
Dewi duduk terpekur lama menatap wajah pucat Surya di hadapannya. Di sampingnya, Chandra dengan setia menunggui sang istri yang masih dalam keadaan syok berat.
Empat jam yang lalu, Chandra dan Dewi demikian terkejut ketika Jelita berkunjung di kediamannya. Memberitahu sebuah fakta bahwa Dewi memiliki kakak sekandung dengannya yang bernama Surya Rahadi.
Sedih, bahagia, haru, kecewa.......
Semua seakan berbaur menjadi satu.
Tidak menyangka bahwa Dewi saat ini memiliki kakak yang di pisahkan dengan orang tuanya dengan sangat kejam. Bahkan kabar terbaru yang di terima Jelita, orang tua mendiang Sukma telah mengabarkan pada Yusman dan Sukma bahwa anak lelaki yang Sukma lahirkan telah tiada.
Jadi, selama ini, Surya tak di akui keberadaannya.
"Aku tak menyangka kau harus mengalami tragedi mengerikan karna harus hidup terlunta-lunta di jalanan semenjak kau remaja, kak. Aku juga tak menyangka kau berani mengambil resiko dengan mempertaruhkan keselamatanmu hanya demi harta peninggalan papa."
Air mata Dewi luruh kembali saat ini.
"Andai kau memnta dariku, aku akan dengan senang hati memberikan dua puluh lima persen harta peninggalan papa atas namaku untukmu seluruhnya."
Merasa terganggu, Surya membuka matanya perlahan. Ia mengedarkan pandangannya pada seisi ruangan.
Mata Surya terpaku ketika melihat sosok Dewi di sampingnya dengan Chandra yang duduk menyilangkan kedua lengannya di dada.
Ekspresi wajahnya datar dan tak menampakkan riak emosi apapun.
Sosok Dewi.....
Adalah sosok yang amat familier di mata nya.
Namun, Surya tak pernah berniat datang pada Dewi.
"Ka...kau....".
Suara Surya terasa tercekat di tenggorokan.
"Ya, ini aku. Aku saudaramu. Aku adikmu.
Mengapa? Mengapa setelah sekian lama kau baru muncul? Mengapa kau tak datang dengan cara baik-baik?".
Dewi bertanya lirih dengan perasaan yang tak bisa ia jabarkan.
Ada pedih seketika menghantam jantung Surya.
"Dari kecil, aku telah di buang dan keberadaanku tak lagi diakui. Kau... kau pikir aku akan diterima andai aku menampakkan diriku begitu saja dan mengakui bahwa aku adalah putra sulung Yusman Nugraha yang terbuang?
__ADS_1
Yang ada, Jelita akan semakin membuat ku terbuang.
Pandangan Surya menatap langit-langit ruangan, menerawang jauh pada seluruh waktu yang selama ini ia habiskan dalam penderitaan.
"Tetapi kau telah melewati jalan yang salah. Sekali kau mengusik kak Jelita, kau tau apa konsekuensinya? Kau Lita bukanlah wanita yang memiliki toleransi pada bentuk kesalahan apapun.
Jangan mengusiknya karna dia tak pernah mengusik orang lain. Sekali kau berani mengusiknya, hidupmu tak akan tenang".
Ungkap Dewi lirih.
Wanita ini rapuh, wanita ini perlu perlindungan, wanita ini demikian sensitif bila menyangkut tentang perasaan.
"Baiklah, lupakan saja. Bila boleh aku meminta sesuatu, bolehkan aku meminta perlindungan pada mu... dan suamimu.... tuan Adi Prama?".
Dewi dan Chandra terhenyak.
Bagaimana mungkin Surya mengetahui tentang Dewi dan suaminya hingga tau betul marga milik Chandra?
Surya terkekeh pelan.
"Aku sudah tau segalanya tentang kalian."
"Apa yang kau mau dari kami?".
"Beri perlindungan pada putri tunggalku.
