Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Memulai


__ADS_3

"Kalau begitu, jika suamimu ini meminta jatah malam pertama denganmu nanti malam, aku yakin kau pasti akan memberinya. Kau kan gadis yang dermawan?"


Yasmin syok luar biasa. gadis itu tak siap dan tidak pernah membayangkan jika Aksa membuatnya menjadi istri yang sejati dengan melayaninya.


'Astaga, matilah kau sebentar lagi, Yasmin."


Bisik batin Yasmin dalam hati.


"Jangan mengada-ada. Oma mu tidak pernah memintamu untuk membuatku Hamil." Ungkap Yasmin yang merasa menang. Sayangnya, menang Yasmin hanya sejenak sebelum kembali Aksa mematahkannya.


"Ada banyak alat kontrasepsi. Aku bukan anak TK yang tak tau cara mencegah kehamilan. Perlukah aku membeli kulit jagung?"


"Untuk apa?" tanya si Yasmin.


"Ck," Aksa berdecak, membiarkan Yasmin semakin lama dilanda penasaran. "Kulit jagung adalah istilah untuk alat pengaman berhubungan suami istri. Aku heran, sebenarnya kau ini polos atau bodoh?" Tambah Aksa yang membuat Yasmin kian sebal.

__ADS_1


Baru saja Yasmin ingin menimpali kalimat Aksa, Abang tukang mie goreng datang mengantar pesanan Yasmin.


"Kita hentikan percakapan kulit jagung sejenak. Ayo makan dan jangan banyak bicara. Sepertinya mataku sudah ingin tidur." ungkap Aksa sambil memakan pelan nak gorengnya. "Tak terlalu buruk, rasanya lumayan." imbuh ya lagi sambil terus melahap mie goreng.


Tak ada obrolan apapun setelah itu. Aksa lebih banyak diam dan memperhatikan cara Yasmin makan dengan gayanya yang anggun. Ada rasa bangga di hati Aksa untuk Yasmin. Wanita itu baik dan memiliki hati selembut bidadari.


"Aku sudah kenyang dan aku mengantuk, Aksa. Ayo pulang dan aku ingin tidur. Besok juga kita harus sekolah." Aksa mengangguk dan segera berlalu meninggalkan warung tenda itu.


Sepanjang perjalanan, mereka menghabiskan waktu dengan obrolan ringan. Yasmin yang hanyut akibat Aksa yang pandai membawa keadaan, Yasmin terhanyut dan terpana dengan sikap Aksa. Biasanya, Aksa sangat dingin dan suka bertindak semaunya sendiri.


"Aksa, aku tak pernah menyangka bisa menikah denganmu." Ucap Yasmin sembari menunduk. Gadis itu benar-benar tak menyangka akan keadaannya sekarang. "Aku harap kau tau aja mengekang dan membatasi kebebasan diriku. Ku ingin tetap bersekolah dan menggapai cita-citaku."


"Ya Tuhan, Aksa. kita masih remaja, tak mungkin aku memiliki keinginan agar kita segera memiliki anak. Kau tahu, bukan, pernikahan ini tidak di dasari dengan cinta." Tukas Yasmin kemudian.


Aksa diam, tak segera menjawab pertanyaan Yasmin. Memang benar faktanya, bahwa mereka menikah hanya karena kesalah pahaman. Lalu, mereka tak bisa untuk berpisah, karena keluarga mereka menerangkan bahwa pernikahan bukanlah ajang permainan.

__ADS_1


"Aku tau, pernikahan kita tak di dasari dengan adanya cinta. Tapi harusnya kau tau, pernikahan bukanlah ajang main-main dan uji coba. Mari kita saling terbuka dan belajar untuk saling menerima satu sama lain." Ungkap Aksa. sembari menepikan mobilnya di halaman rumah Inora dan Dion.


Masih sama seperti tadi. Sepi sunyi dan senyap. Yasmin dan juga Aksa, tak juga kunjung keluar dari mobil.


tak ada pembicaraan. Aksa dengan berani meraih dan menggenggam tangan istrinya, menciumnya sekilas sebelum akhirnya Aksa memiringkan tubuhnya untuk bisa menatap istrinya.


"Yasmin, mengapa kau diam? Kau keberatan dengan apa yang aku katakan? Apakah itu artinya kau tak bersedia?"


"Entahlah, Aksa. pernikahan ini terasa terlalu terburu-buru menurutku."


"Hei, tatap aku." Ungkap Aksa. lelaki itu lantas meraih dagu Yasmin dan perlahan mengecup pelan bibirnya.


Keduanya lantas saling......"


**

__ADS_1


Maafkan aku yang terlambat update dan juga suka menggantung cerita. izin dulu, ya. author sedang tak enak badan.


Terima kasih untuk semua.


__ADS_2