
Malam kian larut ketika Seno memberi kabar, bahwa orang selama ini melindungi Dita telah di ketahui identitasnya.
Chandra, pria itu rupanya diam-diam telah menyelidiki kasus Dita kali ini.
Martin Luther's.........
Adalah pria yang berasal dari Jerman.
Pertemuan dengan Dita beberapa waktu lalu ketika Dita menguntit Kara hingga tiba di Jerman, membuahkan sebuah kesepakatan dangkal dengan sistem simbiosis mutualisme.
Martin yang butuh segala informasi mengenai wanita yang bernama Lusiana, pada akhirnya bersedia memberi perlindungan Dita.
Lusiana adalah salah satu anggota geng yang di ketahui Dita sembilan tahun lalu sewaktu Dita masih SMA.
"Martin Luther's adalah pria yang memberi Dita perlindungan beberapa waktu lalu, bos.
Pria itu memberi perlindungan untuk Dita semata karna kesepakatan dangkal yang mereka lakukan beberapa waktu lalu.
Martin memburu Lusiana yang waktu itu terlibat skandal bersama pria lain, sedang dirinya masih terikat sesuatu bersama Martin.
Tuan besar Adi Prama yang memberikan informasi ini, bos".
Seno.....
Ia segera memberi tahu kara tentang laporan terbaru ini, ketika tadi, Chandra mendesak Seno untuk berbicara secepatnya lada bosnya itu.
"Jadi, Dita menukar seluruh informasi mengenai Lusiana pada Martin demi sebuah perlindungan?
Pantas..............
Jadi pria itu yang membuat aku dan mama sama sekali tak bisa menembus keamanan yang ia buat?"
"Sepertinya begitu, bos".
"Kumpulkan seluruh pengawal mama dan papa untuk berjaga ketat saat ini.
Aku akan menuntut balas pada siapapun yang telah membantu Dita".
"Baik, bos".
Lelah.
Satu kata yang ingin teriakkan saat ini juga.
Jam malam seperti ini, harusnya Seno tidur karena lelahnya aktifitas seharian yang telah menyita waktunya.
Sayangnya.....
Mau tak mau ia harus lakukan pula bila tak ingin dia menjadi sasaran amukan bringas Kara berikutnya.
Malam kian larut. Waktu telah menunjukkan pukul 01.20 Dini hari.
Kara telah tiba di sebuah markas Martin yang dulu di jadikan tempat persembunyian Dita.
Kara murka.....
Kara gelap mata.....
Kara marah luar biasa......
Gejolak di hatinya demikian dahsyat memporak porandakan nuraninya. Hingga tandas tanpa berbekas.
Memasuki markas yang di jaga pengawal andalan Martin, Kara memburu mereka semua, membantai mereka satu persatu, menyiksanya dengan penyiksaan yang sangat brutal, mengirimkan mereka pada malaikat kematian satu per satu.
Kara.......
Menunjukkan pada dunia bahwa dirinya tak mudah di taklukkan begitu saja.
Mendeklarasikan pada dunia, bahwa siapapun yang berani mengusik dirinya dan wanitanya, tentu akan habis di tangannya.
Banyak orang-orang yang berasal dari organisasi-organisasi gelap maupun legal, meneguk ludah atas sikap Kara kali ini.
__ADS_1
Tak ada dari mereka yang bersedia ikut campur saat itu.
Banyak wanita-wanita dari kalangan mafia merasa iri pada Hanum. Siapa yang tak ingin menjadi wanita Kara?
Wanita yang berhasil menggenggam hati Kara sepenuhnya adalah wanita yang sangat beruntung. Mendapat cinta kasih dan perlindungan yang jarang lelaki deklarasikan pada dunia.
Hingga Martin sendiri menyerah dan memilih menampakkan diri di hadapan Kara dari pada membiarkan anak buahnya habis saat itu.
Maaf telah menggaung di seluruh sudut dunia dari bibir Martin terhadap Kara.
Beruntung Kara masih memiliki hari saat itu.
Maka, Kara bersedia melepas Martin dan membuat Martin tunduk padanya......
Hingga berujung pada bantuan yang Martin tawarkan untuk mencari istri Kara.
Dalam dunia ini, siapa yang lebih kuat, maka ia akan tetap hidup dan bertahan dalam kerasnya kehidupan.
Kekuatan bukan hanya tentang kekuasaan semata, namun kekuatan juga tentang harga diri dan ego yang harus berada di urutan teratas bila tak mau terinjak-injak hingga mati mengenaskan.
