
Ardi mendorong kursi roda Tya dan mengantarkan Tya sampai depan kelasnya.
" Sayang jika sudah selesai nanti langsung kirim pesan ke aku. Aku sudah menghubungi Kak Angga untuk menjemputmu. Dia akan menunggumu di depan kampus. Nanti aku akan mengantarmu kesana " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas. Aku bisa kok ke depan kampus sendiri. Kamu juga kan masih ada kelas. Aku juga bisa minta tolong Yeni nanti " jawab Tya tersenyum.
" Baiklah. Aku ke kelas dulu " ucap Ardi.
Kemudian hendak mencium puncak kepala Tya tapi Tya mencegahnya.
" Jangan mas" ucap Tya.
Ardi mengerutkan keningnya. " Kenapa sayang ?" tanya Ardi.
" Ini masih di kampus. Gak boleh "jawab Tya.
" Baiklah " ucap Ardi memegang sebelah pipi Tya.
" Aku pergi " ucap Ardi.
Tya pun tersenyum menganggukkan kepalanya lalu mencium punggung tangan Ardi.
" Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab Tya.
Kemudian Ardi beranjak pergi menuju kelasnya. Setelah Ardi pergi Tya berbalik hendak memasuki kelasnya. Tapi sekilas dia melihat seseorang yang sepertinya sedang memperhatikannya.
" Siapa itu? Kok aku merasa seperti dia memperhatikanki ya " gumam Tya.
__ADS_1
" Ah mungkin itu mahasiswa lain " lanjutnya lalu memasuki kelasnya.
Sedangkan dari balik tembok ada seseorang dengan pakaian serba hitam sedang menelpon atasannya.
" Semua aman tuan. Anda bisa melancarkan rencana anda hari ini juga. Ardi sedang tidak bersama dengan istrinya itu " ucap seseorang dibalik tembok tersebut.
" Kerja bagus. Hanya tinggal sedikit lagi Gunawan akan menderita melalui putra kesayangannya itu " jawab penelpon itu.
" Kamu terus awasi mereka dan berikan kabar pada saya " lanjutnya.
" Baik tuan " jawab seseorang itu lalu sambungan telepon itu pun terputus.
Tya sudah menyelesaikan kelasnya dan dia pun keluar dari kelas. Terdengar suara Yeni memanggilnya.
" Mba " panggil Yeni.
Tya pun langsung menoleh ke sumber suara dan tersenyum.
" Iya dek " jawab Tya.
" Terus mana Kak Angga nya?" ucap Yeni sambil mencoba mencari keberadaan Kak Angga.
" Mungkin Kak Angga ada diluar. Tadi Mas Ardi bilang Kak Angga akan menunggu di depan kampus " jawab Tya.
" Oh. Ya sudah aku antar ke depan ya " ucap Yeni.
" Emang kamu gak ada kelas lagi?" tanya Tya pada Yeni.
" Enggak. Aku cuma dua kelas aja " jawab Yeni.
__ADS_1
" Ya sudah ayok " ucap Tya.
Kemudian Yeni pun mendorong kursi roda Tya menuju depan kampus. Tapi disana tidak ada Kak Angga maupun mobil yang biasa dikendarainya.
" Kok gak ada Kak Angga nya?" ucap Yeni saat sudah beradadi depan kampus.
" Mungkin masih di jalan dek. Lagian ini juga sudah masuk jam makan siang pasti macet " ucap Tya pada Yeni.
" Iya juga sih mba. Ya sudah aku temenin mba deh disini " ucap Yeni.
" Kalo kamu kamu pulang gak papa kok dek. Mba bisa nunggu Kak Angga sendiri " ucap Tya.
" Enggak mba. Aku mau temenin mba aja " jawab Yeni tersenyum.
Mereka berdua pun menunggu Angga di depan kampus. Sampai akhirnya Yeni mendapatkan telepon dari Yola untuk segera pulang karena dia akan pergi ke pernikahan temannya dan tidak ada yang menjaga Bagas putranya.
" Kamu pulang aja dek. Mba gak papa sendiri " ucap Tya tersenyum meyakinkan Yeni.
" Maaf ya mba. Aku lupa kalo hari ini Kak Yola pergi dan aku harus menjaga Bagas " ucap Yeni merasa bersalah dan tidak enak hati.
" Iya gak papa dek " jawab Tya tersenyum.
" Aku pulang duluan mba. Assalamualaikum " ucap Yeni.
" Walaikumsalam " jawab Tya.
Kemudian Yeni pun menghadang taksi dan menaikinya. Kini tinggal Tya sendiri menunggu Angga.
Tya merasa dirinya sedang diawasi oleh seseorang semenjak kembali dari kantin bersama Ardi tadi. Dia memperhatikan sekelilingnya tapi tidak ada yang mencurigakan.
__ADS_1
" Mungkin ini perasaanku saja " ucap Tya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung aku yaππ