
Saat sampai di sekolah, Ardi memarkirkan motornya di parkiran khusus siswa. Setelah itu dia langsung menggendong Tya menuju kelasnya, sedang Yeni di belakang membawa tas Tya.
Semua memperhatikan mereka, tak terkecuali Cintia. Dia merasa sangat kesal dan mengepalkan tangannya.
" Berani banget ya tu cewek, berani deketin Ardi, dan Ardi mau banget repot-repot ngurusin cewek kaya dia" ucap Cintia sangat kesal.
Sampai di kelas, Ardi mendudukkan Tya di bangkunya.
" Makasih ya Ar, jadi ngerepotin kamu" ucap Tya.
" Nggak kok" ucap Ardi tersenyum lalu menuju bangkunya di belakang Tya.
Sedangkan Yeni setelah memberikan tas Tya, dia menuju bangkunya sendiri.
Teman -teman yang melihat Ardi membawa Tya pun menghampirinya.
" Lo berangkat bareng Tya?" tanya Reno kepo.
" Iya, tadi gue jemput dia sama Yeni di rumahnya" jawab Ardi.
" Wih, udah mulai beraksi lo" ucap Ahsan.
" Semangat buat dapetin hati Tya" ucap Aska dan dibalas senyum oleh Ardi.
__ADS_1
Sedangkan Leon yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya, dia seakan tidak rela. Risky yang melihat itu menepuk bahu Leon.
" Kalo lo suka sama Tya perjuangin, jangan sampe jatuh ke tangan orang lain" ucap Risky.
Leon tidak menjawab Risky dia langsung mendudukkan dirinya di bangku.
Lonceng masuk pun berbunyi, pertanda jam pelajaran akan dimulai. Semua sudah memasuki kelas masing-masing untuk memulai pelajaran.
Setelah pelajaran selesai, semua siswa ke kantin seperto biasanya. Tapi tidak dengan Tya dan Yeni mereka memakan bekal yang mereka bawa.
Tapi tiba-tiba Cintia dan temannya menghampiri Tya di kelasnya.
" Heh Tya, jangan kegatelan deh" ucap Cintia sinis.
" Lo itu deketin Ardi kan biar bisa lo jadiin babu lo biar bisa lo suruh bawa dia ke situ lah ke sini lah" ucap Cintia sambil mendorong pundak Tya, dan Tya hampir terjatuh untung ada Leon yang menahannya. Ya Leon saat itu berada di kelas.
" Apa-apaan sih lo, bisa bahayain orang tau gak dorong-dorong gitu" ucap Leon kesal dengan tindakan Cintia yang hampir membuat Tya celaka.
" Lo gak usah ikut campur" sambil menunjuk Leon. " Dan lo Tya, lo itu gak pantes buat Ardi, lo tu cuma cewek lumpuh yang bakal ngerepotin Ardi " ucap Cintia sinis.
Tya yang mendengarnya tidak bisa menahan air matanya lagi. Leon yang melihat Tya menangis sangat marah pada Cintia.
Leon yang hendak memberi Cintia pelajaran terhenti karna kedatangan Ardi.
__ADS_1
" Cukup Cintia, jangan keluarin kata-kata lagi dari mulut kotor lo itu, lo gak pantes bilang kaya gitu ke Tya. lo itu lebih buruk, bahkan sangat buruk, gue selama ini bersikap baik ke lo karna gue kira lo cewek baik tapi ternyata" ucap Ardi, dia sangat marah pada Cintia.
" Ga kaya yang... " belum selesai Cintia bicara sudah di potong oleh Ardi.
" Sekarang PERGI" bentak Ardi pada Cintia.
Cintia merasa takut pada Ardi yang sedang marah,dia pun meninggalkan tempat itu.
Setelah Cintia pergi Ardi hendak mendekati Tya yang sedang menangis di pelukan Yeni tapi dihalangi oleh Leon.
" Lo ikut gue" ucao Leon menarik Ardi ke taman Sekolah.
Leon memukul Ardi untuk melampiaskan kemarahannya.
" Apa-apaan sih lo" ucap Ardi emosi bangkit untuk berdiri.
" Gara-gara lo Tya di maki kaya gitu dan dia nangis itu semua karna lo" ucap Leon masih emosi.
" Iya mungkin semua berawal dari gue, tapi gue gam tau apa-apa, dan kenapa sikap lo gini hah, lo suka kan sama Tya?" tanya Ardi.
" Iya, gue suka sama Tya, tapi gue tau dia lebih suka ke lo maka nya gue diem, tapi kalo sampek lo nyakitin dia, gue pastiin dia jadi milik gue" ucap Leon, dia mengakui jika dirinya menyukai Tya.
" Gak akan" jawab Ardi.
__ADS_1
Lalu Leon meninggalkan Ardi di taman dan menuju kembali ke kelasnya.