Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Harus membuang rasa


__ADS_3

"Jangan berbuat ulah, Yasmin. Ibu mohon, lindungi dirimu dengan tidak membuat ulah dan perkara dalam keluarga suamimu." Inora menemui Yasmin ketika Yasmin dan Aksa hendak masuk ke dalam kamar. Kini, Aksa masih membersihkan diri dan meninggalkan Yasmin di ruang keluarga. Tak hanya Yasmin dan Inora, ada Dion juga yang saat ini tengah memberi petuah untuk putrinya yang kini bukan gadis lagi.


"Tentu saja, Bu. Tidak mungkin Yasmin akan berani berulah. Ibu tenang saja, Yasmin pasti akan menjaga rumah tangga Yasmin." Bukan hanya sekedar omong kosong, Yasmin sudah berjanji bersungguh-sungguh dalam hati. Lagi pula ia tak mungkin akan melepaskan Aksa, mengingat harta berharganya telah habis direnggut suaminya itu.


"Bagus. Jangan pernah serakah, jangan pernah meminta lebih, juga jangan pernah berpikir untuk berbuat amoral. Ada banyak hal yang ingin ibu katakan agar kau mengerti, juga agar kau bisa membawa diri dengan baik di lingkup bangsawan. Ingat, nak. kita dari keluarga sederhana, katakanlah, kita miskin. Tapi ibu tak ingin kita dianggap rendah. Meski miskin, setidaknya kita bermartabat dan memiliki harga diri."


Kali ini Dion yang bersuara. Tak terasa, putri Han dulu sangat Dion jaga mati-matian, Dion bawa dalam gendongan, juga Dion pikul di bahu dan punggungnya, kini telah dimiliki lelaki lain.


Malam telah larut, keluarga Praja Bekti beberapa sudah ada yang mulai istirahat, ada pula yang berbincang dihalaman belakang, juga ada yang masih setia berada di depan dan menghabiskan sisa-sisa makanan dan buah.


Radhi dan Jelita sengaja memberikan kebebasan pada Yasmin untuk bertemu keluarganya, memberikan privasi agar lebih leluasa dan nyaman.


"Iya, ayah. Yasmin berjanji Yasmin tak akan menjatuhkan nama kalian. Terima kasih sudah membesarkan Yasmin dan menyayangi Yasmin sepenuh hati. Aksa berkata bahwa, mungkin Yasmin tak akan sering-sering datang mengunjungi ayah dan ibu. Mungkin sesekali di akhir pekan."

__ADS_1


"Ya, ibu tau. Oma Lita sudah mengatakan semuanya pada ibu. Ibu hanya berharap, jika kau hamil nanti, jaga kandungan, dan tetap jaga kesehatanmu juga. Suamimu bukanlah orang sembarangan. Jika laki-laki, anakmu akan jadi pewaris. Ibu hanya tidak mau kau celaka saat mengandung. Ingat, jangan kecewakan keluarga besar Praja Bekti yang sudah banyak membantu kita." Imbuh Inora lagi.


Alex dan Kara yang tanpa sengaja mendengar percakapan Yasmin dan kedua orang tuanya, hanya saling pandang dan melempar senyum.


Yasmin.....


Meski berasal dari keluarga sederhana, namun ia adalah anak orang baik-baik. Jika tidak, pasti bisa dipastikan bahwa menjadi istri Aksa, akan dijadikan kesempatan untuk memanfaatkan nama dan harta keluarga Praja Bekti.


"Oh, tuan. Maaf, saya baru saja berbincang dengan Yasmin sebelum pulang. Dimana nyonya Hanum dan nyonya Ridha?" Inora bertanya lembut. Debaran di jantungnya kian tak terkendali setiap kali ia menatap mata Alex.


Cinta itu masih ada dan telah mendarah daging. Dion dan Yasmin saja bukan alasan yang cukup untuk menghilangkan rasa sialan Inora terhadap alex.


"Mereka sedang berada di bawah, bersama yang lainnya. Jangan khawatir, nanti sopir kami akan mengantar anda pulang dengan selamat. Sekali lagi terima kasih atas kesediannya untuk datang." Kara tersenyum, Senyum yang hanya orang-orang terdekatnya saja yang bisa melihat dari dekat.

__ADS_1


"Sama-sama, Tuan. Maaf karena telah merepotkan. Ya sudah, kami pamit dulu." Inora lantas menatap Alex, mencoba memberanikan diri untuk belajar bebas dari rasa itu.


"Jika tak keberatan, biar aku saja yang mengantar besan kita, Kak."


Suara Alex, Inora bersumpah ia rela tuli asal tak mendengar rasa yang sejak dulu mengguncang hatinya itu.


'Ya tuhan, aku bahkan tak ingin seperti ini lagi. Mohon cabut saja rasa ini agar aku tak lagi gemetaran seperti ini. Bahkan itu hanya sekedar suara.'


Bisik batin Inora yang penuh dengan keluhan. Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, Inora sudah mencoba untuk memberikan hatinya hanya untuk Dion.


Tidak, tidak. Inora harus membuang rasa itu jauh-jauh.


**

__ADS_1


__ADS_2