baby Twins. Tapi semua itu terbayar lunas dengan melihat wajah-wajah imut mereka " jawab Yeni tersenyum.
" Mbak sempet khawatir saat dengan kamu pingsan dari Mas Ardi " ucap Tya.
" Aku juga gak nyangka sampai pingsan. Bahkan Mas Leon takut banget dan ngira aku bakal koma lagi " ucap Yeni.
" Pasti lah itu dia takut. Kamu habis berjuang antara hidup dan mati dan tiba-tiba kamu pingsan " ucap Tya.
" Iya Mbak " jawab Yeni.
Mereka mengobrol hingga saat hari akan berganti malam, Ardi dan Tya pun langsung pamit untuk pulang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1