Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Tak di duga


__ADS_3

Aksa dan Yasmin tengah berjalan beriringan di koridor sekolah saat siang. Sepasang suami istri muda itu tengah menjadi pusat perhatian di jam istirahat, Karena belakangan ini si Yasmin gadis miskin itu seolah berangkat dan pulang bersama Aksa.


Tentu saja, banyak siswi lain yang menggilai Aksa, merasa tak suka dengan Yasmin. Aksa hanya bersikap bodoh dan tak peduli sama sekali. Lain dengan Yasmin, gadis itu merasa risih juga di tatap demikian.


"Sepertinya semua gadis di sekolah benar-benar akan memburuku setelah ini, Aksa. Lihat, mereka sangat tajam menatapku." Yasmin setengah berbisik di telinga Aksa. Wanita itu benar-benar ingin segera berlalu saja dari sana.


"Hiraukan. Aku sendiri tak suka dikejar dan menggilai anyak gadis. Kira-kira saja, aku tak mungkin menjadikanmu kekasih bayaranku waktu itu, jika aku tak dikejar mereka."


Aksa bukannya merenggang dari Yasmin, lelaki itu justru menarik pinggang yasmin, merangkul Yasmin dengan erat hingga menempel pada tubuhnya.


"Astaga, Aksa!" Yasmin memekik pelan. Tapi aksa justru acuh saja. Hal itu membuat Yasmin geram tentu saja. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"


"Ikut aku ke mobil sebentar." Aksa berkata tegas dan tak ingin dibantah. Lalu dengan langkah cepat, kini mereka rupanya telah tiba di dalam mobil, dengan Yasmin yang menghembuskan nafasnya lega. Tak ada lagi yang Aksa khawatirkan sekarang.


Tanpa kata, Aksa meraup bibit istrinya dan membuat Yasmin gelagapan.


"Hhpppphhh......." Suara Yasmin tertahan. Gadis itu melotot sempurna dan mendorong Aksa. "Lepaskan."

__ADS_1


"Apa-apaan kau ini? Ini di halaman sekolah."


"Sayang, aku menginginkannya sejak tadi. Oh ayolah, jangan menolak ku. Atau kita ke hotel sebelah sekolahan kita?" Agaknya, Aksa mulai gila saat ini.


"Jangan gila Aksa, sebentar lagi bel masuk kelas akan segera berbunyi."


"Tapi aku sungguh tidak bisa menahannya lagi. Ya Tuhan, kepalaku bisa meledak."


Yasmin menatap tak percaya pada suaminya itu. Bisa-bisanya Aksa bernafsu saat waktu sekolah begini.


Tak ingin berdebat lama dengan aksa, yasmin memilih mengalah.


"Sekarang buka pintu mobilnya dan jangan berpikiran yang macam-macam lagi."


Putra Kara itu hanya berdecak sebal, Lelaki itu lantas keluar dari mobil dengan pandangan tak nyaman. Yasmin bingung, apa yang perlu ia lakukan jika Aksa sudah begini.


"Kau kalau mau marah, marah saja. Aku tak terlalu berpikir yang tidak-tidak. Toh paling nanti malam, kau mencariku di kamar."

__ADS_1


Dengan acuh, Yasmin berjalan begitu saja, meninggalkan Aksa yang mendengus kesal. "Awas saja nanti kau. Tak akan aku beri ampun sedikit pun." Jiwa muda Aksa meronta. Entah mengapa, hanya menatap Yasmin, membuat Aksa menginginkan putri Inora itu.


Baru saja Aksa berjalan beberapa langkah dari mobilnya, lelaki itu tengah mendengar seseorang memanggil namanya.


"Aksa? Kau tak masuk kelas?" Suara khas lembut dan mendayu-dayu Itu, berasal dari seorang wanita yang keluar dari ruangan kepala sekolah. "Kebetulan kita bertemu di sini."


"Gihana? Kau sendiri sedang apa?" alih-alih menjawab, Aksa justru menanyai Hana. Aksa kemudian ingat dengan apa yang Yasmin katakan beberapa malam lalu tentang tatapan Hana terhadap Yasmin.


"Aku sedang ada urusan dengan yayasan sekolah ini dengan perusahaan. Jadi, kau sudah makan siang? Ayo ikut aku, aku lapar dan ingin di temani."


Hana menarik tangan Aksa secara paksa, dan membuat Aksa semakin was-was dan menajamkan intuisinya.


"Tapi, aku......."


**


Kira-kira, Aksa menolak atau mau-mau saja ya?

__ADS_1


__ADS_2