
Sesampainya di parkiran pak Gunawan dan Bu Dewi pamit terlebih dahulu.
" Aku duluan ya Di" ucap Pak Gunawan.
Ayah Nadi pun tersenyum menganggukkan kepalanya.
" Ayah aku anterin Tya dulu" ucap Ardi.
Pak Gunawan menganggukkan kepalanya lalu menaiki mobilnya.
Setelah tidak terlihat lagi mereka juga pulang.
" Ayo" ucap Ardi dan membawa Tya ke motornya. Tas mereka sudah mereka ambil saat menuju parkiran tadi.
" Pegangan yang kenceng" ucap Ardi lalu membawa tangan Tya untuk memeluk pinggangnya saat Bu Sari dan Ayah Nadi sudah melaju terlebih dahulu.
Wajah Tya menjadi merah karena tindakan Ardi. Jantungnya kembali tidak normal saat sedekat ini dengan Ardi.
Motor Ardi pun melaju menuju rumah Tya. Saat motor sedang melaju tiba-tiba ada seekor kucing melintas.
Shittt.
Ardi mengerem mendadak dan Tya langsung memeluk Ardi lebih erat.
" Udah gak papa, tadi cuma kucing lewat" ucap Ardi.
Tya pun melonggarkan pelukannya dipinggang Ardi.
" Kalo mau peluk lagi ya gak papa, aku seneng kok" ucap Ardi tersenyum.
Tya yang mendengarnya pun jadi salah tingkah, wajahnya kembali merah.
" Apaan si" ucap Tya lalu mencubit pinggang Ardi.
__ADS_1
" Aw, sakit ih" ucap Ardi memegang bekas cubitan Tya.
" Biarin" ucap Tya.
" Tapi gak papa, ada nikmat-nikmatnya gitu, kan nyubit nya pake cinta" ucap Ardi sambil tertawa.
" Emang ada yang kek gituan" ucap Tya sambil berusaha menyembunyikan wajah merahnya di punggung Ardi.
" Ya ada namanya cubitan cinta" ucap Ardi kembali tertawa.
" Ada-ada aja kamu, dasar aneh" ucap Tya lagi.
" Biar aneh gini tapi kamu sayang kan?" goda Ardi pada Tya.
Blush.
Wajah Tya tambah memerah dan Ardi dapat melihatnya dari spion motornya.
" Kalo nggak kenapa muka kamu merah gitu ha" ucap Ardi tersenyum.
Tya hanya diam, dia tidak tau harus menjawab apa lagi. Dia sekarang sangat malu karena digoda oleh Ardi.
" Iya kan kamu sayang sama aku, tenang aja aku juga sayang sama kamu" ucap Ardi lalu memegang tangan Tya dan membawanya lagi ke pinggangnya.
Hati Tya sangat senang mendengar ucapan Ardi itu.
" Udah ayok kita lanjut lagi jalan pulangnya" ucap Tya mengalihkan pembicaraan. Dia akan sangat gugup jika harus melanjutkannya.
" Iya-iya " ucap Ardi lalu dia melajukan motornya kembali.
Di perjalanan mereka hanya diam, Ardi tau jika saat ini Tya sedang menutupi kegugupannya.
Sampai akhirnya mereka sampai di rumah Tya.
__ADS_1
Ardi pun membawa Tya ke kursi rodanya lalu mendorongnya masuk rumah.
" Assalamualaikum" ucap Tya dan Ardi bersamaan.
" Walaikumsalam" jawab Ayah Nadi.
" Kenapa agak lama?" tanya Ayah Nadi pada mereka berdua.
" Tadi ada kucing tiba-tiba lewat di jalan paman, jadi kami berhenti sebentar" ucap Ardi menjelaskan.
" Tapi kalian gak papa kan?" ucap Ayah Nadi.
" Kami gak papa kok yah" kini Tya yang menjawab.
" Kalo gitu saya pulang dulu paman" pamit Ardi pada Ayah Nadi.
" Ayo paman antar ke depan " ucap Ayah Nadi.
" Tya, aku pulang" ucap Ardi.
" Makasih ya, kamu hati-hati" ucap Tya.
Ardi menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu melangkah menuju pintu keluar bersama Ayah Nadi. Sedangkan Tya menuju kamarnya.
" Saya pulang paman" ucap Ardi saat mereka sudah sampai pintu.
" Iya" ucap Ayah Nadi.
" Assalamualaikum" ucap Ardi sambil menyalami Ayah Nadi.
" Walaikumsalam" jawab Ayah Nadi.
Lalu Ayah Nadi masuk ke dalam rumah saat motor Ardi tidak terlihat lagi.
__ADS_1