
"Saya ingin membawa Yasmin untuk makan malam di kediaman keluarga Praja Bekti, nyonya......".
Ibu dan ayah Yasmin terkejut bukan main. Ingatan ibu Yasmin seketika kembali ke masa dimana ia membuat sebuah perkara dengan keluarga Praja Bekti.
Ayah Yasmin yang menyadari emosi istrinya yang tak stabil, segera merengkuh istrinya dan menopang tubuhnya agar tidak ambruk seketika.
"Ka...kamu.... kamu siapa?".
Ibu Yasmin sudah bergetar hebat. Tapi ia tetap tidak bisa menyembunyikan rasa ketakutannya.
Mendapati reaksi ibu Yasmin yang sedikit ketakutan ketika nama Praja Bekti di sebut, membuat Aksa mengernyitkan keningnya. Beruntung ia bisa mengendalikan diri dan emosinya dengan sempurna.
"Aku adalah cucu dari tuan besar Radhi Praja Bekti. Putra dari Azkara Putra Praja Bekti dan Hanum Praja Bekti".
Aksa menunduk sopan. Meski keluarga Yasmin orang yang tak cukup mampu, namun Aksa tidak menjadikan hal itu sebagai barometer menjalin hubungan dengan mereka. Sesuai dengan didikan Radhi yang mengajarkan keturunannya agar tak membeda-bedakan kasta.
"Put... ka-kau put...tra.... ka... Kara?".
"Ya, nyonya.... apa ada masalah dengan keluargaku?"
Mendengar pertanyaan Aksa, Ibu Yasmin menggeleng dramatis.
Hening.
"Jadi.... bolehkah andai saya ..... mengajak Yasmin, putri anda untuk menghadiri acara makan malam keluarga Praja Bekti?".
Ibu Yasmin menatap lama suaminya yang masih menggenggam erat jemarinya. Ada keraguan dan ketakutan yang luar biasa.
"Emh..... kalau boleh tau..... apa hubunganmu dengan putri kami, nak?"
Kali ini, ayah Yasmin bersuara.
"Kami...... menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih".
Aksa menjawab santai dan cukup meyakinkan. Yasmin yang berada di balik tirai penghalang antara ruang tamu dan ruang keluarga, mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
Sialan kau, Aksa...... Berani-beraninya kau mengakui kebohongan itu di depan kedua orang tuaku!!
Bukankah ini hanya drama di depan keluargamu? Dan kau telah mengingkarinya?
Awas saja kau nanti!
Bisik hati Yasmin geram.
Di ruang tamu, ibu Yasmin yang telah mendengar pengakuan Aksa, tak kuasa menahan keterkejutannya.
"Boleh. Asal kau mengantar Yasmin kembali kemari dan pastikan putriku baik-baik saja".
Hanya itu yang mampu di ucapkan ayah Yasmin.
__ADS_1
Ia tak mau gegabah menentang atau pun mengusik apa yang di inginkan cucu kebanggan Praja Bekti bila tak ingin tragedi masa lalu kembali menimpanya
"Tentu, tuan..... saya akan menjaganya seperti saya menjaga diri saya sendiri".
Yasmin lantas keluar untuk mencegah perbincangan kedua orang tuanya dengan Aksa, lebih lama lagi.
"Ayah.... ibu .... aku pamit".
**
Sepanjang perjalanan, Aksa hanya terkekeh kecil, ketika Yasmin memarahinya dengan nada berapi-api. Jengkel bercampur geram, membuat Yasmin tak henti-hentinya memaki Aksa dengan banyak kata.
Aksa diam tak menanggapi, mencoba untuk tak terpancing hingga berujung pada moodnya yang memburuk nantinya.
Setibanya di halaman parkir kediaman Praja Bekti, Aksa segera memberi titah Yasmin agar segera turun.
Yasmin gugup. Matanya seketika terpaku saat netranya menangkap pemandangan rumah luas se - megah istana.
