Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Ekstra episode 1


__ADS_3

Jalanan pagi ini tampak sepi, akibat mendung yang melanda secara tiba-tiba di langit ibukota. Sejuknya udara, membuat suasana di teras belakang kediaman Praja Bekti, semakin syahdu.


Acara memanggang daging bersama keluarga besar, diselenggarakan oleh Kara. Lelaki itu sengaja membuat pesta kecil-kecilan, untuk menyebut kelahiran cucu pertamanya. Bahkan sore tadi, Aksa telah membagikan banyak kebutuhan pangan pada tetangga sekitar, dan memberi santunan di beberapa yayasan yatim piatu.


Usai kelahiran putra pertamanya, Aksa tak berdaya karena ia harus melihat sendiri, ibu mertua dan mama papanya serta Jelita, membawa sang putra untuk pulang.


Giovanni Praja Bekti, adalah nama putra Aksa dan Yasmin. Kini, Aksa terpaksa harus melanjutkan kuliah di LA bersama Yasmin, tanpa bisa melihat putranya setiap hari. Keduanya dituntut untuk fokus mengenyam pendidikan.


"Bagaimana dengan Aksa? Apakah ia merengek agar tak dijauhkan dari Giovanni?" Tanya Radhi pada Kara yang tengah memperhatikan Nara dan Hesti.


"Awalnya begitu, pa. Tetapi pada akhirnya, tidak lagi setelah aku memberinya pengertian. Sedikit penekanan dan merubah pola pikirnya saja, Aksa siap untuk bertemu lagi dengan Giovanni satu setengah tahun mendatang." Jawab Kara kemudian.


"Aku sudah menduga. Anak itu masih terlalu muda untuk berumah tangga dan mengambil banyak risiko dalam hidupnya. Tapi ya mau bagaimana lagi? Kita semua bahkan berpikir jika Yasmin tengah hamil saat itu, hingga kemudian terjadilah pernikahan." Radhi tersenyum simpul, mengingat-ingat momen dimana ia menuduh Aksa bahwa Aksa telah menghamili Yasmin.

__ADS_1


"Yasmin juga sepertinya bisa diandalkan. Ia benar-benar telah berubah saat ini. Wanita itu lebih dewa dari usianya. Pikirannya benar-benar seimbang antara logika dan perasaan." Sahut Radhi kemudian.


"Oh ya, Aksa. lihatlah pemandangan disana. Bahkan Hanum dan mamamu saling berebut untuk bisa menggendong Giovanni." Ucap Radhi. Lelaki itu tertawa kecil.


"Biarkan saja. Tapi kadang Aksa berpikir bahwa mereka seperti kekanakan. Aku malah justru khawatir andai nanti mereka bertengkar hanya karena Giovanni." Sahut kara lagi


"Kau tahu, Aksa? Dulu sewaktu kau kecil, Oma Santika lah yang menggendongmu dan Aridha. Bahkan tak jarang, Oma Ratna, Oma Santika, dan opa Reksa saling terlibat sebuah percekcokan. Terkadang, kasih sayang terhadap anak dan juga terhadap cucu, Itu kadarnya lebih tinggi yang pada cucu. Suatu saat, kau akan mengerti." Tutur Radhi kemudian.


"Oh ya, Kara. Papa ingin kau sesekali mengunjungi Yasmin dan juga Aksa. Bagaimana bila nanti kita mengunjungi mereka berdua? Tapi ingat, tanpa siapa pun."


"Baiklah, pa. Tentu saja aku akan dengan senang hati. Hanya saja, bagaimana dengan para istri-istri di tempat ini." tanya Kara.


"Kita katakan saja bahwa sedang ada urusan mendadak, terkait pekerjaan. Ya sudah kalau begitu, papa rencanakan saja kapan jadwalnya. Kita akan segera berangkat dan ingat, jangan ada drama+drama lagi."

__ADS_1


"Baiklah, baiklah. Lihatlah, Mereka tertawa bersama." seloroh Radhi kemudian, dengan matanya yang terus fokus pada Jelita dan anak-anaknya.


"Lalu, bagaimana dengan rencana selanjutnya?"


"Rencana apanya?"


"Mengunjungi Aksa dan Yasmin. Ingat, Kara, jangan katakan ini pada siapa pun. " Ucap si Radhi.


"Ah, ya sudah kalau begitu. Ayo kita kumpul kesana, kita juga perlu mencoba untuk ikut membakar daging."


Kini, mereka tengah asyik membakar daging, untuk syukuran atas kelahiran baby Giovanni.


**

__ADS_1


__ADS_2