Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
253. Jangan Terlalu Memanjakan


__ADS_3

Saat menjelang sore, Ardi sudah pulang lebih cepat setengah jam dari jam pulang kantor. Ia langsung pulang setelah menyelesaikan semua pekerjaannya hari itu. Ia juga membelikan mainan untuk Aditya sesuai janjinya tadi siang.


" Assalamualaikum, Adit Ayah pulang " ucap Ardi saat memasuki rumah.


Ardi membawa dua kantong besar di kedua tangannya. Satu kantong berisi mainan untuk Aditya dan satu lagi cemilan untuk Tya.


" Walaikumsalam " jawab Tya dan Bu Dewi dari ruang keluarga yang berubah jadi ruang bermain karena sekarang penuh dengan mainan Aditya.


Ardi pun langsung menuju ruangan keluarga. " Adit, Ayah pulang " ucap Ardi menaruh dua kantong plastik yang dibawanya ke atas meja.


Ardi sudah mendudukkan tubuhnya dan ingin memeluk Aditya tapi ia urungkan saat melihat mata Tya yang melotot kepadanya.


" Bersih-bersih dulu Mas, baru boleh sentuh Adit " ucap Tya kesal.


Tya kesal karena ia sudah berkata seperti itu tiap hari tapi Ardi selalu saja melupakannya.


" Iya sayang, jangan marah-marah Bundanya Adit " ucap Ardi mencium pipi Tya.


Setelah itu ia langsung berlari ke kamar mereka sebelum Tya semakin kesal padanya.


" Liat tuh Ayah kamu " ucap Tya pada Aditya.


Aditya pun tertawa walau belum mengerti apa yang Bundanya katakan.


Bu Dewi hanya tersenyum melihat anak dan menantu serta cucunya. Ia merasa senang karena keluarga anaknya rukun dan harmonis.

__ADS_1


Tak lama Ardi pun kembali dengan rambut yang masih basah. Ardi bergabung dengan mereka dan langsung memeluk Aditya.


" Anak Ayah sekarang Ayah mau dengan kamu panggil Ayah lagi " ucap Ardi pada Aditya yang berada di pangkuannya.


" Yah Yah " ucap Aditya lalu tertawa.


" Aaa Ayah seneng banget " ucap Ardi memeluk Aditya lagi.


Tya dan Bu Dewi hanya tersenyum melihat itu.


Ardi mendudukkan Aditya dihadapannya lalu mengambil kantong plastik yang berisi mainan. Ardi mengeluarkan semua mainan yang dibelinya untuk Aditya.


" Liat nih, Ayah beliin mainan " ucap Ardi mengeluarkan semua mainan itu.


" Gak papa sayang, sekali-kali " jawab Ardi.


" Tapi lain kali gak perlu sebanyak ini lagi. Kamu jangan terlalu manjain Adit " ucap Tya.


Tya tidak ingin nanti Aditya menjadi anak yang manja karena apa-apa yang diinginkannya selalu dituruti oleh Ardi.


" Bener kata Tya, gak papa manjain anak tapi jangan berlebihan " tambah Bu Dewi.


" Iya Bu " jawab Ardi.


Setelah itu Ardi membuka satu mainan mobil-mobilan dan memberikannya pada Aditya.

__ADS_1


" Adit suka? " tanya Ardi.


Aditya pun tertawa sambil menepuk kedua tangannya.


" Itu kantong plastik yang satunya apa Mas? " tanya Tya pada Ardi.


" Itu cemilan. Kamu kan lagi suka banget nyemil sekarang " jawab Ardi memberikan kantong plastik itu pada Tya.


" Wah pas banget. Kebetulan juga cemilan aku sudah habis " ucap Tya.


Tya membuka kantong plastik itu dan ada banyak cemilan kesukaannya.


" Ingat lho jangan makan cemilan terus, itu buat sampingan aja. Kamu lebih banyakin aja ngemil buahnya " ucap Ardi pada Tya.


" Iya Mas " jawab Tya.


Mereka pun menghabiskan waktu sore itu dengan menikmati kebersamaan bersama keluarga.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2