
Di pagi buta seperti ini, Radhi dan Alex tengah menyesap minuman kopi tanpa gula di halaman belakang. Momen seperti ini jarang sekali dinikmati keduanya, Mengingat kesibukan Radhi dan Alex yang selalu berangkat lebih pagi dari Radhi, sang mertua.
Radhi baru saja menghubungi Kara, putranya. Radhi mengabarkan pada Kara, bahwa semalam Aksa terpaksa dinikahkan akibat kesalah pahaman yang terjadi. Tentu saja yang paling syok adalah Hanum.
"Ya Tuhan, papa. Hanum masih ingin merawat dan menyuapi Aksa selayaknya masih balita. Hanum merasa kurang memberikan kasih sayang pada Aksa." Itulah kalimat terakhir Hanum yang Radhi dengar.
Kini, Radhi hanya bisa mengarahkan Aksa untuk menjadi pribadi yang tegas, dan dewasa sebelum waktunya. Biar bagaimana pun, sekarang Aksa sudah menjadi kepala keluarga. Ada Yasmin dan kesehariannya yang harus Aksa tanggung, tanpa Aksa meminta pada Radhi, maupun Kara, ayahnya.
"Bagaimana rencana papa untuk Aksa ke depan, pa? Apakah Aksa akan ditarik ke perusahaan sebelum waktunya?" Alex bertanya pada Radhi yang meletakkan telepon genggamnya.
"Tidak. Tidak semudah itu Aksa bisa masuk begitu saja ke dalam perusahaan. Papa sudah memutuskan untuk memberinya bisnis kecil yang bisa ia jadikan sumber penghasil untuk sementara waktu. Bagaimana menurutmu? Bisnis apa yang sekiranya pantas untuk anak itu?"
"Alex rasa, mengingat Aksa sangat hobi mengotak Atik mobil, bagaimana jika dibukakan showroom mobil kecil-kecilan dulu, pa. Nanti biar sekertaris papa yang mengurusnya. Jika butuh bantuan Alex, Alex akan bantu." Radhi tersenyum kecil mendengar pendapat Alex menurutnya, ada benarnya juga.
__ADS_1
"Pagi Om, pagi opa." Aksa tiba-tiba datang sepagi ini. Sosoknya muncul seorang diri tanpa Yasmin memasuki teras belakang dari arah pintu belakang dapur. beberapa pelayan tampak Mondar-mandir dan memberi hormat Aksa sesekali. Maklum saja, Aksa termasuk orang yang ramah dan juga supel seperti Radhi, tak seperti Kara yang dingin dan cuek.
"Pagi, sayang. Kau.... kau apa mengapa datang sendiri?" Radhi bertanya sembari mengerutkan keningnya. bertanya mengamati sekitar dan tak melihat adanya Yasmin.
"Aku dengan Yasmin, opa. Dia di depan bersama Hesti dan juga Oma. Si singa betina yang liar itu juga ada di depan sana."
SINGA BETINA yang dimaksud Aksa adalah Arida
"Kau pengantin baru sekarang, mengapa tak sekolah?" tanya Alex dengan nadanya yang mengejek menjengkelkan. "Bukankah akan kelulusan sebentar lagi."
"Hah? malam panas?" Radhi tau arah pembicaraan Aksa. Tapi dia lebih memilih untuk pura-pura tak tau.
"Ya. panas api neraka." ungkap Aksa yang membuat Alex dan Radhi tertawa. Tentu yang Aksa katakan hanya dusta. Semalaman pun tak terjadi apa-apa antara dirinya dan Yasmin. "Ngomong-ngomong, apa yang menjadi topik pembicaraan opa dan Om Alex pagi ini?" tanya Aksa kemudian.
__ADS_1
"Sebuah rencana membuka bisnis baru kecil-kecilan untukmu. Kau harus mandiri mulai dari setelah ini, Aksa. Ada hidup Yasmin yang harus kau tanggung, dan juga kau perlu berdiri sendiri tanpa bergantung lagi pada opa. Pikirkanlah untuk mulai menjadi suami yang bertanggung jawab pada istri." ungkap Radhi serius.
"Oh inilah yang aku tak suka."
"Memangnya mengapa tak suka?" Alex menyipitkan matanya.
"Aku bahagia dan aku senang bisa menikah, apa lagi istriku sangat cantik luar dalam, maksudku, wajah dan hatinya. Tapi sayangnya, setelah menikah aku harus bekerja keras untuk menafkahi anak orang. Benar-benar menyebalkan."
"Astaga, Aksa. Lelaki menikahi wanita, bukan begitu konsepnya." Seloroh Alex kemudian.
"Salah siapa aku dinikahkan tanpa mencari tau dulu Yasmin hamil atau tidak. Tapi ya sudah lah, Yasmin pun terasa manis dan dia cukup bisa diandalkan." ungkap Aksa tak tau malu sambil mengedipkan sebelah matanya. Sengaja Aksa memancing kericuhan pagi ini dan berniat membuat seisi kediaman Praja Bekti menjadi heboh.
"Ya Tuhan, cucuku sepertinya mulai terbalik otaknya." Radhi mengeluh kali kali ini.
__ADS_1
**
Banyakin komen, baru besok aku crazy up😎 no dusta ini ya.