*****
Seorang pria paruh baya terlihat sibuk mengecek ponselnya saat ia berada di kamar pribadi dalam ruang kerjanya di perusahaan.
beberapa kali, Radhi di buat tegang saat mendengar putranya itu telah mengobrak-abrik salah satu organisasi gelap yang terhubung langsung dengan jaringan mafia.
Sayangnya, ketegangan dan kecemasan yang ia rasakan, tak benar-benar terjadi.
Terbukti, kara mampu mengatasinya dan justru membuat Martin.......
Ketua organisasi gelap itu menyerahkan diri dan siap tunduk nan takluk di bawah kendali Kara.
"Mas..... Kau dengar sesuatu tentang kasus semalam?
Kara.......".
Jelita muncul dengan wajah tegang.
Kerut-kerut sama terlihat nampak di wajahnya.
"Ya. Anak itu telah membantai sebagian orang-orang yang berada di bawah kendali Martin Luther's.
Tetapi nasib sedang berpihak padanya.
Martin justru menawarkan bantuan untuk mencari Hanum.".
"Megapa demikian? Bukankah Martin memiliki koneksi luas yang berhubungan dengan jaringan mafia? Bisa saja Martin dengan mudah menyerahkan para mafia untuk menyerang kita?".
"Kau tau? Putramu itu demikian licik karna telah menjadikan Lusiana sebagai barternya.
Aku tak tau dari mana ank itu memiliki otak secerdas itu?".
Radhi memijit keningnya yang terasa sangat pening.
"Oh ya Tuhanku......
aku tak menyangka kepergian Hanum sangat membawa pengaruh besar terhadap jiwa murni Kara.
Kara semakin buas dan tak terkendali.
Satu-satunya cara untuk menghentikan obsesinya dalam membalaskan dendam, adalah mempertemukan dua dan istrinya.
Tapi..... aku tak tau kemana menantuku itu pergi".
"Baiklah.... Ayo kita pulang. Hari ini aku ada janji dengan Arman yang akan datang kemari".
Radhi menyeret pelan jemari istrinya tanpa memberi kesempatan istrinya untuk kembali berbicara.
*****
Siang ini, Kara memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya yang tergolek lelah di tengah-tengah ranjang.
__ADS_1
Semalam memburu orang-orang Martin sungguh sangat melelahkan.
Beruntung, Seno telah mengerti tentang apa yang harus ia lakukan.
Lagi pula, semalam seni tak ikut dengannya.
Pria itu sengaja di suruh istirahat oleh bosnya.
Sebenarnya, bila mamanya tau hari ini ia tak ke kantor dan memilih tiduran, tentu Jelita akan mengomelinya sepanjang hari.
Biarlah, pintu telah ia kunci, jadi Jelita tentu Alma mengira dirinya telah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali.
"Mas..... Bangunlah.....
hari sudah sing dan kau masih tidur?".
Suara lembut Hanum sayup-sayup terdengar di telinga Kara.
Jantung Kara berdegup kencang seketika.
Mungkinkah ini mimpi?
Ataukah hanya halusinasi semata?
Bila ini mimpi, biarlah....
Kara tak ingin bangun dan memilih untuk terjebak dalam dunia mimpinya selamanya.
"Mas, aku merindukanmu, tidak kah mas merindukanku?"
Suara lembut Hanum kembali terdengar mengalun merdu di telinga Kara.
Tanpa sadar, Kara meneteskan air mata dalam tidurnya.
Ya tuhan..... Ini telah lebih dari dua bulan dan Kara sangat merindukan istrinya.
Beginikah rasanya terjebak dalam labirin kerinduan dan tak menemukan jalan untuk keluar?
"Mas, aku ingin kau merengkuhku.
Aku merindukanmu. Aku rindu segalanya yang ada pada dirimu".
Suara Hanum makin jelas..... dan bergetar.
Dada dan perut Kara teraba oleh jemari wanita yang terasa halus di kulit Kara.
Kara tak kuasa untuk berjengit bangun dari tidurnya.
Wanita pertama yang ada di depan matanya, adalah.........
Hanum dengan wajah pucatnya.
"Aku merindukanmu, mas...."
Hanum berkata lembut dengan merentangkan kedua tangannya. Air matanya leleh seketika.
Kara membeku....
Dengan lidah yang terasa kelu.....
Sosok Hanum......
Seperti cahaya purnama di tengah kegelapan malam yang mengerikan.
ππ»π»π»π
Hayyo..... itu beneran nyonya muda Hanum nggak ya? apa cuma bos kara lagi halu?
Selamat berpenasaran riaππ
Di part berikutnya, sediakan tissue untuk episode mengharukan luar biasa.....
__ADS_1
Neng Tia bakal kasih yang terheboh
β€οΈβ€οΈ