
Pada pagi harinya, Ardi sudah siap dengan pakaian kasualnya karena ia ada jadwal kuliah pada pagi hari itu. Sedangkan Tya sedang memakaikan baju Aditya yang baru selesai mandi.
" Bunda pinjam dulu ya tangannya " ucap Tya memasukkan tangan Aditya ke lengan baju.
Aditya tidak memberontak malah ia tenang sambil tertawa seolah mengerti apa yang dikatakan sang bunda.
" Pinternya anak bunda. Sekarang bunda pinjam yang satu lagi ya " ucap Tya mengambil tangan Aditya yang satu lagi.
Setelah selesai memakaikan baju Aditya, Tya mengoleskan minyak kayu putih pada tangan dan kaki lalu memberikan bedak bayi pada wajah Aditya.
" Gantengnya anak ayah kayak ayahnya " ucap Ardi menghampiri Tya yang sedang menggendong Aditya.
" Iya dong ayah " jawab Tya menirukan suara anak kecil.
Ardi pun tersenyum.
" Sayang, nanti malam kita makan di luar ya " ucap Ardi pada Tya.
" Kenapa mas? Aku gak enak sama ibu ninggalin Adit terus " ucap Tya.
" Gak papa sayang. Ibu juga pasti seneng kok, aku juga mau kasih liat sesuatu sama kamu " ucap Ardi.
" Ya udah deh " jawab Tya.
" Ayo kita sarapan sekarang " ucap Ardi.
Ardi mendorong kursi roda Tya keluar dari kamar mereka. Pak Gunawan dan Bu Dewi juga sudah berada di meja makan.
" Sini Nona, biar Tuan Kecil bersama saya " ucap Mbok Inem.
__ADS_1
Tya pun memberikan Aditya pada Mbok Inem.
Tya mengambilkan makanan untuk Ardi dan juga dirinya sendiri. Mereka pun mulai sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan, Ardi pun langsung berpamitan untuk pergi ke kampus.
" Aku berangkat ya sayang " ucap Ardi mencium puncak kepala Tya.
" Iya mas " jawab Tya.
" Oh iya mas, tolong beli kue ulang tahun ya terus kasihkan ke Leon. Hari ini kan Yeni ulang tahun, aku pengen juga dia tau kalo aku inget hari ulang tahunnya walaupun dia gak sadar sekarang " ucap Tya pada Ardi.
Ia mengingatkan bahwa hari itu adalah hari ulang tahun Yeni tapi ia juga sedih karena di hari ulang tahunnya Yeni masih terbaring koma.
" Iya sayang, nanti aku beli kuenya dan kasih ke Leon " jawab Ardi.
Hari sudah berganti malam. Ardi dan Tya juga sudah berada di perjalanan menuju sebuah restoran yang sudah di boking oleh Ardi.
" Cantik banget sih istri aku " puji Ardi yang melihat Tya sangat cantik dengan menggunakan sebuah dress warna hitam yang cukup ketat dan rambut disanggul.
" Gombal banget sih " ucap Tya tersenyum dengan wajah memerah.
Padahal hampir setiap hari Ardi memujinya cantik tapi ia selalu merasa sangat senang.
Setelah sampai di restoran tersebut, Ardi dan Tya pun turun dari mobil. Mereka akan masuk ke dalam restoran itu tapi ada seseorang yang memanggil mereka.
" Ardi, Tya " panggil Anita.
Anita mendekati mereka bersama seorang pria.
__ADS_1
" Kenapa pake ada Anita segala sih " ucap Ardi dalam hati.
Ia takut Anita akan merusak suasana dan segala rencana yang sudah ia siapkan untuk Tya.
Tya hanya tersenyum pada Anita.
" Maaf mengganggu kalian sebentar. Aku cuma mau minta maaf sama kalian terutama sama kamu Tya. Aku sekarang sadar kalau aku salah setelah ucapan kamu kemarin. Aku juga anak yang broken home karena orang tuaku berpisah jadi aku gak bakal bisa biarin anak kalian alamin itu juga. Aku bener-bener minta maaf sama kalian " ucap Anita tulus.
Melihat ketulusan dari Anita, akhirnya Tya pun melapangkan hatinya untuk memaafkan Anita.
" Iya Mba. Aku sudah memaafkan Mba Anita " jawab Tya tersenyum.
" Makasih ya Tya " ucap Anita senang karena Tya mau memaafkannya.
Ardi yang melihat itu pun bernapas lega.
" Aku doakan supaya Mba Anita mendapatkan jodoh yang terbaik untuk Mba Anita " ucap Tya.
" Iya Tya, ini adalah calon suamiku. Aku akan kirim undangan juga ke rumah kalian nanti " ucap Anita menggandeng tangan pria di sampingnya.
Ardi dan Tya pun tersenyum pada pria yang digandeng Anita dan begitu sebaliknya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1