Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
88. Rencana Kejutan


__ADS_3

Benar saja beberapa hari sudah Ardi jarang menemui Tya kecuali jika sekolah karena sudah memulai latihannya. Tya juga sudah masuk sekolah karena lukanya sudah mengering dan hanya menunggu sembuh saja.


Pagi ini Ardi sudah berada di rumah Tya untuk menjemputnya.


" Kami berangkat dulu bi " ucap Ardi pada Bu Sari.


" Hati-hati ya " jawab Bu Sari tersenyum.


Kemudian Ardi dan Tya bergantian mencium tangan Bu Sari.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab Bu Sari.


Ardi dan Tya pun menuju mobil Ardi. Semenjak kejadian itu Ardi memang sengaja menggunakan mobil. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di sekolah.


Saat memasuki kelas ternyata belum ada murid yang datang. Ardi membawa Tya ke mejanya lalu dia meletakan tasnya di mejanya sendiri.


Terdengar ponsel Ardi berbunyi, Ardi pun mengambil ponsel miliknya dalam kantong. Ternyata Aska yang menelponnya.


" Halo" ucap Ardi menjawab telepon dari Aska.


" Halo Ar, lo udah di sekolah ?" tanya Aska.


" Udah, baru aja nyampe " jawab Ardi.


" Ar, tolongin gue dong. Motor gue mogok di dekat rumah Tya. Masa gue dorong ya lumayan jauh juga. Jemput gue ya" ucap Aska dari ujung sana.

__ADS_1


" Lah tumben lo gak bareng yang lain " ucap Ardi.


" Gue tadi nganterin adek gue dulu. Pokoknya lo jemput gue sekarang " jawab Aska.


" Iya gue otw ni " ucap Ardi kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut.


Setelah memutuskan sambungan telepon, Ardi menghampiri Tya.


" Siapa yang menelpon kamu?" tanya Tya.


" Aska " jawab Ardi.


" Aku pergi sebentar, kasian Aska motornya mogok " lanjut Ardi.


Tya pun menganggukkan kepalanya. Ardi pergi untuk menjemput Ardi. Tak lama setelah kepergian Ardi, murid yang lain berdatangan.


" Ardi tadi mau kemana Tya?" tanya Reno pada Tya.


" Kasian banget tu anak " ucap Ilham.


Kemudian mereka menuju meja masing-masing. Yeni juga duduk di sebelah Tya.


" Mba sekarang tanggal berapa ?" tanya Yeni sambil menulis jurnal hariannya.


" Tanggal 21 " jawab Tya.


Kemudian Tya teringat sesuatu saat setelah menjawab pertanyaan Yeni.

__ADS_1


" Astagfirullah. Kok aku bisa sampai lupa " ucap Tya.


" Kenapa mba ?" tanya Yeni.


" Dek, mba lupa banget kalo besok Ardi ulang tahun " jawab Tya.


" Tapi masih besok juga mba, mba mau bikin kejutan buat Ardi " ucap Yeni.


" Mba sih pengen buatin kue buat dia, terus rayainnya cukup berdua aja " ucap Tya tersenyum.


" Tapi dia kan susah banget buat keluar cuma sekedar jalan. Setiap hari dia latihan " lanjut Tya menjadi sedih.


" Gimana kalo mba dateng ke rumahnya aja, tapi jangan kasih tahu dia biar surprise " ucap Yeni memberi saran.


" Nanti aku yang anter mba deh " ucap Yeni lagi.


" Beneran?" ucap Tya dengan mata berbinar dia sangat senang Yeni mau membantunya. Yeni pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Besok malam aja ya kita ke rumahnya. Besok mba mau bikin kue buat dia. Nanti kamu anterin mba ke mall ya. Mba mau beliin kado buat dia sekalian beli bahan-bahan buat bikin kue " ucap Tya.


" Siap mba. Aku bakal bantuin mba deh nanti " jawab Yeni.


" Makasih ya dek. Nanti mba traktir deh " ucap Tya pada Yeni.


" Wah kalo gitu aku lebih semangat bantuin mba " ucap Yeni tertawa.


" Kamu mah. Tapi gak papa deh mumpung lagi seneng " ucap Tya.

__ADS_1


Mereka pun tertawa berdua sambil terus membicarakan rencana untuk kejutan ulang tahun Ardi.


Mohon bantuan vote, like dan komennya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2