
Sampai di rumah Tya, Ardi dan Yeni memarkirkan motor mereka di depan rumah. Kemudian Ardi membawa Tya ke kursi rodanya lalu mendorongnya ke arah pintu.
Mereka pun mengetuk pintu kemudian mengucapkan salam.
Tok tok tok.
" Assalamualaikun" ucap mereka bersamaan.
Kemudian terdengar Bu Sari menjawab salam mereka kemudian pintu terbuka.
Ceklek.
Mereka kemudian menyalami Bu Sari bergantian.
" Ayo masuk" ucap Bu Sari lalu masuk diikutin mereka dengan Ardi tetap mendorong kursi roda Tya.
Ternyata di ruang tamu sudah ada Ayah Nadi yang baru saja pulang untuk sholat dan makan siang.
Mereka pun menghampiri Ayah Nadi dan menyalaminya.
" Ayo Ardi duduk" ucap Ayah Nadi mempersilahkan.
" Iya paman" jawab Ardi
Kemudian duduk di sofa tidak jauh dari Ayah Nadi.
" Yeni gak disuruh duduk nih paman" ucap Yeni.
" Kamu tu, biasanya juga langsung duduk tanpa dipersilahkan" ucap Ayah Nadi tertawa.
" Hehe" cengir Yeni dengan memperlihatkan jajaran giginya.
Ayah Nadi pun teringat bahwa hari ini mereka bagi rapot dan menanyakan hasilnya.
__ADS_1
" Bagaimana hasil belajar kamu kak?" tanya Ayah Nadi pada Tya.
" Alhamdulillah masih bertahan yah" ucap Tya tersenyum.
" Alhamdulillah" ucap Ayah Nadi senang. " Kalo kalian gimana?" lanjut Ayah Nadi pada Ardi Yeni.
" Alhamdulillah, satu di bawah Tya paman" ucap Ardi.
" Terus keponakan kesayangan paman ini?" ucap Ayah Nadi melihat ke arah Yeni.
" Kalo aku lumayan lah naik satu peringkat" ucap Yeni.
" Bagus, lebih rajin lagi belajarnya" ucap Ayah Nadi lalu diangguki oleh mereka.
Kemudian Ardi pun memberanikan diri untuk berbicara pada Ayah Nadi.
" Paman ada yang ingin Ardi bicarakan" ucap Ardi. Dia sangat gugup saat berbicara dengan Ayah Nadi.
" Iya nak Ardi bicara saja" ucap Ayah Nadi.
" Ini diminum dulu" ucap Bu Sari kemudian duduk di sebelah Ayah Nadi setelah meletakan minuman di meja.
" Terima kasih bi" ucap Ardi lalu menyesap minumannya.
Bu Sari menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Apa yang mau kamu bicarakan nak Ardi" ucap Ayah Nadi.
" Begini paman, saya ingin mengajak Tya pergi, tidak hanya berdua kok, ada teman-teman yang lain juga, jadi saya meminta izin pada paman" ucap Ardi.
" Kapan?" tanya Ayah Nadi.
" Malam ini paman" jawab Ardi, dia cemas jika Ayah Nadi tidak mengizinkan.
__ADS_1
" Kamu mau ikut pergi bersama mereka?" tanya Ayah Nadi pada Tya.
" Iya yah" jawab Tya takut-takut.
" Sama Yeni juga kok paman, Mba Tya bakal Yeni jagain, kan sama Ardi juga paman" ucap Yeni berusaha meyakinkan Ayah Nadi.
" Apa tidak merepotkan kalian jika mengajak Tya?" ucap Ayah Nadi.
" Tidak paman, kami sangat senang jika Tya ikut" jawab Ardi.
Ayah Nadi tampak berfikir, sedangkan Ardi berharap bisa mendapatkan izin dari Ayah Nadi.
" Baiklah tapi ingat jangan pulang terlalu malam dan jangan macam-macam" ucap Ayah Nadi.
Ardi pun merasa lega mendengarnya, dia bisa mendapatkan izin untuk mengajak Tya pergi. Begitu pun dengan Tya dan Yeni.
" Terima kasih paman" ucap Ardi tersenyum.
Ayah Nadi pun juga tersenyum.
" Ayah terima kasih" ucap Tya dia sangat senang mendapatkan izin dari Ayahnya.
Kemudian terdengar suara adzan berkumandang. Setelah azan selesai Ardi pun berpamitan pulang.
" Kalau begitu Ardi pulang dulu, nanti Ardi bakal jemput Tya" ucap Ardi lalu menyalami Ayah Nadi dan Bu Sari kemudian dia pulang menuju rumahnya.
Sementara Tya dan Yeni menuju kamar Tya. Yeni juga sudah meminta izin kepada orang tuanya untuk menginap di rumah Tya.
Sementara Ayah Nadi dan Bu Sari masih berada di ruang tamu.
" Ayah kok tumben ngizinin Tya pergi bersama nak Ardi, apa Ayah gak khawatir " ucap Bu Sari pada suaminya.
" Nggak, Ayah tau nak Ardi anak yang bertanggung jawab, buktinya dia berani minta izin langsung sama ayah tanpa Tya yang memintanya pada Ayah, Ayah jadi yakin dengan perkataan Gunawan jika nak Ardi menyukai putri kita dengan tulus" ucap Ayah Nadi tersenyum.
__ADS_1
" Iya yah, Ayah benar" ucap Bu Sari.
Kemudian mereka pergi ke kamar mereka untuk melaksanakan sholat dan setelah itu makan siang.