Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
32. Gelang


__ADS_3

Pagi menjelang, Tya bangun dari tidurnya. Tya melihat jam di kamarnya, ternyata sudah jam 4 pagi dan sebentar lagi subuh.


Kemudian terdengar suara adzan berkumandang. Tya memanggil adiknya untuk membantunya.


Setelah mandi dan melaksanakan sholat subuh, Tya bersiap untuk ke sekolah. Setelah selesai sarapan Ayah berniat mengantar Tya ke sekolah.


" Hari ini ayah yang bakal antar kakak ke sekolah" ucap Ayah Nadi setelah selesai sarapan.


" Memangnya ayah gak kerja?" tanya Tya.


" Kerja, tapi agak siang" jawab Ayah Nadi.


" Ayo kalo udah selesai kita berangkat" lanjut Ayah Nadi.


" Iya yah" jawab Tya.


Khaya sudah berangkat terlebih dahulu bersama teman-temannya. Kemudian Ayah Nadi pun mengantarkan Tya ke sekolah.


Di tempat lain, Ardi sedang melajukan motornya menuju ke sekolah. Tapi di tengah jalan Ardi melihat ada seorang anak kecil yang sedang menjual gelang.


Ardi pun berhenti menghampiri anak itu.


" Dek jual apa?" tanya Ardi.


" Gelang kak, ini ada yang sepasang juga" jawab anak penjual gelang itu.


" Kakak mau dong gelangnya yang ini"ucap Ardi sambil menunjuk gelang sepasang yang memiliki mainan berbentuk hati dan bergambar kunci, dia berniat ingin memberikan gelang itu pada Tya dan yang satu untuknya.



" Ini kak" ucap anak itu memberikan gelang pada Ardi.


" Berapa?"tanya Ardi.


" Dua puluh lima ribu kak" ucap anak itu.


Ardi pun mengeluarkan uang satu lembar lima puluh ribuan dan memberikannya pada anak itu.

__ADS_1


" Kembaliannya buat kamu" ucap Ardi.


" Terima kasih kak" ucap anak itu, Ardi pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Ardi melajukan kembali motornya menuju sekolah.


Saat sampai sekolah, Ardi melihat Ayah Nadi. Dia pun menghampirinya.


" Paman" ucap Ardi.


Ayah Nadi yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah Ardi.


" Eh nak Ardi " ucap Ayah Nadi.


Ardi pun menyalami Ayah Nadi.


" Paman yang mengantar Tya?" tanya Ardi.


" Iya, paman buru-buru, paman pergi dulu" ucap Ayah Nadi.


" Iya paman" ucap Ardi.


" Walaikumsalam" jawab Ardi setelah menyalami Ayah Nadi kembali.


Setelah Ayah Nadi pergi, Ardi pergi menuju kelasnya. Sampai di kelas Ardi melihat Tya yang sedang mengobrol dengan Lisa.


" Pagi" ucap Ardi tersenyum.


" Pagi juga" jawab mereka.


Ardi lalu duduk di bangkunya, tapi sebelum itu dia menatap dan tersenyum pada Tya. Tya yang melihat senyum Ardi jantungnya langsung bereaksi.


" Aduh ni jantung jangan gini dong" batin Tya.


Tak lama jam pelajaran dimulai. Mereka belajar sekitar 2 jam.


Setelah 2 jam berlalu kini saatnya istirahat. Aska dan gengnya menghampiri Ardi.

__ADS_1


" Ar, kantin yuk" ucap Reno.


" Kalian duluan aja" ucap Ardi, dia berniat ingin memberikan gelang itu dulu pada Tya.


" Ya udah kita ke kantin duluan" ucap Aska. Ardi pun menganggukkan kepalanya.


Setelah mereka pergi, Leon dan gengnya juga keluar kelas.


Ardi yang melihat Tya sendirian memakan bekal pun menghampirinya. Ardi duduk di sebelah Tya.


Ardi hanya diam, memandangi Tya. Tya yang merasa diperhatikan jadi salah tingkah.


" Ada apa Ar, kenapa kamu liatin aku gitu"ucap Tya.


"Gak papa" jawab Ardi.


Ardi pun tersenyum memandangi Tya yang sedang makan roti isinya.


" Kamu mau Ar "tawar Tya.


Ardi mengangguk dan membuka mulutnya. " Aaaa, suapi aku" ucap Ardi tersenyum.


" Kamu kan bisa makan sendiri" ucap Tya malu jika harus menyuapi Ardi.


" Aku maunya disuapi kamu" ucap Ardi.


Tya pun terpaksa menyuapi Ardi. Sedangkan Ardi sangat senang menerima suapan itu. Setelah habis Ardi pun mengambil gelang itu dari sakunya.


" Tya, aku punya sesuatu buat kamu" ucap Ardi.


" Hmm Apa?" tanya Tya.


" Siniin tangan kamu" ucap Ardi.


Tya pun mengulurkan tangannya. Ardi menerima tangan Tya dan memasangkan gelang di tangan Tya.


" Gelang nin satu buat kamu dan satu buat aku" ucap Ardi setelah memasang gelang ditangan Tya lalu memasang gelang di tangannya.

__ADS_1


" Yang gambar gembok ini kamu, dan kunci ini aku, jadi cuma aku aja yang bisa buka hati kamu karna yang punya kuncinya cuma aku" ucap Ardi.


__ADS_2