
Ardi pun menyalakan mobilnya kembali dan melanjukannya menuju kediaman Keluarga Wicaksono. Sesampainya di rumah mereka langsung memasuki kamar dan melaksanakan sholay dzuhur karena adzan dzuhur sudah berkumandang.
Setelah itu mereka menuju meja makan untuk makan siang bersama. Di meja makan sudah ada Pak Gunawan dan Bu Dewi.
" Gimana hasil pemeriksaan kandungan kamu sayang ?" tanya Bu Dewi pada Tya.
" Alhamdulillah semuanya sehat. Calon bayinya juga sangat sehat bu. Usianya sudah delapan minggu " jawab Tya tersenyum.
" Alhamdulillah. Jaga selalu kesehatan kamu ya sayang. Jangan terlalu capek " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Tya.
" Ya sudah ngobrolnya nanti lagi sekarang kita makan dulu " ucap Pak Gunawan.
Kemudian Tya pun mengambilkan nasi dan lauk untuk Ardi lalu memberikannya pada Ardi.
" Kamu gak makan sayang?" tanya Ardi melihat Tya tidak mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
" Enggak mas. Aku mau makan rujak cingur buatan kamu aja nanti " jawab Tya.
" Iya nanti aku buatin tapi sekarang kamu makan dulu ya " ucap Ardi pada Tya.
" Gak mau mas " jawab Tya.
__ADS_1
Pak Gunawan yang melihat Tya tidak mengambil makanan untuk dirinya pun bertanya.
" Loh kenapa menantu ayah tidak makan ?" tanya Pak Gunawan pada Tya.
" Tya hanya mau makan rujak cingur buatan Mas Ardi yah " jawab Tya.
" Jadi kamu ngidam rujak cingur sayang? " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Tya.
" Ardi kamu harus buatkan rujak cingur untuk menantu dan calon cucu ibu " ucap Bu Dewi pada Ardi.
" Iya bu " jawab Ardi.
Setelah selesai makan siang Ardi pun akan langsung membuatkan rujak cingur untuk Tya. Sedangkan Pak Gunawan dan Bu Dewi pergi ke kamar mereka untuk beristirahat. Mbok Inem juga sudah kembali dari pasar membelikan semua bahan untuk membuat rujak cingur.
" Gak mau. Aku mau lihat kamu buat rujak cingurnya " jawab Tya.
" Sayang aku pastiin aku yang buat rujak cingurnya. Kamu istirahat aja di kamar ya " ucap Ardi.
" Gak mau mas" ucap Tya.
Ardi pun akhirnya membiarkan Tya melihat dirinya membuat rujak cingur untuk Tya. Ardi memakai celemek. Dia mula memotong-motong bahan dengan diarahkan oleh Mbok Inem. Mbok Inem tidak boleh membantu sama sekali oleh Tya karena Tya hanya ingin memakan rujak cingur yang benar-benar Ardi buat sendiri. Entah mengapa ia menginginkannya seperti itu.
__ADS_1
Tya tersenyum saat melihat Ardi kebingungan saat sedang diarahkan oleh Mbok Inem. Tiba-tiba terdengar suara Bu Dewi memasuki dapur.
" Aduh anak ibu sedang masak" ucap Bu Dewi.
" Ibu tidak usah menggodaku. Lebih baik ibu duduk saja melihat aku membuat rujak cingur ini " ucap Ardi.
Kemudian Bu Dewi pun duduk di sebelah Tya. " Kenapa gak nunggu di kamar aja sayang?" tanya Bu Dewi pada Tya.
" Aku ingin melihat Mas Ardi membuat rujak cingur untukku bu. Dia terlihat lucu sekali jika sedang kebingungan seperti itu " jawab Tya tersenyum.
" Kamu benar sekali sayang " ucap Bu Dewi.
Tak lama rujak cingur itu pun telah selesai dibuat oleh Ardi.
" Sudah jadi " teriak Ardi.
Kemudian Ardi pun memberikan semangkok rujak cingur pada Tya.
" Semoga kamu suka sayang. Aku baru pertama kali membuatnya " ucap Ardi.
Tya pun tersenyum lalu menyuapkan rujak cingur itu ke mulutnya.
" Ini sangat enak mas " ucap Tya.
__ADS_1
Kemudian Tya menyuapkan lagi rujak cingur itu ke mulutnya dengan sangat lahap. Ardi pun tersenyum. Dia sangat senang bisa memenuhi keinginan istri dan calon anaknya walaupun dia harus berjuang membuat rujak cingur itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