Karna Putra Praja Bekti telah menyerahkan anak semata wayangnya pada Kusuma, dia telah berubah menjadi pemurung dan nyaris gila karenanya.
Andai aku telah tiada nanti, ku harap kau mau menemui putriku untuk memberi kekuatan. Dia wanita yang rapuh semenjak ibunya tiada.
Ku mohon, temui Holy dan beri dia pengertian agar meneruskan hidupnya dengan baik. Aku sangat bersedih dengan hal ini.
Akan aku beri alamatnya nanti."
Mendengar nama Kusuma di sebut, Chandra mengernyitkan keningnya. Semua terasa seperti benang merah samar yang saling terhubung.
"Siapa nama putrimu?".
"Holy sita Rahadi, wanita yang bekerja pada CTR grup. Wanita yang pernah di manfaatkan dengan sangat kejam oleh mantan anak angkatmu."
*****
Salah satu hotel pusat milik Adi Prama nampak ramai lalu lalang para pengawal dan pelayan yang bahu membahu menyibukkan diri mempersiapkan segala keperluan penyambutan kedatangan pihak keluarga Atmadja.
__ADS_1
Ini adalah Satu bulan setelah tragedi penembakan yang hampir saja Surya layangkan untuk Kara. Radhi memutuskan menerima tawaran adiknya menyediakan tempat untuk pesta pernikahan putrinya, Aridha.
Radhi yang memang telah mendesak Alex untuk segera melamar putrinya, Aridha......
Kini menyambut kedatangan Wira Atmadja atas Aridha teruntuk Alex, putra bungsunya...... sebagai besan.
Bahkan, kini Liana turut serta ikut terlibat dalam penyambutan Wira.
Ya......
Wira telah menggaungkan kata maaf secara resmi terhadap Liana sekeluarga.
Awalnya, Calista tak menyambut baik niatan Wira untuk meminta maaf secara langsung. tetapi beruntung Hanum telah membuka pola pikir kakaknya. Beruntung, Calista bersedia menerima kedatangan Wira kemudian dengan tangan terbuka.
"Selamat datang di kediaman Praja Bekti, tuan Atmadja. Silahkan....."
Radhi dengan wibawa yang tak di ragukan lagi, menyambut kedatangan besannya kali ini.
Dengan gugup dan canggung, Wira sekeluarga melangkah masuk dan mengulas senyum.
Tak pernah terbayangkan dalam hari-hari Wira, ia akan berbesan dengan keluarga Praja Bekti. Keluarga dengan kekayaan berskala tinggi.
"Terima kasih."
Keluarga Atmadja memasuki aula gedung dengan suka cita.
Acara pernikahan berlangsung khidmad dengan prosesi yang sangat sakral. Dilanjutkan dengan resepsi yang mengundang banyak kolega bisnis dari pihak Radhi maupun Wira.
Wira, usai menunjukkan kemampuannya dalam menangani perusahan salah satu koleganya yang nyaris pailit, kini namanya kembali di kenal sebagai pengusaha yang cekatan dan cerdas. Meski masa lalunya demikian buruk di mata beberapa orang tertentu, namun prestasinya mampu menutupi semua masa lalu kelamnya.
Kini, dua keluarga telah menyatu menjadi sebuah keluarga dengan di persatukannya Aridha dan Alex dalam ikatan suci pernikahan. Berharap dengan begini, tak ada lagi dendam dan permusuhan di masa lalu.
Pun dengan Kara dan Hanum yang nampak serasi malam ini, keduanya sepakat akan menggelar resepsi usai Hanum melahirkan nanti.
Keduanya menatap takjub pada sepasang pengantin yang salah satu nya, memiliki ketidak sempurnaan pada matanya.
Cinta.......
Tidak memandang kekurangan, namun menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan yang tak di miliki orang lain.
🍁🌻🌻🌻🍁
__ADS_1