
Ardi melajukan motornya menuju mini market di delan komplek. Sesampainya di mini market Ardi langsung memarkirkan motornya.
Ardi memasuki mini market tersebut dan langsung mengambil keranjang belanjaan. Ardi mencari tempat pembalut untuk pembeli pesanan Tya.
Saat menemukan Ardi banyak sekali pembalut dengan berbagai jenis disana.
"Banyak sekali ini. Aku harus pilih yang mana?" gumam Ardi.
Tiba-tiba datang dua orang wanita yang juga sedang memilih pembalut.
" Cari pembalut juga ya mas?" tanya salah satu wanita itu.
Ardi yang mendengarnya langsung menoleh ke samping.
" Iya " jawab Ardi tersenyum canggung.
Dia merasa sangat malu karena keprgok sedang mencari barang pribadi wanita.
" Aduh so sweet banget sih masnya. Buat pacarnya ya mas" ucap wanita yang satu lagi.
" Buat istri saya " jawab Ardi.
" Oh istri. Masnya sudah menikah ya " ucap wanita tadi.
Ardi pun hanya membalasnya dengan senyuman.
Ardi merasa risih dan juga malu pada kedua wanita tersebut. Ardi ingin segera pergi dari situ.
" Tadi pesanan Tya warna hitam dan warna merah masing-masing satu kan ya " gumam Ardi.
Ardi langsung mengambil barang yang dipesan Tya. Ardi menaruhnya di keranjang belanja yang dia bawa.
" Saya duluan mba " ucap Ardi saat sudah selesai mengambil barang belanjaannya dalam keranjang.
" Iya mas " jawab kedua wanita tersebut.
Ardi pun melangkah pergi menuju kasir. Saat sudah didekat kasir Ardi melihat seseorang yang dikenalnya.
__ADS_1
" Frans " panggil Ardi. Ya, orang itu adalah Frans.
Frans pun membalikkan tubuhnya. " Eh lo Ar" ucap Frans.
Frans pun menghampiri Ardi. Frans melihat keranjang belanjaan Ardi yang berisi pembalut.
" Lo beli pembalut ?" tanya Frans tertawa.
Ardi pun menjadi kesal. " Iya " jawab Ardi.
" Sumpah demi apa lo. Seorang Ardika Putra Wicaksono beli pembalut " ucap Frans semakin tergelak.
" Diem lo" ucap Ardi menatap tajam Frans.
" Oke oke maaf " ucap Frans menghentikan tawanya.
" Lo kok bisa disini?" tanya Ardi.
" Gue tadi lewat sini terus mampir beli minuman " jawab Frans.
" Oh " ucap Ardi.
" Semuanya empat puluh lima ribu mas " ucap penjaga kasir tersebut.
Ardi pun langsung membayarnya. Setelah selesai Ardi pun bergegas akan pulang karena sudah pasti Tya sedang menunggunya.
" Gue duluan. Istri gue udah nungguin di rumah " ucap Ardi pada Frans.
" Oke " jawab Frans.
Ardi kemudian menuju parkiran lalu melajukan motornya menuju rumah. Hanya dengan memakan waktu sekitar sepuluh menit Ardi sudah sampai rumah.
Ardi langsung menuju kamarnya untuk memberikan barang itu pada Tya. Ardi membuka pintu kamar mereka tapi tidak ada Tya disana. Ardi pun pergi ke kamar mandi.
" Sayang kamu masih disana " ucap Ardi di depan kamar mandi.
" Iya mas " jawab Tya.
__ADS_1
Ardi pun masuk ke kamar mandi. Tya masih duduk di kloset kamar mandi lalu Ardi pun memerikan belanjaanya itu pada Tya.
" Ini " ucap Ardi memberikan kantong plastik pada Tya.
" Terima kasih mas " ucap Tya menerima kantong plastik itu dari Ardi.
" Kamu harus memberi aku hadiah karena sudah membelikanmu itu " ucap Ardi.
" Hadiah apa?" tanya Tya.
" Cium aku " jawab Ardi sambil menunjukkan bibirnya.
" Harus ya ?" ucap Tya.
" Iya dong " jawab Ardi.
Ardi pun membungkukkan tubuhnya hingga wajahnya tepat berada di hadapan Tya.
" Cepat cium aku " ucap Ardi.
Tya pun memajukan wajahnya mendekatkannya pada wajah Ardi. Tya mencium bibir Ardi sekilas.
" Itu namanya mengecup bukan mencium " ucap Ardi.
" Lalu bagaimana?" tanya Tya pada Ardi.
" Begini " jawab Ardi.
Ardi menarik tengkuk Tya lalu mencium bibinya. Ardi ******* dan menyesapnya cukup lama. Hingga Tya memukul dada Ardi karena sudah kehabisan napas.
Ardi pun melepaskannya dengan tersenyum puas.
" Udah sana keluar. Aku mau pake ini dulu " ucap Tya.
" Iya sayang " jawab Ardi.
Ardi pun keluar dari kamar mandi lalu menutup pintunya kembali.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