Seumur hidup, baru kali ini Yasmin melihat kediaman Praja Bekti yang di kelilingi banyak pengawal dengan rata-rata berwajah datar.
"Ayo".
Aksa segera menggenggam erat jemari Yasmin. Melangkahkan kakinya menuju pintu utama.
Beberapa pengawal menunduk kepalanya hormat saat Aksa melewati mereka. Meski begitu, sosok Aksa tetao tersenyum sebagai balasan. Sangat jauh dari sikap ayahnya yang lebih banyak memasang tampang wajah datarnya.
"Oma... opa.... perkenalkan, ini Yasmin Arumi Razeeta."
Lantas pandangan Aksa beralih pada Yasmin.
"Yasmin.... perkenalkan, ini Oma dan opa ku".
"Saya Yasmin".
"Ya... kau cantik sekali.... Ayo masuklah, Yasmin. Keluarga besar Aksa sudah menunggu kalian.".
Meeka melangkah pelan. Tatapan mata Yasmin terpaku pada cara Jelita melangkah dengan sangat anggun dan berwibawa tepat di hadapannya. Begitu juga Radhi yang sangat elegan dan tidak terlihat seperti layaknya kakek-kakek tua.
Tubuh Radhi justru terlihat tegap sempurna dengan balutan setelan linen hitam yang melekat sempurna, di tubuhnya.
Sepanjang perjalanan melewati ruang tamu yang begitu luas, pandangan Yasmin beredar ke seluruh penjuru ruangan. Banyak perabotan mahal dengan warna putih gading berpadu emas yang mendominasi.
Yasmin berusaha menahan diri agar tak berdecak kagum begitu saja.
Sebagai gadis yang berasal dari kalangan orang miskin, tentu Yasmin tak ingin nantinya Aksa akan mencemoohnya mati-matian.
Tatapan mata Yasmin terhenti pada sebuah kandelir kristal gantung yang begitu mewah dengan design unik dan cukup mencuri perhatian.
Tanpa gadis itu sadari, Mereka kini telah tiba di ruang keluarga di lantai dasar.
__ADS_1
"Selamat malam semuanya......"
Sapa Aksa. Yasmin terkesiap. Jemarinya masih bertaut dengan jemari Aksa.
"Selamat malam, sayang...... Ayo silahkan duduk dan selamat bergabung dengan yang lainnya".
Tukas Hanum kemudian. Hanum adalah wanita lembut yang menerima teman dekat Aksa dengan tangan terbuka.
Setelah Aksa duduk, baik Aridha dan Kara saling melempar pandangan. Ada banyak bahasa yang mereka tukar dalam pandang mereka.
"Ayo, sayang......".
Yasmin benar-benar mengakui, bahwa Aksa adalah pria yang pandai memainkan drama. Prestasinya benar-benar tak di ragukan lagi.
Yasmin kemudian duduk dengan kikuk di sebelah Aksa.
"Jangan tegang. Semuanya akan baik-baik saja, oke!"
Bisik Aksa di dekat telinga Yasmin.
"Jadi, sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?"
Alma tiba-tiba muncul dengan wajah cerianya.
Aridha hanya mengawasi. lebih dulu, enggan berkomentar terlalu jauh.
Entah mengapa, bagi Kara dan Aridha, mata Yasmin tak begitu asing bagi mereka.
"Baru satu bulan, Tante Alma. Oh ya, di mana om Arlan?"
"Masih dalam perjalanan pulang. Sebentar lagi pasti sampai".
Dan benar saja, di saat yang bersamaan, Arlan datang.
Saudara tertua Kara itu, lantas di sambut oleh semua anggota keluarga.
Kemudian Alma melanjutkan tanya terhadap Yasmin.
"Siapa nama yah dan ibumu?".
Yasmin meraup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum menjawab.
"Dion dan Inora, Tante".
Wajah Aridha menegang.
Inora? Wanita yang dulu pernah menyukai Alex?
🍁🍁🍁
__ADS_1