Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
159. Telur Mata Sapi


__ADS_3

Setelah mengambilkan baju ganti untuk sang suami Tya pergi ke dapur. Tiba-tiba saja dia ingin makan telur mata sapi dengan nasi yang masih panas. Membayangkannya saja sudah membuat air liur Tya hendak menetes.


Tidak ada siapa pun di dapur. Tya pun langsung membuka kulkas dan mengambil telur untuk dibuat telur mata sapi. Tya menyalakan kompor dan mulai menggoreng telur.


" Anda sedang apa nona muda?" tanya Mbok Inem yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


Tya pun menoleh ke arah Mbok Inem. " Saya sedang menggoreng telur mata sapi mbok " jawab Tya.


" Biar saya saja nona muda. Anda bisa menunggu di meja makan " ucap Mbok Inem pada Tya.


" Gak usah mbok. Biar saya sendiri aja. Mending Mbok Inem istirahat aja. Pekerjaan mbok juga udah selesai kan " ucap Tya sambil membalik telur mata sapinya.


" Tapi nona muda... " ucapan Mbok Inem langsung dipotong oleh Tya.


" Aku gak mau dibantah mbok. Sekarang mbok istirahat di kamar mbok aja ya. Nanti jika saya perlu apa-apa saya panggil mbok " ucap Tya tersenyum.


" Baiklah nona muda. Saya permisi ke kamar dulu " ucap Mbok Inem.


Tya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Mbok Inem.


" Nona muda baik sekali. Tuan muda Ardi sangat beruntung memiliki istri seperti nona muda " batin Mbok Inem.

__ADS_1


Kemudian Mbok Inem beranjak pergi menuju kamarnya di belakang.


Setelah telur mata sapi itu matang Tya langsung menaruhnya di atas piring. Tya mengambil nasi yang masih panas di dalam penanak nasi. Kemudian Tya menuju meja bar yang ada di dapur. Tya mulai memakan itu dengan sangat lahap.


Terlihat Ardi memasuki dapur dan menghampiri Tya yang sedang melahap telur mata sapi dengan nasi hangatnya.


" Sayang kamu makan apa?" tanya Ardi lalu duduk di sebelah Tya.


" Telur mata sapi dengan nasi hangat mas. Enak banget " jawab Tya sambil menyuapkan lagi ke mulutnya.


" Iya tuh kelihatannya enak banget. Mas mau dong " ucap Ardi.


" Bentar ya mas. Aku buatin dulu buat kamu " ucap Tya menghambiskan makanannya.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Tya pun memasakan telur mata sapi untuk Ardi. Setelah matang dia memberikannya pada Ardi. Tak lupa juga Tya mengambilkan nasi hangat untuk Ardi.


" Ini mas " ucap Tya memberikan sepiring nasi hangat dan telur mata sapi untuk Ardi.


" Terima kasih sayang " ucap Ardi tersenyum.

__ADS_1


Ardi pun mulai memakannya. " Sayang tolong ambikan kecap dong " ucap Ardi pada Tya.


Tya pun mengambil kecap seperti yang diminta oleh Ardi.


" Ini mas " ucap Tya memberikan sebotol kecap.


Ardi pun menerimanya lalu menuangkan kecap tersebut pada telur mata sapinya. Kemudian Ardi memakannya kembali dengan sangat lahap.


" Ini bener-bener enak sayang " ucap Ardi menyuapkan lagi pada mulutnya.


Tya pun tersenyum melihat Ardi makan dengan sangat lahap walaupun hanya dengan telur mata sapi dan nasi hangat serta kecap.


" Oh iya sayang. Ayah sama ibu kemana dari tadi gak kelihatan ?" tanya Ardi pada Tya.


" Ayah sama ibu ke panti asuhan mas " jawab Tya.


Kemudian Ardi pun melanjutkan makannya kembali. Setelah selesai Tya langsung mencuci piring bekas tempat makan mereka. Sedangkan Ardi kembali ke kamar mereka.


Setelah itu Tya menyusul Ardi pergi ke kamar mereka. Kemudian mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah karena suara adzan sudah terdengar dari masjid terdekat.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2