
"Jangan lakukan itu, Hana. Papa mohon, kau jangan bersinggungan dengan Praja Bekti untuk soal urusan cinta." Ungkap Daniel dengan nada mengiba. Ia tak bisa membayangkan, nasib tragis apa yang akan di terima Hana nanti.
Melihat Dita yang berapa sangat menderita di masa lalu, membuat Daniel trauma. Tiga wanita yang sangat berharga dalam hidupnya, ibunya, istrinya, dan juga putri semata wayangnya. Daniel bahkan rela menukar seluruh dunianya demi kebahagiaan tiga wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
"Hana sudah berusaha untuk membuang bayangan Aksa dalam benak Hana, pa. Apa yang salah? Hana juga tak ingin menghendaki semua itu, Hana tak berharap rasa itu datang. Papa tahu sendiri kalau usia Aksa berada di bawah Hana. Hana juga sudah beberapa kali dipatahkan hati, oleh Aksa. Berkali-kali mengajaknya bertemu, dai sudah menolak. Tapi rasa ini, selalu datang Tania bisa Hana usir."
Ungkap Hana sambil mengerang frustasi.
"Mendengar kisah tragis mama, Hana tentu saja takut. Takut bila nanti Hana harus mengalami hal yang sama seperti mama." Ungkap Hana.
"Mas, Carikan Hana kandidat calon suami yang baik untuknya. Putri kita tak boleh terlalu dalam jatuh pada pesona Aksa. Jangankan untuk memilikinya, bahkan untuk mencintainya saja, aku mengharamkan." Dita menggeleng dramatis. Keluarga kecil Daniel tengah dilanda rasa was-was.
"Ya. Aku akan mencoba untuk mengenalkan putri kita dengan beberapa kolega bisnis berusia muda. Jangan khawatir." Daniel menatap Hana, "Mulai sekarang jangan bersinggungan dengan Aksa, sayang. Awalnya memang sulit, tapi seiring berjalannya waktu, papa yakin kau bisa melewati semua ini." Timpal Daniel kemudian.
__ADS_1
"Akan aku coba. Kalau begitu, aku akan mundur saja, pa. Jangankan dengan eyang Jelita, bahkan yang Radhi yang terlihat lebih menyenangkan saja, Hana tak ubahnya layaknya kecebong yang tak berharga sama sekali. Hana juga, Hana merasa ngeri dengan kekejaman yang dimiliki Tuan Kara."
Hana memejamkan mata, merasa lelah dengan hatinya yang tetap berlabuh pada lelaki muda yang tak seharusnya.
"Jangan khawatir, sayang. Semua akan baik-baik saja." Daniel mencoba untuk menguatkan putrinya.
"Pa, mengapa takdir keluarga kita jadi begini? Kalau boleh tahu, mengapa perlakuan opa Chandra pada kita, sangat jauh berbeda dengan perlakukan nya pada om Arlan dan Tante Riana?" Tanya Hana, "Apakah karena, mama terlahir dari wanita simpanan opa?"
Daniel dan Dita saling tatap. Keduanya tak bisa menjawab apa-apa.
Setelah semua tragedi yang menimpa hidup Dita, Dita hanya ingin putrinya dan seluruh keturunannya tetap baik-baik saja dan menjadi orang baik. Tak peduli meskipun nanti ia hidup sederhana, asal Hana mendapatkan lingkungan yang menyayanginya.
"Baiklah, ma. Mulai sekarang, Hana berjanji untuk belajar melepaskan bayangan Aksa dari kepala Hana. Hanya saja, tolong Carikan Hana seseorang yang bisa membantu Hana bisa bebas dari bayangan Aksa. Jika perlu, Hana tak perlu lagi untuk berpacaran. Jika ada yang bersedia menerima Hana apa adanya, Hana ingin segera menikah."
__ADS_1
Ungkap Hana yang merasa jalannya sudah buntu.
Ancaman Aridha, nyatanya tak membuat nyalinya menciut. Tapi berhadapan dengan Radhi, Hana merasa ia perlu mundur sebelum luka mengintainya.
"Kudengar, Yasmin memiliki kakak yang baru keluar dari sebuah asrama. Tadi mama bertemu dengannya, saat mama berkunjung pada Aridha, dan ia mengantarkan sesuatu pada Yasmin. Ia cukup tampan dan sepertinya dia lelaki yang baik. Bagaimana bila kau berkenalan dengannya?"
Tanya Dita yang tidak tahu, bahwa Marcel adalah putra biologis Alex.
"Benarkah? Tapi, apakah ia akan menerima Hana?"
"Berkenalan lah dulu dengannya. Aku akan mencoba meminta tolong Ridha untuk mengenalkan kau dengannya."
"Ya, baiklah. Baik jika memang itu yang terbaik bagi Hana, Hana bersedia menurut pada mama."
__ADS_1
**