Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
cicit


__ADS_3

Sarapan pagi kali ini di kediaman Praja Bekti, terasa semakin hangat dan syahdu. Kedatangan anggota baru keluarga Praja Bekti, Yasmin, membuat Jelita dan juga Arida paling antusias.


Aksa yang terlihat cuek dan juga santai tanpa peduli bagaimana cerewetnya Oma pagi ini, hanya diam tak bereaksi. Putra sulung Kara itu begitu menikmati menu sarapan, terlebih, ada Yasmin yang duduk manis di sampingnya. Menurutnya, momen seperti ini sangat langka dan akan terus ia nikmati di masa depan.


"Aksa, sore nanti datanglah ke kantor. Opa ingin menyampaikan sesuatu padamu. jika Yasmin tak lelah, ajak ia ikut serta." ungkap Radhi dengan raut wajah serius.


"Baik, opa." Sahut Aksa. Selama makan, tak ada pembicaraan apa pun setelahnya. Yasmin yang merasa canggung, ingin rasanya ia segera berlalu dari sana. Tentu gelagat Yasmin tercium dengan mudah oleh Jelita, juga Arida.


"Kak Yasmin, setelah makan nanti, maukah iku berkeliling rumah denganku? Hesti ingin sekali memperkenalkan kak Yasmin dengan semua penghuni rumah." Hesti tiba-tiba bersuara. Membuat Yasmin menatap Aksa, seolah meminta izin pada Aksa.


"Tak apa. Ikutlah dengan Hesti sebentar. Aku juga ingi. berbincang dengan Oma." Yasmin tersenyum lebar, tali malu-malu. Bagi Yasmin kebersamaan dengan keluarga Aksa, tak cukup buruk seperti yang banyak orang ceritakan pada dirinya.


"Terima kasih." ungkap Yasmin dengan perasaan yang bahagia.


Usai acara makan berlangsung, Aksa segera berlalu begitu saja. Alex lah yang meminta Aksa datang ke kamarnya. Selain itu, Yasmin pasti aman di tangan sepupu Aksa itu.

__ADS_1


Setibanya Aksa di kamar Alex, Aksa segera mendudukkan dirinya di sofa panjang di samping Alex. "Om Alex memanggilku?" Tanya Aksa dengan duduk santai disana.


"Pelajari ini." Alex memberikan sebuah buku bertajuk perintisan bisnis. Selain itu, Alex juga membuka sebuah Map yang menunggu tanda tangan Aksa,


"Aksa, dengar, om Alex dan opa sudah berencana untuk mengambil keputusan untuk perencanaan masa depanmu."


"Om Alex, aku bahkan lelah dan ingin segera istirahat." Aksa mengerling Nakal ke arah alex yang sedang menunjukkan berkas yang harus di tanda tangani olehnya.


"Ya ampun Aksa kenapa jadi oleng gini otakmu apa perlu tak kasih pembersih lantai " ucap Alex bersungut-sungut.


hehe... bercanda om.


Sekarang apa yang harus q kerjakan disini. Dan berkas apa ini, kenapa d berikan padaku.


"Ini adalah berkas usaha yang akan kamu jalankan setelah ini, memang ini masih bisa d bilang Usaha baru buatmu. tapi ntar bakalan sering d pantau langsung oleh ayah Radhi. makanya ntar sore kamu di suruh datang k kantor opa.

__ADS_1


berkas ini aku yang bawa k tempat usahamu yang baru makanya d suruh tanda tangani di sini.


"Memang usaha apa aja sih yang harus aku jalankan nantinya" ucap Aksa.


"entahlah,,, tanya sendiri sama opa ntar sore". jawab Alex seadanya. sekarang q mau menemani bidadari ku jalan-jalan sekalian nganter ini berkas ke tempat usaha mu.


" jangan lupa pelajari benar-benar buku itu. kalau ngga bisa di penggal kepalamu sama Oma kalau Sampek usaha ini gagal ada tangan kamu." ucap Alex sambil tersenyum mengejek memandang Aksa sambil berlalu dari kamarnya yang di ikuti oleh Aksa di belakangnya.


Wah wah ternyata, di sini kamu belajar Aksa, di cariin Yasmin dari tadi. ucap jelita dari arah ruang tengah.


Aksa! panggil jelita.


"Apa Oma". jawab Aksa.


Oma ingin cepat-cepat punya cicit

__ADS_1


Hah........! cengo Aksa.


..


__ADS_2