
Yeni, Nisa, Sasa dan Lisa juga begitu penasaran apa terjadi di antara keduanya. Mereka langsung menghampiri Tya.
" Mba dibawa kemana sama Ardi?" tanya Yeni.
" Ke belakang sekolah" jawab Tya.
" Kamu gak di apa-apain Ardi kan?" ucap Lisa sambil memegang badan Tya.
" Nggak kok" jawab Tya tersenyum, seprtinya teman-temannya memikirkan yang tidak-tidak saat dirinya dibawa Ardi tadi.
" Syukurlah"ucap mereka berempat lega karena temannya baik-baik saja.
" Emang kalian mikir apa?" tanya Tya.
" Ya kali aja gitu kamu bakal di culik sama Ardi, terus Ardi ngapa-ngapain kamu" ucap Sasa.
" Gak bakal lah Ardi gitu" ucap Tya.
" Cie jadi dah baikan ni" goda Yeni.
Wajah Tya langsung merah seperti tomat karena dibuat malu digoda Yeni.
" Cerita dong gimana bisa baikan, dia bilang apa aja sama kamu" ucap Nisa penasaran.
" Iya, aku penasaran" ucap Lisa.
" Aku juga" sambung Sasa, dan diangguki oleh Yeni.
Lalu Tya pun menceritakan semuanya, tentang Ardi yang akan membuktikan bahwa Ardi benar-benar tulus padanya. Dan dia percaya Ardi bisa membuktikannya.
" Fiks ni Ardi suka sama kamu" ucap Lisa.
__ADS_1
" Aku gak mau berharap, mungkin dia cuma nganggep aku temen " jawab Tya lalu terdiam.
" Perasaanmu ke dia gimana?" tanya Sasa.
" Entah, tapi aku nyaman sama dia, apa lagi saat aku deket dia selalu deg deg an, ini lebih dari yang aku rasain ke Ahmad" ucap Tya.
" Itu artinya kamu suka sama dia, kamu jatuh cinta sama dia Tya" ucap Lisa cukup keras.
Yeni pun langsung membekap mulut Lisa karena takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.
" Lisa jangan keras-keras" ucap Yeni lalu melepaskan tangannya dari mulut Lisa.
" Iya Lis, kalo ada yang denger gimana" ucap Tya.
" Maaf deh hehe" jawab Lisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tertawa.
" Kalian jangan bilang siapa-siapa ya plis" ucap Tya dengan nada memohonnya dan mata pupy eyes nya.
" Makasih ya" ucap Tya.
" Sama-sama" jawab mereka langsung memeluk Tya. Mereka pun berpelukan.
Waktu pulang sekolah pun tiba dan sudah terdengar suara lonceng berbunyi.
Ponsel Tya berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Drt Drt Drt
Tya mengambil ponselnya di tas dan menyalakannya untuk melihat pesan sari siapa.
" Kak, ibu masih di pasar, kamu minta tolong Yeni ya antarin pulangnya" ucap Bu Sari dalam pesannya.
__ADS_1
Lalu Tya pun meminta minta tolong pada Yeni. Tetapi Yeni sudah ada janji dengan Lisa untuk membeli buku.
" Dek, kamu pulang sekarang?" tanya Tya.
" Iya mba, kenapa?" ucap Yeni.
" Ibu masih di pasar dan gak bisa jemput, jadi mba bisa minta tolong kamu antar mba, kalo kamu buru-buru nanti mba tunggu ibu aja" ucap Tya merasa tak enak pada Yeni.
" Aku sebenernya sih mau ke toko buku sama Lisa, tapi aku antar mba aja dulu" ucap Yeni tersenyum.
" Kamu sama Lisa aja dek, kalian dah janjian kan kasian Lisa nanti nunggu, mba tunggu ibu aja" ucap Tya.
Yeni pun berfikir, dia mana mungkin tega meninggalkan Tya menunggu ibunya yang masih di pasar. Saat itu dia melihat Ardi beranjak dari bangkunya. Dia berniat meminta tolong Ardi untuk mengantar Tya.
" Ardi" panggil Yeni.
" Kenapa Yen?" jawab Ardi.
" Bisa gak kamu anterin mba Tya pulang" ucap Yeni. Tya yang mendengar langsung kaget lalu menarik lengan Yeni tapi Yeni tak menghiraukannya.
" Gini Ar, bibi masih di pasar dan aku ada janji sama Lisa jadi kamu bisa kan anterin mba Tya pulang?"lanjut Yeni.
Ardi pun langsung tersenyum, dia sangat senang jika dapat mengantar Tya pulang.
" Bisa kok" ucap Ardi tersenyum melihat Tya.
" Yaudah aku pulang duluan ya" ucap Yeni langsung meninggalkan kelas.
" Ayok" ucap Ardi pada Tya.
" Maaf ya Ar merepotkanmu" ucap Tya dan Ardi hanya tersenyum
__ADS_1
Dia menggendong Tya keluar kelas dan membawanya ke parkiran karena motornya ada disana.