
Pada malam harinya, Ardi mengajak Tya untuk pergi berdua tanpa mengajak Aditya. Ardi ingin memberikan sebuah kejutan pada Tya. Awalnya mereka ingin mengajak Aditya tapi balita itu sudah tidur dan akhirnya mereka hanya pergi berdua.
" Kita mau kemana sih sebenernya Mas? " tanya Tya pada Ardi saat mereka masih di tengah jalan.
" Kalo aku kasih tau jadinya gak suprise dong sayang " jawab Ardi tersenyum.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di sebuah rumah berlantai dua yang cukup besar walaupun tidak sebesar rumah Keluarga Wicaksono.
" Ayo turun sayang " ucap Ardi.
Ardi membuka pintu rumah itu dan menggandeng tangan Tya untuk masuk ke dalam dan itu membuat Tya menjadi bingung.
" Ini rumah siapa Mas? " tanya Tya pada Ardi.
Ardi melihat ke sekeliling yang terlihat sepi dan tidak ada orang disana.
" Ini rumah kita sayang. Rumah untuk kamu " jawab Ardi tersenyum.
Tya terkejut dan langsung menoleh pada Ardi. " Rumah kita? " ucap Tya.
" Iya sayang. Aku beli rumah ini sekitar enam bulan yang lalu dari hasil kerja aku di kantor selama ini buat kamu. Rumah ini baru selesai direnovasi seminggu yang lalu. Aku tau kamu gak bakal minta apa-apa sama aku jadi aku berinisiatif sendiri buat beli rumah ini " ucap Ardi tersenyum.
Mata Tya sudah berkaca-kaca terharu. Apalagi setelah ia melihat ruang tamu dan kesekelilingnya yang merupakan konsep dari rumah impiannya.
__ADS_1
" Jangan nangis dong sayang " ucap Ardi menghapus air mata Tya dengan kedua ibu jarinya.
" Aku cuma terharu Mas. Kamu buat rumah ini persis sama rumah impian aku ya walaupun rumah impian aku gak sebesar ini tapi konsepnya bener-bener sama " jawab Tya.
" Jadi kamu suka? " tanya Ardi.
" Suka banget Mas " jawab Tya.
Tya pun langsung memeluk Ardi dan Ardi membalasnya lalu mencium puncak kepala Tya.
" Sekarang kita lihat ruangan yang lain " ucap Ardi setelah mereka melepaskan pelukannya.
Tya pun menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Ardi yang sedang menggandeng tangannya.
" Di rumah ini ada tiga kamar. Di lantai dua ada dua kamar yaitu kamar kita dan kamar Aditya. Terus di lantai satu ada satu kamar tamu " ucap Ardi pada Tya.
" Makasih ya Mas. Aku suka banget sama rumah ini " ucap Tya.
" Gak perlu bilang makasih terus sayang. Aku lakuin ini buat kamu istri aku " jawab Ardi memeluk Tya dari belakang.
Tya pun tersenyum lalu mengusap tangan Ardi yang melingkar di pinggangnya.
" Jadi kita bakal pindah ke sini Mas? Kasian Ayah sama Ibu kalo kita pindah, mereka pasti bakal kesepian " ucap Tya.
__ADS_1
" Enggak sayang. Kita bakal nginep disini tiap weekend " jawab Ardi.
Ardi menduselkan wajahnya di tengkuk Tya dan mulai memberikan beberapa kecupan disana yang membuat Tya merasa geli.
" Jangan ah Mas, geli " ucap Tya memukul pelan lengan Ardi.
" Sayang kita anu-anu yuk di kasur baru " ajak Ardi masih memberikan kecupan di tengkuk Tya.
" Gak mau. Kita harus pulang kan, kalo Aditya rewel gimana " tolak Tya.
Ardi tidak menerima penolakan Tya apalagi junior sekarang sudah menegang hanya karena mencium tengkuk Tya. Ardi menggendong Tya ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disana. Terjadilah pertempuran panas yang tidak cukup hanya satu jam. Ardi terus saja meminta lagi dan lagi.
" Kita tidur disini aja ya sayang. Lagian ini sudah malam " ucap Ardi saat melihat sudah pukul satu dini hari.
" Enggak, pokoknya aku mau pulang ke rumah. Ini juga semua gara-gara kamu " ucap Tya yang sedang mengeringkan rambutnya dengan perasaan kesal.
Akhirnya Ardi pasrah dari pada ia membuat Tya tambah kesal dan ia akan kehilangan jatah malamnya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " ππ
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π