
Karena ini hari pertama setelah libur semester jadi tidak ada pelajaran. Ardi mendekati Tya, Ardi duduk di meja depan Tya.
" Kenapa kamu duduk disitu?" tanya Yeni saat melihat Ardi yang duduk di meja di depan Tya.
" Biar lebih enak aja lihatin wajah pacar aku " ucap Ardi tersenyum. Wajah Tya langsung memerah karena ulah Ardi.
"Dasar mentang-mentang punya pacar" ucap Yeni. Ardi hanya tersenyum.
" Turun ih gak enak diliatin yang lain " ucap Tya pada Ardi.
" Gak mau, biarin aja lagi " jawab Ardi.
" Malu tau" ucap Tya pelan sambil mencubit paha Ardi.
" Aw, suka banget sih nyubit aku " ucap Ardi memegang tangan Tya supaya tidak mencubitnya lagi.
" Salah kamu sendiri, disuruh turun gak mau " ucap Tya.
" Aku kan pengen disini" ucap Ardi.
" Ya udah terserah kamu" ucap Tya menyerah.
Ardi pun tersenyum.
Sedangkan Leon dari tadi memperhatikan interaksi antara keduanya. Kemudian ia berdiri hendak pergi.
" Mau kemana lo ?" tanya Risky saat melihat Leon berdiri.
__ADS_1
" Keluar " jawab Leon singkat kemudian melangkah keluar.
Yeni yang melihat Leon keluar pun menjadi penasaran dan ingin mengikutinya.
" Mau kemana dek ?" tanya Tya saat Yeni hendak meninggalkan mereka.
" Em ketoilet mba " jawab Yeni beralasan kemudian melangkah keluar.
Yeni terus mengikuti Leon. Semenjak kejadian malam itu Yeni seperti mulai tertarik pada Leon dan menyukainya. Jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat berada dekat Leon. Dia menyadari perasaannya itu tapi dia gengsi untuk mengakuinya.
Sampai akhirnya Leon sudah berada di taman dan duduk di kursi kemudian memasang earphone di telinganya.
Yeni pun menghampiri Leon dan ikut duduk disampingnya. Leon yang menyadari ada seseorang yang duduk disampingnya langsung menoleh dan melepaskan earphonenya.
" Ngapain lo, lo ngikutin gue ya" ucap Leon ketus.
" Nggak ngapain juga gue ngikutin lo. Gue cuma mau cari angin aja disini " jawab Yeni berbohong.
" Dasar cowok kulkas, pantes aja gak ada cewek yang deket sama dia lagian dingin banget sih " gerutu Yeni.
" Gak usah ngerutu kek gitu " ucap Leon, dia mendengar semua yang diucapkan Yeni karena dia tidak menyalakan musik pada earphonenya.
" Lo denger gue?" tanya Yeni tapi Leon acuh dan berdiri hendak pergi.
" Hey jawab " ucap Yeni menarik tangan Leon dengan kuat.
Leon kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh diatas tubuh Yeni yang duduk diatas kursi.
__ADS_1
Yeni membulatkan matanya sempurna, begitu juga dengan Leon. Mereka sama-sama membisu dan dalam posisi yang sama.
" Jantung gue kenapa. kok lebih kaya diskoan gini. Lebih cepet dari saat gue deket Tya " batin Leon.
" Leon sampe kapan posisi kita kaya gini " ucap Yeni menyadarkan Leon.
Leon bangkit dari tubuh Yeni kemudian dia pergi tanpa mengucapkan satu kata pun.
" Kenapa aku jadi gini, apa aku beneran udah suka sama dia " gumam Yeni masih duduk di kursi taman.Dia selalu merasakan debaran saat berada dekat Leon.
Tanpa dia sadari ada dua pasang mata yang dari tadi memperhatikan mereka.
" Sejak kapan mereka menjadi dekat " ucap Tya.
Ya mereka adalah Ardi dan Tya, mereka memang hendak ke taman tetapi saat mereka sampai taman, mereka melihat Yeni sedang bersama Leon.
" Mungkin mereka punya hubungan " jawab Ardi.
" Tapi Ar Yeni tu gak suka banget sama Leon, mereka malah terkesan kaya musuh " ucap Tya yang masih bingung.
" Udah gak usah terlalu mikirin mereka. Sekarang kita mau kemana lanjut ke taman atau balik ke kelas " ucap Ardi.
" Balik ke kelas aja ya" jawab Tya.
" Oke sayang " ucap Ardi.
Wajah Tya masih saja memerah saat Ardi memanggilnya sayang, padahal ini bukan pertama kalinya.
__ADS_1
Kemudian Ardi mendorong kursi roda Tya menuju kelas kembali.
Mohon bantuan vote, like dan komennya ya π Terima kasih ππ