
Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit akhinya mereka sampai. Mereka pun turun dari mobil. Ardi mendorong kursi roda Tya menuju area kampus. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka.
" Yeni Ardi Tya " panggil seseorang tersebut.
Mereka menoleh ke arah suara dan terlihat Aska sedang berjalan menghampiri mereka.
" Aska?" ucap mereka.
" Kalian daftar di kampus ini juga?" tanya Aska.
Mereka pun menganggukkan kepalanya.
" Lo gak bilang kalo masuk sini " ucap Ardi pada Aska.
" Gue gak tahu kalian masuk sini. Gue juga baru dateng dari Surabaya kemaren" jawab Aska.
" Tahu gitu bareng kita. Gue juga baru dateng kemaren " ucap Yeni.
" Seriusan? Sayang banget " ucap Aska dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.
" Kita langsung aja kesana yuk nanti malah telat tesnya " ucap Tya.
Mereka pun kemudian menuju tempat akan dilakukannya tes. Sampai disana mereka bertemu Frans dan Siska.
" Hai " ucap Siska tersenyum dan mereka pun membalasnya dengan senyuman.
" Yeni sama Aska juga daftar disini?" tanya Siska.
" Iya " jawab Aska.
__ADS_1
Sedangkan Yeni hanya tersenyum.
Tak lama datang Leon menghampiri mereka dan memberikan kunci mobil pada Siska.
" Nih " ucap Leon pada Siska.
" Leon juga disini ?" tanya Yeni senang.
" Hmm " jawab Leon dingin.
Setelah mendapatkan informasi bahwa tes masuk kampus akan segera dimulai, mereka pun masuk ke ruangan masing-masing. Leon, Ardi dan Frans memasuku ruangan yang sama. Sedangkan yang lain hanya sendiri termasuk Tya. Ardi sebenarnya enggan meninggalkan Tya bersama orang yang belum dikenalnya. Tapi Tya berhasil meyakinkan Ardi.
Mereka semua dinyatakan lulus setelah melewati tes dan minggu depan sudah masik kuliah.
Ardi dan Tya memutuskan untuk langsung pulang karena Mas Andi dan Mba Rina akan kembali siang ini.
" Ya udah. Kamu hati-hati " ucap Tya.
" Iya mba " jawab Yeni.
" Leon lo bawa mobil gue ya. Gue mau jalan sama Frans " ucap Siska memberikan kunci mobilnya pada Leon.
Leon tidak menjawab dan langsung mengambil kunci mobil dari Siska.
" Lo mau kemana Yen? Biar Gue anterin " ucap Aska pada Yeni.
" Gak usah makasih. Gue udah ada janji sama orang " tolak Yeni.
" Ya udah " ucap Aska kecewa.
__ADS_1
" Kita duluan ya " ucap Ardi pada teman-temannya.
Mereka semua pun menganggukkan kepalanya.
Ardi mendorong kursi roda Tya menuju mobil miliknya. Kemudian membantu Tya untuk naik ke mobil. Setelah itu Ardi menaruh kursi roda Tya di bagasi lalu di masuk dan duduk di kursi kemudi.
Ardi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesampainya di rumah ternyata Mas Andi dan Mba Rina serta Alika akan berangkat ke bandara dengan diantar Mang Udin sopir pribadi Bu Dewi.
" Mas udah mau berangkat ?" tanya Ardi.
" Iya " jawab Mas Andi.
" Biar Ardi antar " ucap Ardi.
" Gak usah. Kalian pasti lelah dan kami sudah ada Mang Udin " ucap Mas Andi.
" Iya benar kata mas mu lebih baik kalian istirahat aja " ucap Bu Dewi pada anak dan menantunya.
" Kalian hati-hati ya " ucap Tya lalu memeluk Mba Rina.
Setelah lama berpelukan Tya pun melepaskannya.
" Iya. Saat kami berkunjung kemari lagi nanti harus ada calon keponakan kami di sini " ucap Mba Rina mengusap perut rata Tya.
Tya pun tersenyum. " Insya Allah mba " jawab Tya.
Setelah mereka pergi dengan diantar Mang Udin, Ardi dan Tya pun juga pergi ke kamar mereka.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ
__ADS_1