
Tya terus tersenyum sambil menatap putranya yang sedang berada di gendongan Bu Dewi. Ia masih belum percaya bahwa sekarang ia sudah menjadi seorang ibu. Ia sangat bersyukur putranya lahir dengan keadaan baik-baik saja dan sempurna walau terlahir prematur.
" Nona apa asi anda sudah keluar?" tanya dokter Sinta.
" Sepertinya sudah dok. Saya merasa ada sesuatu keluar dari tadi pagi " jawab Tya.
" Bagus jika seperti itu. Sekarang anda bisa mencoba menyusui putra anda " ucap dokter Sinta.
Bu Dewi pun mendekat ke brankar Tya dan memberikan putranya.
" Ayo coba susui dia sayang. Cucu ibu ini sepertinya juga sudah lapar " ucap Bu Dewi membatu Tya menggendong putranya.
" Iya bu " jawab Tya.
" Ayah sekarang keluar " ucap Bu Dewi pada Pak Gunawan yang sedang duduk di sofa bersama Ardi.
" Baiklah. Ayah juga harus pergi ke kantor " jawab Pak Gunawan berdiri dari duduknya.
Bu Dewi pun mencium tangan Pak Gunawan. Begitu juga Ardi.
"Hati-hati yah. Jangan lupa makan siang. Ibu tidak bisa mengirimkan makan siang hari ini " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Pak Gunawan.
Kemudian Pak Gunawan pun menghampiri Tya.
" Cucu opa yang tampan. Opa berangkat ke kantor dulu " ucap Pak Gunawan mencium cucunya.
__ADS_1
Tya pun mencium tangan Pak Gunawan setelah itu.
" Ayah berangkat. Assalamualaikum " ucap Pak Gunawan.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Setelah Pak Gunawan keluar dari ruang perawatan tersebut dokter Sinta pun mendekat untuk membuat Tya mencari posisi nyaman untuk menyusui.
" Coba anda susui sekarang. Mungkin akan sedikit sakit karena ini untuk pertama kalinya " ucap dokter Sinta.
Tya pun membuka kancing bajunya lalu mengeluarkan salah satu *********** dan mulai menyusui putranya. Tya merasa sedikit perih pada ujung *********** tapi ia juga bahagia melihat putranya sangat lahap menyusu.
Sedangkan Ardi berdiri di samping Tya dan hanya memperhatikan Tya yang sedang menyusui.
Setelah kenyang bayi yang baru berumur sehari itu pun melepaskan pangutannya pada payudara Tya dan terlelap. Tya pun menidurkannya tepat di sampingnya.
" Sedikit perih dok " jawab Tya.
" Itu wajar nona. Nanti setelah beberapa kali menyusui tidak akan terasa perih lagi " ucap dokter Sinta.
" Iya dok " jawab Tya.
" Baiklah saya harus pergi dulu. Nanti saya akan kembali lagi untuk mengecek keadaan anda " pamit dokter Sinta.
" Terima kasih banyak dok " ucap Ardi.
" Sama-sama tuan muda. Saya permisi " ucap dokter Sinta tersenyum.
__ADS_1
Ardi dan Bu Dewi pun menganggukkan kepala mereka. Dokter Sinta dan seorang perawat pun pergi dari ruang perawatan tersebut.
" Mas " panggil Tya saat Ardi sedang asik memperhatikan putra mereka yang sedang tidur.
Sedangkan Bu Dewi keluar sebentar karena harus melihat keadaan yayasan yang ia urus.
" Iya sayang" jawab Ardi.
" Apa kamu sudah memberitahu ayah dan ibu jika aku sudah melahirkan ?" tanya Tya.
" Sudah sayang. Mereka akan datang hari ini " jawab Ardi.
Kemudian Ardi kembali memperhatikan putranya yang sesekali mengggeliat.
" Mas rasanya aku belum percaya kalau kita sudah menjadi orang tua sekarang " ucap Tya tersenyum memperhatikan putranya.
" Iya sayang. Aku bersyukur anak kita lahir dengan selamat dan sempurna. Kamu juga baik-baik saja " jawab Ardi.
" Iya mas. Allah masih melindungi aku dan anak kita " ucap Tya.
" Iya sayang " jawab Ardi lalu mencium puncak kelapa Tya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku" ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1