Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
144. Menjaga Tya


__ADS_3

Terdengar suara pintu kamar mereka di ketuk. Ardi pun berdiri lalu mau menuju ke arah pintu untuk membukanya.


Ceklek.


Terlihat Mbok Inem membawa nampan berisi makanan.


" Tuan muda. Nyonya menyuruh saya membawakan bubur untuk nona muda dan sarapan untuk anda " ucap Mbok Inem.


Ardi pun mengambil alih nampan yang dibawa oleh Mbok Inrm.


" Terima kasih mbok " ucap Ardi.


" Sama-sama tuan muda. Saya permisi " ucap Mbok Inem dan Ardi pun menganggukkan kepalanya.


Ardi pun menutup pintu kamar mereka kembali dan berjalan mendekati Tya di tempat tidur. Ardi meletakkan nampan itu di atas nakas dan mengambilkan mangkuk bubur untuk Tya.


" Ayo sayang makan dulu " ucap Ardi menyuapkan bubur pada Tya.


" Aku makan sendiri aja mas " tolak Tya.


" Biar aku suapin " ucap Ardi.


" Aku masih bisa makan sendiri kok mas. Kamu juga makan. Kamu kan belum sarapan " ucap Tya pada Ardi.

__ADS_1


" Baiklah. Tapi kamu harus makan " jawab Ardi.


Tya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu mengambil mangkuk yang ada di tangan Ardi.


Tya pun mulai memakan buburnya. Tapi lama-kelamaan dia menjadi mual saat menyuapkan bubur itu ke mulutnya.


Kemudian Tya menaruh mangkuk itu kembali di nakas lalu mengambil gelas yang berisi air putih dan meminumnya.


" Kok gak dihabisin buburnya sayang " ucap Ardi.


" Rasanya mual kalo makan mas " jawab Tya.


" Ya sudah. Sekarang kamu istirahat ya " ucap Ardi menaruh piringnya di nakas lalu menyelimuti Tya.


Kemudian Ardi keluar dari kamar menuju dapur lalu menaruh nampan itu untuk dicuci oleh Mbok Inem. Saat hendak kembali ke kamarnya Ardi berpapasan dengan Bu Dewi.


" Ardi " panggil Bu Dewi.


" Iya bu " jawab Ardi.


" Apa istrimu sudah makan bubur yang ibu buat?" tanya Bu Dewi pada Ardi.


" Sudah bu. Sekarang Tya sedang istirahat " jawab Ardi.

__ADS_1


" Jaga istrimu. Ibu pergi dulu " ucap Bu Dewi.


" Iya bu. Ibu hati-hati" ucap Ardi lalu mencium tangan ibunya.


" Assalamualaikum " ucap Bu Dewi.


" Walaikumsalam " jawab Ardi.


Setelah Bu Dewi pergi Ardi pun kembali ke kamarnya. Terlihat Tya yang masih berbaring di atas tempat tidur. Tya tersenyum melihat kedatangan Ardi. Ardi pun menghampirinya dan ikut berbaring di atas tempat tidur.


" Ayo sekarang tidur. Aku akan menjagamu dan anak kita " ucap Ardi pada Tya sambil mengusap kepala dan memeluk Tya.


Tya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia melingkarkan tangannya di perut Ardi dan membenamkan wajahnya di dada bidang Ardi.


Tak butuh waktu lama Tya pun tertidur di pelukan Ardi. Ardi tersenyum melihatnya lalu memberikan beberapa kecupan di puncak kepala Tya.


" Aku sangat mencintaimu sayang. Aku akan selalu menjagamu dan calon anak kita. Aku tidak akan pernah membiarkan seorang pun memisahkan kita kecuali kematian" ucap Ardi menatap wajah Tya dan mencium keningnya.


" Terima kasih ya Allah engkau telah mempercayai kami dengan menitipkan anak di perut istriku " ucap Ardi sambil mengusap perut Tya yang masih rata.


Kebahagiaan yang luar biasa dirasakan Ardi. Di usianya yang masih muda dia diberikan kepercayaan untuk memiliki anak dengan wanita yang sangat di cintainya.


Ardi menghujani wajah Tya dengan ciuman. Kemudian dia pun ikut memejamkan matanya menyusul Tya ke alam mimpi.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ™πŸ˜Š Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2