
Tya membuka matanya saat mendengar suara azan subuh berkumandang. Ardi juga masih terlelap dengan bertelanjang dada. Mereka memang belum sempat mandi dan berpakaian. Mereka langsung tidur setelah pertempuran panas mereka. Tya tersenyum saat melihat wajah Ardi. Ia malah memeluk Ardi kembali dan menyusupkan kepalanya di dada Ardi. Beruntung tadi malam Aditya tidur dengan nyenyak dan tidak bangun sekalipun.
" Sayang " panggil Ardi.
" Hmm " jawab Tya yang masih asik menyusupkan kepalanya di dada Ardi.
" Udah subuh ya " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Tya menjauh dan mendudukkan tubuhnya.
" Kenapa bangun sih sayang. Kan aku masih pengen dipeluk " ucap Ardi.
" Udah subuh mas. Aku juga mau liat Aditya, takut popoknya penuh. Dia juga kan gak bangun sama sekali tadi malam " jawab Tya.
" Anak kita tu pengertian sayang. Dia tau kalo ayah sama bundanya lagi kangen-kangenan " ucap Ardi.
" Ah jadi pengen lagi " lanjut Ardi bangun lalu memeluk Tya.
" Mas lepas ih. Kasian lho Aditya kalo sampai popoknya penuh " ucap Tya mencoba melepaskan pelukan Ardi.
Akhirnya Ardi pun melepaskan pelukannya. Ia turun dari tempat tidur lalu memakai celana pendeknya.
" Kamu mandi aja duluan. Biar aku yang liat Aditya " ucap Ardi.
Ardi menggendong Tya yang masih berbalut selimut dan membawanya ke kamar mandi.
__ADS_1
" Cepet mandi. Tapi kalo mau mandi bareng aku ya tungguin dulu ya " ucap Ardi mendudukkan Tya di pinggu bath up selagi ia mengisinya dengan air hangat.
" Itu sih maunya kamu mas " ucap Tya.
" Udah sana cepet liatin Adit " usir Tya.
Ardi pun keluar dari kamar mandi. Ia pergi ke kamar Aditya. Terlihat Aditya sudah bangun dan sedang asik bermain dengan jempolnya.
" Anak ayah pinter banget sih, udah bangun tapi gak nangis " ucap Ardi menciumi Aditya.
" Makasih ya anak ayah, tadi malam gak bangun sekalipun jadi ayah bisa puas sama bunda. Nanti ayah beliin mainan ya abis ayah pulang kerja " lanjut Ardi menggendong Aditya dan membawa ke kamarnya.
Tak lama Tya pun selesai mandi dan bergantian dengan Ardi.
" Halo anak bunda. Tidurnya nyenyak banget ya tadi malam " ucap Tya sambil menyusui Aditya.
" Mas kamu gak ada kuliah pagi kan hari ini? " tanya Tya.
" Gak ada sayang " jawab Ardi yang masih menyisir rambutnya.
" Anterin aku jenguk ke rumah sakit ya jenguk Yeni " ucap Tya.
" Iya sayang. Sekalian kita konsultasi ya ke dokter tentang yang kemarin " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Kemudian Ardi mendorong kursi roda Tya keluar kamar untuk sarapan bersama. Senyum Ardi tidak pernah luntur bagi itu. Tentu saja ia sangat semangat hari ini setelah mendapatkan jatah dari Tya setelah sekian lama. Sunggu pagi yang indah untuk Ardi.
__ADS_1
" Seneng banget kayaknya pagi ini. Sampai senyum gak hilang-hilang dari bibir " ucap Pak Gunawan pada Ardi.
" Iya dong yah. Kita harus mengawali pagi ini dengan senyuman " jawab Ardi.
" Pasti ada sesuatu nih " ucap Pak Gunawan.
" Udahlah yah, masa ayah gak paham. Kayak gak pernah muda aja " potong Bu Dewi.
Ia bisa mengerti apa yang terjadi. Apalagi setelah melihat wajah Tya seperti sedang malu.
" Oh jadi itu. Ayah paham sekarang " ucap Pak Gunawan.
" Udah yah, gak usah dibahas " ucap Ardi.
Ia tidak tega melihat wajah istrinya yang semakin memerah karena malu.
" Ayo kita makan sekarang " ucap Bu Dewi.
Mereka pun memulai sarapan dengan tenang. Sedangkan Aditya mereka titipkan pada Mbok Inem sebentar.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1